Baby Bottle Tooth Decay

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Baby Bottle Tooth Decay

Merawat gigi sedari dini sangat penting, apalagi bagi bayi dan anak-anak. Hal ini karena gigi diperlukan untuk tumbuh kembang mereka. Gigi pada bayi atau anak bermanfaat untuk mengunyah makanan. Selain itu, gigi juga merupakan salah satu komponen penting untuk berbicara.

Gangguan pada gigi bayi atau anak dapat mengakibatkan infeksi serta nyeri yang menyebabkan gangguan pada perkembangan bicara dan makan yang dapat berdampak pada berat badan yang kurang dan tidak lincah, tidak seperti anak pada umumnya. Penyebab gangguan pada gigi bayi dan anak ada berbagai macam. Namun, kebanyakan kasus penyakit baby bottle tooth decay bisa dicegah.

Tooth decay atau pembusukan gigi pada bayi atau anak yang masih kecil disebut juga sebagai baby bottle tooth decay,  karena sering terjadi pada bayi atau anak yang menggunakan dot atau botol bayi. Penyakit ini terjadi ketika ada cairan yang manis atau yang mengandung gula menempel di gigi bayi atau anak dalam waktu yang lama. Jenis-jenis makanan yang mengandung gula dapat beragam, misalnya susu, jus buah, minuman bersoda, sisa permen ataupun manisan.

Kejadian ini meningkat pada bayi atau anak yang diberikan susu pada jam tidur, karena pada saat tidur produksi air liur (saliva) berkurang, sehingga sisa-sisa gula akan menempel lama pada gigi. Menempelnya sisa-sisa gula ini merangsang bakteri di mulut berkembang biak dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi. Biasanya, pembusukan gigi terjadi pada gigi atas bagian depan, tetapi dapat juga terjadi pada gigi lainnya.

Baca juga: Ini Perkembangan Gigi Anak Tumbuh Sesuai Usia

 

Faktor Risiko Baby Bottle Tooth Decay

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang bayi atau anak untuk mengalami baby bottle tooth decay:

  • Bayi atau anak yang menggunakan pacifier (empeng).

  • Mengonsumsi susu atau minuman mengandung gula sebelum tidur atau pada malam hari saat waktu tidur.

  • Tidak rajin menyikat gigi bayi atau anak.

Baca juga: Dampak Negatif Memberi Empeng Pada Bayi

 

Penyebab Baby Bottle Tooth Decay

Penyebab baby bottle tooth decay adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri yang ada di dalam mulut bayi. Bakteri ini merupakan bakteri penghasil asam yang akan melarutkan bagian luar gigi yang menyebabkan pembusukan pada gigi bayi atau anak jika terdapat banyak sisa-sisa gula yang menempel.

 

Gejala Baby Bottle Tooth Decay

Tanda awal dari pembusukan gigi biasanya adalah adanya titik atau tanda putih atau kekuningan pada gigi depan atas. Pada tahap yang sangat dini, tanda ini biasanya hanya dapat dilihat oleh dokter gigi pada saat pemeriksaan rutin. Jika tidak diterapi dan dicegah lebih lanjut, maka kondisi ini akan makin berat dan meluas yang akan timbul gejala:

  • Gigi bayi atau anak berubah warna menjadi kekuningan, cokelat, ataupun hitam.

  • Gigi bayi atau anak tampak memendek atau mengecil.

  • Gusi membengkak.

  • Gigi mudah lepas atau patah.

  • Anak menjadi sulit makan.

  • Bau mulut yang tidak sedap.

  • Terdapat tanda infeksi, seperti anak menjadi rewel dan demam.

 

Diagnosis Baby Bottle Tooth Decay

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan gigi dengan teliti dan menggunakan alat-alat khusus untuk mendiagnosis baby bottle tooth decay pada bayi atau anak-anak.

 

Pengobatan dan Efek Samping Baby Bottle Tooth Decay

Terapi pada penyakit ini bergantung pada tingkat keparahan pembusukan gigi. Pada kondisi ringan, gigi dapat dibersihkan dan kerusakan gigi dapat ditambal. Selain itu, suplemen fluoride juga dapat diberikan. Pada kondisi yang lebih berat, dapat dilakukan tindakan, seperti pemasangan crown atau pencabutan gigi.

 

Pencegahan Baby Bottle Tooth Decay

Beberapa cara untuk mencegah agar bayi atau anak terhindar dari penyakit pembusukan gigi adalah dengan:

  • Memberikan susu dengan terjadwal dan hindari memberi susu sebelum atau saat tidur tanpa sikat gigi setelahnya.

  • Membersihkan gigi dan gusi bayi dengan kasa atau kain bersih yang lembap setiap setelah makan.

  • Mulai menyikat gigi bayi sedari dini. Sikat gigi dapat dimulai dengan tanpa menggunakan pasta gigi saat gigi bayi sudah mulai tumbuh. Jika ingin menggunakan pasta gigi, pakailah pasta gigi yang tidak mengandung fluoride.

  • Bersihkan dan pijat gusi yang belum tumbuh gigi.

  • Periksakan gigi bayi atau anak ke dokter gigi secara rutin.

  • Hindari membiasakan memberikan minuman mengandung gula dengan menggunakan botol bayi (dot bayi), terutama saat tidur.

  • Hindari memberikan pacifier (empeng) saat baru makan/minum yang mengandung gula.

  • Kurangi pemberian makanan tinggi gula pada diet anak.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Bawa Anak ke Dokter Gigi

Apabila anak sudah terbiasa dengan minum susu (biasanya dengan menggunakan botol susu) saat tidur, apa yang dapat dilakukan? Saatnya untuk memperbaiki kebiasaan ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Mengencerkan susu dengan lebih banyak air selama jam tidur.

  • Mengisi botol hanya dengan air putih selama jam tidur.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan gigi bayi atau anak ke dokter gigi, minimal setiap 6 bulan sekali. Jika bayi atau anak mengalami tanda dan gejala yang sesuai dengan pembusukan gigi, segeralah periksakan ke dokter gigi terdekat.

Referensi:
WebMD.  Diakses pada 2019. Baby Bottle Tooth Decay Causes, Prevention, and More.
Healthline. Diakses pada 2019. Baby Bottle Tooth Decay (Infant Caries)

Diperbarui pada tanggal 30 Agustus 2019.