Ini Cara Obati Baby Bottle Tooth Decay

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Cara Obati Baby Bottle Tooth Decay Begini Cara Mengobati Baby Bottle Tooth Decay

Halodoc, Jakarta - Gigi adalah bagian tubuh yang memiliki fungsi penting dalam proses mencerna makanan. Tidak hanya itu, deretan gigi yang rapi juga menjadi hal yang penting untuk menunjang penampilan. Oleh karena itu, sejak kecil kita wajib merawatnya dengan baik. Jika tidak, gigi bisa mengalami infeksi, bahkan saat seseorang masih kecil. Kondisi kerusakan gigi ini dikenal dengan baby bottle tooth decay.

Tooth decay atau pembusukan gigi pada bayi atau anak yang masih kecil ini biasanya dialami oleh anak yang sering menggunakan dot atau botol bayi. Kondisi pembusukan gigi ini terjadi ketika ada cairan yang manis atau yang mengandung gula menempel di gigi bayi atau anak sekali jenisnya, seperti susu, jus buah, minuman bersoda, sisa permen atau manisan.

Baca juga: 6 Fakta yang Harus Diketahui Mengenai Gigi Susu 

Lalu, Bagaimana Mengobati Baby Bottle Tooth Decay?

Pengobatan penyakit ini umumnya beragam dan bergantung pada tingkat keparahan pembusukan gigi. Apabila kondisinya masih tergolong ringan, gigi bisa dibersihkan dan kerusakan gigi akan ditambal. Selain itu, suplemen fluoride juga dapat diberikan. Namun, untuk kasus yang lebih berat, dapat dilakukan tindakan seperti pemasangan crown atau pencabutan gigi.

Bagaimana Gejala Baby Bottle Tooth Decay?

Orangtua wajib curiga dan memeriksakan kondisi bayi ke rumah sakit jika muncul beberapa gejala yang dapat merusak gigi bayi, antara lain: 

  • Muncul bercak putih pada gigi;

  • Muncul juga bercak kehitaman yang kesan keras pada gigi;

  • Nyeri gigi dan gusi;

  • Perubahan bentuk gigi, yang biasanya ditemukan pada gigi depan bagian atas.

Jangan biarkan jika bayi memiliki kondisi seperti yang disebutkan di atas. Segera bawa anak untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Buat janji dengan dokter spesialis gigi kini dapat lebih mudah dilakukan melalui Halodoc sehingga kamu tidak perlu antre lagi untuk menemui dokter.

Baca juga: Adakah Pengaruh Kesehatan Gigi pada Kecerdasan Anak?

Apa Penyebab Bayi Alami Baby Bottle Tooth Decay?

Terdapat beberapa penyebab kerusakan pada gigi pada anak yang wajib diwaspadai, yaitu: 

  • Pemberian Susu dengan Kadar Gula Tinggi. Kandungan susu berguna bagi tumbuh kembang bayi. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin terlewatkan, yaitu kandungan glukosa dan karbohidrat di dalam produk susu yang dikonsumsi. Jika kadarnya terlalu tinggi maka ini bisa sebabkan kerusakan gigi.
  • Menggunakan Dot dalam Waktu yang Lama. Membiarkan dot di dalam mulut dalam waktu yang lama bisa merusak struktur dan formasi gigi dan penumpukan air liur sekitar gigi. Akibatnya, hal ini mempercepat timbulnya karang gigi. Umumnya, bayi dapat mudah sekali rewel apabila tidak diberikan susu, sehingga dot bisa membuatnya cepat tidur lelap. Padahal meninggalkan dot susu di mulut bayi dalam waktu lama beresiko merusak gigi karena meningkatnya akumulasi air yang merusak permukaan gigi secara perlahan. Gigi bayi menjadi lebih mudah terkena infeksi. Bakteri bisa menular melalui air liur yang menempel pada sendok bayi dan apabila masuk ke dalam mulut bayi maka bakteri berpindah dan mulai berkembang biak pada gigi sehingga menimbulkan kerusakan. Kerusakan gigi pada bayi paling banyak terjadi pada gigi depan atas. Kerusakan perlahan meluas apabila kebiasaan menggunakan dot dengan cara yang salah masih belum berubah. Kondisi ini berisiko menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan kesulitan mengunyah makanan, gangguan berbicara, napas bau mulut, gigi menjadi hitam, dan lain-lain.

Baca juga: 8 Tips Membersihkan Gigi Bayi

Lantas, Bagaimana Cara Menghindarkan Bayi dari Baby Bottle Tooth Decay?

Terdapat upaya pencegahan baby bottle tooth decay yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Pastikan untuk membersihkan gigi dan gusi dengan kapas halus setelah minum susu;

  • Menyikat gigi bayi tanpa menggunakan pasta gigi;

  • Minum air putih setelah minum susu;

  • Ajak dan bujuk anak ke dokter gigi setelah ia sudah masuk masa kanak-kanak;

  • Jangan mengisi botol dengan air yang mengandung gula seperti jus kotak atau minuman bersoda;

  • Pisahkan botol susu dengan botol minuman lainnya;

  • Jangan membiarkan anak tertidur dengan menggunakan dot dan berisikan susu di botol;

  • Jangan mengonsumsi makanan tinggi gula dan usahakan batasi porsi gula dalam makanan yang dikonsumsi.

Selain itu, perhatikan kesehatan pengasuh bayi agar mencegah dari penularan infeksi. Segera bersihkan botol susu setelah bayi selesai minum dan hindari minuman bersoda.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Baby Bottle Tooth Decay.
Mouth Healthy. Diakses pada 2019. Baby Bottle Tooth Decay.