• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Gejala Sifilis Sekunder yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Gejala Sifilis Sekunder yang Perlu Diwaspadai

Catat, Ini Gejala Sifilis Sekunder yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Januari 2022
Catat, Ini Gejala Sifilis Sekunder yang Perlu Diwaspadai

“Nyatanya tidak ada yang mau terkena sifilis, oleh karena itu kamu harus waspada akan gejala sifilis yang mungkin kamu alami. Apalagi jika sudah masuk ke dalam tahap sekunder, gejala bisa semakin parah dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Secara umum, kemunculan ruam adalah ciri khas sifilis pada tahap sekunder.”

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti pernah mendengar penyakit sifilis atau raja singa, ini adalah penyakit kelamin yang bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang jika tidak diobati dengan benar. Tiap orang pun bisa merasakan gejala sifilis yang berbeda-beda, baik pada pria maupun wanita. Perbedaan gejala ini juga akan bergantung pada tahapan perkembangan penyakit tersebut.

Gejala sifilis bisa berkembang secara bertahap dengan gejala yang juga bervariasi. Namun, gejala kadang terjadi bersamaan di setiap tahap dan mereka tidak selalu berurutan. Untuk kasus ringan atau masih dalam tahap awal, umumnya kamu tidak akan merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun. Namun, jika sifilis sudah masuk ke tahap sekunder, maka kamu bisa mengalami beberapa gejala.

Ruam Sebagai Gejala Umum Sifilis pada Tahap Sekunder

Gejala sifilis

Gejala sekunder bisa dimulai dengan adanya ruam yang muncul di sekitar atau pada alat kelamin. Ruam biasanya akan berkembang pada seluruh tubuh, tetapi ia akan lebih umum pada telapak tangan dan kaki. Selama tahap sekunder ini juga mungkin akan muncul gejala lain yang menandakan bahwa infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh.

Pada tahap ini, pengidap sifilis sangat berisiko menularkan penyakit sifilis ke orang lain. Nah, berikut ini beberapa gejala sifilis yang paling umum terjadi pada tahap sekunder: 

  • Ruam yang tampak seperti masalah kulit biasa, ruam juga umumnya terlihat cokelat kemerahan, kecil, padat, datar atau terangkat pada kulit setinggi kurang dari 2 sentimeter (cm).
  • Muncul luka kecil terbuka pada selaput lendir pada lapisan kulit.
  • Muncul luka berisi nanah atau luka lembap yang mirip seperti kutil.
  • Pada orang berkulit gelap, warna luka mungkin akan terlihat lebih terang dibandingkan dengan kulit di sekitarnya.

Ruam kulit biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 bulan tanpa bekas luka. Kemudian setelah penyembuhan selesai, warna kulit akan mengalami perubahan. Namun, meskipun luka telah sembuh, sifilis akan tetap bisa menular kepada orang lain.

Gejala Sifilis Ketika Sudah Menyebar ke Seluruh Tubuh

Gejala sifilis sekunder

Saat sifilis sudah menyebar ke seluruh tubuh, kamu mungkin akan mengalami gejala lain, misalnya: 

  • Demam (biasanya tidak lebih dari 38,3 derajat Celsius);
  • Sakit tenggorokan;
  • Tubuh terasa lemah dan tidak nyaman;
  • Penurunan berat badan;
  • Rambut rontok, terutama pada alis, bulu mata, dan kulit kepala;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Leher kaku, sakit kepala, cepat marah, lumpuh, refleks yang tidak sesuai, dan gerakan bola mata tidak teratur.

Pencegahan Sifilis

Nyatanya, tetap setia pada satu pasangan seksual adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan penyakit sifilis. Ini karena sifilis dapat dengan mudah menyebar lewat hubungan seksual. Tak hanya itu, penggunaan kondom saat berhubungan seks juga bisa menjadi langkah pencegahan yang baik. 

Tak hanya itu saja, sifilis atau raja singa juga bisa dicegah dengan membatasi konsumsi alkohol dan narkoba. Sebab, alkohol dan narkoba ini bisa menurunkan kesadaran dan melemahkan akal sehat seseorang. Alhasil, saat seseorang tidak sadarkan diri, risiko mereka untuk melakukan berhubungan seks dengan cara yang tidak aman akan meningkat.

Terakhir, jika kamu sedang hamil, maka pastikan untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin. Saat pemeriksaan rutin kehamilan, dokter kandungan biasanya juga akan melakukan skrining penyakit sifilis. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat trimester pertama kehamilan dan trimester akhir kehamilan.

Tak hanya bagi ibu hamil, skrining sifilis juga perlu dilakukan secara rutin pada kelompok yang memiliki risiko tinggi lainnya. Misalnya, pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki atau para pekerja seks komersial. Pemeriksaan pada kelompok risiko tinggi ini juga sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Kamu juga bisa buat janji di rumah sakit menggunakan Halodoc untuk melakukan skrining sifilis atau pemeriksaan kesehatan lainnya. Dengan menggunakan Halodoc, kamu jadi tak perlu lagi repot antre di rumah sakit. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Syphilis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Syphilis.
WebMD. Diakses pada 2022. Syphilis.