• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Penularan Tinea Capitis yang Perlu Dipahami

Cara Penularan Tinea Capitis yang Perlu Dipahami

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Tinea capitis atau kurap pada kulit adalah infeksi jamur yang terjadi di kulit kepala dan batang rambut. Tanda dan gejala tinea capitis pada kulit kepala dapat bervariasi, tapi biasanya muncul sebagai bercak yang gatal, bersisik, dan botak di kepala. 

Tinea capitis adalah infeksi yang sangat menular, paling sering terjadi pada balita dan anak usia sekolah. Beberapa kasus kurap pada kulit kepala menyebabkan peradangan parah di area infeksi yang menyebabkan jaringan parut atau rambut rontok permanen. Untuk itu, sebaiknya berwaspadalah terhadap penularan gangguan kulit ini. 

Baca juga: Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Tinea Corporis


Proses Penularan Tinea Capitis

Tinea capitis pada kulit kepala disebabkan oleh salah satu dari beberapa jenis jamur yang disebut dermatofita. Jamur menyerang lapisan luar kulit di kepala dan batang rambut. Tinea capitis bukan kondisi yang disebabkan oleh cacing. Nama umum untuk kelainan ini mengacu pada infeksi seperti cincin.

Metode penularan tinea capitis umumnya dengan cara berikut:

  • Manusia ke manusia. Tinea capitis sering menyebar melalui kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi.
  • Objek ke manusia. Tinea capitis dapat menyebar melalui kontak dengan benda atau permukaan yang disentuh orang atau hewan yang terinfeksi, seperti pakaian, handuk, seprai, atau sisir.
  • Hewan ke manusia. Anjing dan kucing, terutama anak anjing dan anak kucing, seringkali menjadi pembawa kurap. Hewan lain yang sering menjadi pembawa jamur termasuk sapi, kambing, babi, dan anak kuda. Orang dewasa atau anak-anak dapat tertular kurap akibat merawat atau mengelus hewan yang memiliki jamur penyebab tinea capitis.

Perlu kamu ketahui juga, jamur yang menjadi penyebab kurap pada kulit kepala dapat menyebabkan infeksi lain pada tubuh. Infeksi ini umumnya diklasifikasikan berdasarkan bagian tubuh yang terkena. Ini termasuk:

  • Kurap tubuh (tinea corporis). Bentuk ini menyebabkan lingkaran merah, bersisik atau lingkaran ruam di lapisan atas kulit. 
  • Kutu air (tinea pedis). Bentuk kurap ini memengaruhi area lembab di antara jari-jari kaki dan terkadang di kaki itu sendiri.
  • Jock itch (tinea cruris). Bentuk ini memengaruhi daerah di sekitar alat kelamin, paha atas bagian dalam, dan bokong. 

Baca juga: Mengenal Jamur Penyebab Tinea Corporis

Penyembuhan Jika Terjadi Tinea Capitis

Gangguan kulit ini dapat sembuh dengan waktu yang sangat lama. Perlu waktu lebih dari sebulan untuk melihat adanya perbaikan. Saat kamu memeriksakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc, ia mungkin ingin memeriksa kamu dalam 4 hingga 6 minggu untuk memastikan infeksi sembuh. 

Mungkin sulit untuk menghilangkan tinea capitis, dan mungkin saja terjadi infeksi lebih dari sekali. Namun, kekambuhan akan berhenti saat pubertas. Hanya saja kamu perlu siap dengan efek jangka panjang termasuk kemungkinan botak atau jaringan parut. 

Dermatofita yang menyebabkan kurap sangat umum dan menular sehingga membuat pencegahan menjadi sulit dilakukan. Apalagi anak-anak sangat rentan dengan kondisi ini. Maka dari itu, sebaiknya hindari untuk berbagi sisir rambut dan barang pribadi lainnya. 

Keramas secara teratur, mencuci tangan, dan rutinitas kebersihan normal lainnya, dapat membantu mencegah penyebaran infeksi. Pastikan juga orangtua untuk mengajari anak tentang kebersihan yang benar. 

Baca juga: Faktor yang Menjadi Pemicu Tinea Capitis

Di samping itu, sulit untuk mengetahui apakah seekor hewan mengalami kurap. Namun, tanda infeksi umum yang perlu dipahami adalah bercak botak. Hindari membelai hewan yang memiliki bercak kulit yang terlihat melalui bulunya. Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin untuk semua hewan peliharaan. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Ringworm of the Scalp (Tinea Capitis)
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about tinea capitis
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ringworm (scalp)