• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Jenis Imunisasi 18 Bulan yang Perlu Anak Dapatkan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Jenis Imunisasi 18 Bulan yang Perlu Anak Dapatkan

Catat, Ini Jenis Imunisasi 18 Bulan yang Perlu Anak Dapatkan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 20 September 2022

“Memasuki usia 18 bulan, anak perlu mendapatkan imunisasi lanjutan. Jenis imunisasi ini bisa didapatkan di rumah sakit, klinik, puskesmas maupun posyandu.”

Catat, Ini  Jenis Imunisasi 18 Bulan yang Perlu Anak DapatkanCatat, Ini  Jenis Imunisasi 18 Bulan yang Perlu Anak Dapatkan

Halodoc, Jakarta – Saat dalam kandungan, ibu memberikan antibodi yang dibuat oleh tubuh untuk melawan penyakit. Antibodi tersebut kemudian bekerja secara alami setelah bayi dilahirkan. Anak yang disusui juga mendapatkan lebih banyak antibodi dalam ASI. 

Namun, perlindungan ini sifatnya hanya sementara dan imunitas anak akan dituntut untuk berkembang sendiri. Nah, selama masa perkembangan ini, anak rentan terhadap infeksi. Itu sebabnya, mereka butuh perlindungan lebih melalui imunisasi. 

Jenis Imunisasi untuk Anak Berusia 18 Bulan

Saat memasuki 18 bulan, anak membutuhkan imunisasi DPT-HB-HiB lanjutan dan booster polio. Pemberian imunisasi  lanjutan ini masih bisa diberikan dalam rentang usia 18 hingga 36 bulan.

Imunisasi DPT (difteri, pertussis, tetanus), merupakan vaksin kombinasi yang memberi perlindungan terhadap tiga penyakit berbahaya tersebut. Difteri adalah infeksi serius pada tenggorokan yang bisa menyumbat saluran napas dan menyebabkan masalah pernapasan yang parah. 

Tetanus adalah penyakit saraf akibat racun bakteri yang mengontaminasi luka. Sementara itu, pertusis atau batuk rejan adalah penyakit pernapasan yang bisa menyebabkan batuk parah pada anak.

Vaksin hepatitis B (HB) berfungsi mencegah infeksi virus hepatitis B. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B. Setelah menginfeksi tubuh, virus hepatitis dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti sirosis dan kanker hati.

Sedangkan HiB adalah imunisasi untuk mencegah infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe B (HiB). Mengutip dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Haemophilus influenza tipe B (HiB) adalah bakteri yang menyebabkan beberapa penyakit berbahaya, seperti pneumonia dan meningitis.

Sementara imunisasi polio bertujuan mencegah penyakit polio yang sangat menular dan menyebabkan kelumpuhan permanen.

Tips Menangani Efek Imunisasi pada Anak

Setelah imunisasi, Si Kecil umumnya mengalami beberapa efek samping yang sifatnya ringan dan sementara. Berikut adalah tips untuk mengelola efek samping setelah imunisasi:

1. Demam

Tanyakan pada dokter mengenai obat penurun demam jika anak mendapatkan imunisasi yang berisiko menyebabkan demam. Hindari memberikan aspirin untuk anak di usia 18 tahun. Pasalnya, aspirin dapat meningkatkan risiko penyakit langka seperti Sindrom Reye.

2. Pembengkakan, kemerahan atau nyeri

Kompres dengan kain basah dingin di area pembengkakan. Jika bengkak dirasa sangat mengganggu, segera diskusikan dengan dokter. 

3. Rewel 

Kadang-kadang bayi mungkin merasa lelah, mudah marah, dan tidak mau makan beberapa jam setelah imunisasi. Pegang dan peluk anak saat dibutuhkan dan jaga suhu ruangan pada tingkat yang nyaman.

4. Perhatikan reaksi alergi parah 

Reaksi alergi parah setelah imunisasi sangat jarang terjadi. Biasanya, tim medis akan meminta orangtua dan anak untuk tetap tinggal selama 15 menit untuk memantau efek dari imunisasi. Tujuannya agar reaksi alergi bisa segera ditangani. 

Jika ibu punya pertanyaan lain seputar masalah kesehatan anak, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab pertanyaan sekaligus memberikan solusi terbaik. Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2022. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2022. Vaksin Kombinasi.
Queensland Government. Diakses pada 2022. Immunization is important for children.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2022. Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak Indonesia.
Kids Health. Diakses pada 2022. Your Child’s Immunizations.