Sifilis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Sifilis

Sifilis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) atau biasa disebut raja singa sebagai nama lainnya. Tanpa penanganan, maka sifilis bisa memberikan komplikasi yang serius. Jika penanganan terhadap sifilis tepat, maka mengobati sifilis untuk sembuh total akan mudah.

Baca juga: Inilah Penyakit Infeksi yang Dapat Dideteksi dengan Tes Skrining

 

Penyebab Sifilis

Sifilis sendiri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat menular. Umumnya, penyebaran akan penyakit sifilis melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui cairan tubuh pengidapnya, yaitu darah selain dari hubungan intim.

Baca juga: Ini 4 Gejala Kamu Terkena Sifilis

 

Gejala Sifilis

Ada lima tahapan untuk gejala penyakit sifilis, yaitu:

  1. Gejala pada Sifilis Primer

Gejala pada kondisi ini umumnya muncul berupa luka dengan 10 hingga 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Pemulihannya memakan waktu sekitar 3 hingga 6 minggu.

  1. Gejala pada Sifilis Sekunder

Sifilis sekunder terjadi beberapa minggu setelah luka menghilang, dengan ruam yang terdapat di bagian tubuh manapun khususnya di telapak tangan dan kaki. Ditambah dengan penyakit flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam umumnya menjadi contoh gejala lain yang dialami pengidap. Segera tangani sifilis sekunder dengan tepat, agar infeksi tak berlanjut ke tahap berikutnya.  

  1. Gejala pada Sifilis Laten

Sifilis laten terjadi tanpa gejala, tapi dalam 12 bulan pertama, infeksi masih bisa menular. Jika tidak ditangani, sifilis laten akan berubah menjadi sifilis tersier.

  1. Gejala pada Sifilis Tersier

Sifilis tersier merupakan sifilis yang paling berbahaya. Gejala yang dialami akan sangat dipengaruhi oleh bagian tubuh mana dimasuki bakteri sifilis. Sifilis tersier memiliki dampak terhadap mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan juga hati. Hal tersebut menyebabkan pengidap akan mengalami kebutaan, penyakit jantung dan juga stroke akibat dari terjadinya infeksi menular seksual tersebut.

  1. Gejala pada Sifilis Kongenital

Jika sifilis terjadi kepada wanita hamil, maka janin wanita tersebut bisa juga tertular. Infeksi bisa ditularkan kepada janin jika seorang wanita hamil mengidap sifilis. Risiko tersebut bisa dikurangi dengan mengobati infeksi sifilis sebelum masa kehamilan mencapai 4 bulan. Jika penanganan dan pengobatan terlambat, ibu hamil tersebut akan terkena komplikasi. Komplikasi yang dimaksud bisa berupa bayi lahir prematur, keguguran, bayi lahir dengan sifilis, dan hilangnya nyawa bayi setelah dilahirkan.

 

Pengobatan Sifilis

Bagi sifilis primer dan sekunder, pengobatan dapat dilakukan dengan penisilin melalui pemberian suntikan dengan biasanya dilakukan selama kurang lebih 14 hari. Untuk sifilis tersier dan sifilis pada wanita hamil, waktu pengobatan akan lebih lama dan menggunakan antibiotik yang diberikan melalui infus. Pengidap sifilis akan menjalani tes darah untuk memastikan agar infeksi telah sembuh dengan total, setelah menjalani pengobatan antibiotik.

 

Pencegahan Sifilis

Cara agar terhindar dari penyakit sifilis, yaitu:

  • Menghindari alkohol dan obat-obat terlarang;

  • Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual;

  • Berhenti untuk melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama;

  • Secara terbuka mendiskusikan riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan; dan

  • Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Sifilis yang Ditularkan dari Hubungan Intim

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu melalui Halodoc.

Referensi:
NHS.uk (Diakses pada 2019). Syphilis 
WebMD (Diakses pada 2019). What Is Syphillis? What Cause it?
Diperbarui pada 12 Agustus 2019