Cara Mengobati Pembengkakan Tungkai Akibat DVT

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cara Mengobati  Pembengkakan Tungkai Akibat DVT

Halodoc, Jakarta - Memang terdapat banyak jenis penyakit yang berhubungan dengan darah dan pembuluhnya. Contohnya, deep vein thrombosis (DVT), kondisi ketika terjadinya penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam.

Dalam banyak kasus, DVT ini terjadi pada paha atau betis, namun juga bisa terjadi di bagian tubuh lain. Yang perlu diingat, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan di tungkai yang mengakibatkan komplikasi serius. Salah satunya emboli paru, kondisi saat gumpalan darah masuk ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah arteri di paru-paru.

Baca juga: Hobi Duduk, Coba 5 Trik Ini untuk Cegah Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena

Lalu, bagaimana sih cara mengobati pembengkakan tungkai akibat DVT ini?

Awasi Gejalanya

Sebelum mengetahui cara mengobati pembengkakan tungkai akibat DVT, kenali dulu gejala yang bisa ditimbulkan penyakit ini. Yang perlu digarisbawahi, dalam beberapa kasus DVT, bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala. Tapi, ada juga sebagian kasus yang memunculkan gejala berupa:

  • Kram yang biasanya bermula di betis, terutama malam hari.

  • Tungkai terasa hangat.

  • Warna kaki berubah menjadi pucat, merah, atau lebih gelap.

  • Nyeri makin memburuk saat menekuk kaki.

  • Bengkak pada salah satu tungkai, terutama betis.

Bisa Disebabkan Banyak Faktor

Pada dasarnya, DVT ini disebabkan karena adanya trombus (gumpalan darah) yang dapat menyumbat aliran darah, sehingga memicu DVT.  Meski begitu, ada pula beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan penyakit ini. Contohnya:

  • Merupakan pengidap lain, seperti gagal jantung dan kanker.

  • Kondisi genetik, seperti thrombophilia dan sindrom Hughes.

  • Apabila ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit ini.

  • Usia dan berat badan.

  • Tubuh yang tidak fit.

  • Lansia yang tidak banyak bergerak.

  • Dehidrasi.

  • Perokok.

  • Tubuh yang tidak bergerak dalam jangka waktu cukup lama, misalnya saat operasi yang berlangsung 60 hingga 90 menit di area perut, pinggul, tungkai.

  • Memiliki penyakit-penyakit, seperti jantung, paru-paru, hepatitis

  • Memiliki penyakit yang disebabkan oleh peradangan, seperti rheumatoid arthritis.

  • Pil kontrasepsi.

  • Terapi sulih.

  • Kehamilan.

  • Pengidap obesitas.

  • Orang yang melakukan perjalanan jauh dan tidak banyak bergerak.

  • Pengobatan kemoterapi dan radioterapi.

Baca juga: Ketahui Terapi Pencegahan Komplikasi DVT

Ketahui Metode Pengobatannya

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana cara mengobati pembengkakan tungkai akibat DVT ini? Agar tungkai tak kembali mengalami pembengkakan, DVT sebaiknya perlu diatasi hingga ke akar-akarnya. Sebenarnya, ada beragam cara untuk mengatasi penyakit ini. Salah satunya dengan pemberian obat antikoagulan.

Banyak yang mengira kalau obat ini untuk mengencerkan darah, namun sebenarnya antikoagulan ini merupakan obat untuk mengubah protein dalam darah. Tujuannya, untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah. Di samping itu, antikoagulan juga berfungsi untuk mencegah gumpalan darah semakin membesar dan menyebar ke aliran darah.

Baca juga: Bisakah Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena Dicegah?

Salah satu jenis antikoagulan yang digunakan untuk mengobati DVT, contohnya heparin dan warfarin. Yang perlu diingat, warfarin ini enggak bekerja langsung setelah di konsumsi. Sebab, memerluan terapi lain yang dilakukan secara bersamaan. Biasanya, pengidap DVT perlu mengonsumsi obat ini selama 3–6 bulan untuk mencegah gumpalan darah kembali terbentuk.

Selain obat-obat, stocking medis atau stocking kompresi juga bisa bisa membantu untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Yang tak boleh ketinggalan, pengidapnya juga perlu melakukan latihan fisik, seperti berjalan. Selain itu, cobalah untuk beristirahat dengan tungkai yang terangkat. Kaki berada lebih tinggi dari pinggang demi mengembalikan aliran darah dari betis.

Memiliki masalah pada darah atau anggota tubuh lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!