Cara Merawat Area Kemaluan agar Terhindar dari Kutu Kelamin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cara Merawat Area Kemaluan agar Terhindar dari Kutu Kelamin

Halodoc, Jakarta –  Kutu kelamin adalah serangga berukuran sangat kecil yang hidup di bulu kemaluan. Kutu tersebut mengisap darah manusia dan menyebabkan rasa gatal. Selain karena berhubungan intim dengan pengidap, kutu kelamin bisa menyebar dan menularkan penyakit lewat selimut, handuk, seprai, dan pakaian. Biasanya kutu kelamin sering terjadi pada orang yang mengidap penyakit menular seksual.

Kutu kelamin yang hinggap di daerah kemaluan akan bertelur di batang rambut dekat kulit. Kemudian 7-10 hari setelahnya, telur kutu menetas menjadi nimfa dan mulai mengisap darah pengidap kutu kelamin. Kutu dapat hidup tanpa persediaan makanan selama beberapa hari hingga timbul gejala fisik.

Baca Juga: Inilah Ciri Penyakit Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Penyakit Kutu Kelamin

Pengidap kutu kelamin sering mengalami gatal di area kelamin atau anus selama lima hari setelah infeksi terjadi. Rasa gatal lebih intens pada malam hari. Gejala kutu kelamin lainnya berupa demam, mudah emosi, mudah lelah, dan muncul bintik kebiruan pucat di dekat gigitan. Rasa gatal yang digaruk berlebihan bisa menyebabkan luka hingga infeksi yang berpotensi memperparah gejala penyakit.

Pengobatan Penyakit Kutu Kelamin

Krim dan losion yang mengandung insektisida dapat digunakan untuk membasmi kutu kelamin. Krim bisa dibeli di apotek atau melalui fitur Apotik Antar di aplikasi Halodoc. Krim harus digunakan secara rutin selama seminggu untuk membunuh kutu yang mungkin telah menetas sejak perawatan pertama. Perlu diketahui bahwa krim tidak bisa digunakan di sekitar mata. Jika kutu hinggap di area mata, kamu bisa menggunakan petroleum jelly sebanyak dua kali sehari selama seminggu.

Baca Juga: Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Kutu Kelamin

Perawatan Kemaluan untuk Cegah Penyakit Kutu Kelamin

Merawat area kemaluan penting dilakukan agar terhindar dari serangan kutu kelamin. Selain merawat kemaluan, disarankan juga agar tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom saat berhubungan intim. Lantas, bagaimana cara merawat area kemaluan agar terhindari dari risiko penyakit kutu kelamin?

  1. Mencukur Bulu Kemaluan

Bulu kemaluan yang tipis mencegah bersarangnya tungau atau kutu kelamin (jenis Phthirus pubis). Manfaat lainnya adalah mencegah perkembangan jamur, bakteri, dan kuman akibat di area kelamin yang cenderung lembap.

  1. Basuh dengan Air Hangat

Membasuh area kemaluan dengan air hangat mencegah berkembangnya kutu kemaluan. Jangan lupa keringkan area kemaluan pakai handuk bersih setelah membasuhnya dengan air hangat.

  1. Mencuci Sprei, Pakaian dan Alat Mandi

Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan kutu kelamin. Agar lebih steril, cuci sprei dan pakaian menggunakan air hangat yang dicampur dengan deterjen.

Baca Juga: Cara Merawat Miss V Sesuai Usia

Apabila kamu mengalami rasa gatal yang amat parah di area kelamin, jangan ragu berbicara pada dokter  Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!