• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kadar Leukosit Meningkat, Mungkin Ini Penyebabnya

Kadar Leukosit Meningkat, Mungkin Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Meningkatnya kadar leukosit alias sel darah putih adalah hal yang tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres pada tubuh. Leukosit berasal dari sumsum tulang kemudian beredar di seluruh aliran darah yang merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh. Leukosit memiliki kemampuan menghasilkan antibodi.

Antibodi yang dihasilkan berperan dalam menghidari dan melawan serangan organisme asing, seperti bakteri, parasit, dan virus sebagai pertahanan terhadap infeksi, merespons alergi, serta menunjang fungsi kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, kadar leukosit orang dewasa adalah sebanyak 3.500-10.500 per mikroliter darah. Lantas, apa saja penyebab kadar leukosit meningkat? Cari tahu jawabannya di bawah ini

Baca juga: Gejala Umum dari Kondisi Leukositosis

Pemicu Kadar Leukosit Tinggi dan Cara Mengatasinya

Tingginya kadar leukosit bisa menjadi tanda ada masalah dengan kondisi tubuh. Secara umum, peningkatkan produksi leukosit bisa terjadi saat tubuh berusaha melawan infeksi, efek samping konsumsi obat tertentu, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, hingga kemungkinan penyakit pada sumsum tulang. Leukosit tinggi banyak ditemukan pada pengidap penyakit seperti leukimia atau kanker darah.

Infeksi juga bisa memicu peningkatan pada produksi leukosit, misalnya infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit atau bahkan tumor juga bisa menjadi penyebab leukosit tinggi. Ada faktor lain yang juga bisa memicu kondisi ini, seperti stres berat, alergi, masalah psikis, serta kebiasaan merokok.

Baca juga: Leukositosis Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Kabar buruknya, leukosit tinggi sering tidak disadari karena jarang memunculkan gejala khusus. Namun, perubahan pada produksi sel darah putih bisa ditandai dengan berat badan menurun tanpa sebab, kesemutan pada lengan, kaki, serta perut. Kondisi ini juga bisa memicu rasa pusing, kehilangan kesadaran, memar, perdarahan, hingga kesulitan bernapas dan gangguan konsentrasi.

Namun perlu diingat, gejala-gejala tersebut tidak melulu menjadi tanda bahwa kadar leukosit naik. Selain itu, tidak semua orang yang mengalami kondisi ini akan menunjukkan gejala yang sama. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala atau perubahan pada kondisi tubuh.

Penting untuk mengetahui apa penyebab naiknya kadar leukosit di dalam tubuh. Sebab, cara untuk mengontrol dan mengembalikan kadar leukosit adalah dengan mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, penyebab kadar leukosit tinggi bisa diatasi dengan baik dan tidak memicu komplikasi lain yang mungkin akan memperparah kondisi tubuh.

Jika tingginya leukosit disebabkan karena infeksi, maka salah satu cara penangananya adalah dengan memberikan antibiotik untuk mengatasi penyebab infeksi. Hal itu juga akan membantu menurunkan kadar sel darah putih. Sementara bila peningkatan leukosit disebabkan oleh peradangan, maka peradangan perlu diobati. Bila leukosit tinggi terjadi karena keganasan darah, diperlukan kemoterapi agar kondisi penyakit dapat terkendali.

Baca juga: 3 Pemeriksaan untuk Deteksi Leukositosis

Satu hal yang perlu diingat, semakin cepat gangguan kesehatan ditangani, maka akan semakin cepat sembuh. Selain itu, risiko munculnya penyakit lain alias komplikasi pun bisa dicegah. Jika ragu dengan gejala yang muncul dan butuh saran ahli, kamu bisa coba gunakan aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan kesehatan pada dokter hanya dalam satu aplikasi.

Dokter bisa dihubugi kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan, pemicu kadar leukosit tinggi, serta cara-cara mengatasinya dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Leukocytosis?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High white blood cell count.
Journal of Clinical Excellence. Diakses pada 2020. Does a high WBC count signal infection?