Cegah Laringitis, Perlukah Vaksinasi Flu?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cegah Laringitis, Perlukah Vaksinasi Flu?

Halodoc, Jakarta - Laring menjadi tempat melekatnya pita suara, organ penting yang membantu kamu berbicara. Peradangan pada bagian ini menyebabkan kamu mengalami laringitis. Gejala utamanya tentu saja terjadi masalah pada kemampuan berbicara, suara berubah menjadi serak, bahkan menghilang. Infeksi bakteri atau virus menjadi penyebab utamanya, biasanya disertai penggunaan pita suara yang terlalu berlebihan. 

Pita suara adalah organ yang berupa tulang rawan dan otot dengan lapisan membran mukosa. Organ ini melakukan gerakan buka tutup secara halus untuk menghasilkan suara melalui gerakan udara dan getaran. Getarannya bisa menghasilkan suara, teriakan, bisikan, dan nyanyian. 

Perlukah Dilakukan Vaksinasi Flu untuk Mencegah Laringitis?

Penyebab laringitis bisa saja karena infeksi virus, bakteri, dan iritasi atau peradangan pada laring. Sebagian besar terjadinya karena adalah infeksi virus yang sama seperti virus yang menjadi penyebab kamu mengalami penyakit flu. Meski begitu, ada pula laringitis yang terjadi karena infeksi bakteri jenis difteria. Namun, kondisi ini jarang terjadi karena adanya vaksin. 

Baca juga: Awasi Penyebab Laringitis yang Menyerang Tenggorokan

Laringitis sendiri bisa bersifat akut maupun kronis. Jika laringitis bersifat kronik, durasi kamu terinfeksi adalah lebih dari tiga minggu. Penyebabnya bukan karena infeksi atau peradangan, melainkan karena pola hidup yang tidak baik, termasuk merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, menggunakan suara berlebihan, paparan zat kimia yang tidak sehat, hingga sinusitis dan bronkitis yang bersifat kronik. 

Lalu, apakah perlu dilakukan vaksinasi flu untuk mencegah laringitis? Sebenarnya, peradangan pada laring atau laringitis karena infeksi virus umumnya tidak terlalu berbahaya. Peradangan pada pita suara membaik dengan sendiri dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Kurangi konsumsi alkohol dan merokok, kurangi juga penggunaan pita suara yang berlebihan, dan perbanyak konsumsi air putih.  

Baca juga: Radang Pita Suara, Inilah Faktor Risiko Laringitis

Kamu disarankan untuk banyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Makanan sehat ini memiliki kandungan vitamin A, C, dan E yang membantu menghasilkan mukus pada membran, sehingga infeksi pada pita suara atau laring pun bisa dicegah. Jangan lupa, jangan terlalu banyak konsumsi makanan pedas, berlemak, dan berminyak. Bahkan, hindari saja kalau memang diperlukan. 

Gejala Laringitis

Sebenarnya, apa saja gejala yang dikenali ketika terjadi laringitis? Selain pita suara meradang dan membuat kamu menjadi sulit bicara, suara serak dan menjadi parau, gejala lainnya bisa berupa rasa gatal pada tenggorokan yang diikuti dengan kering dan nyeri, dan batuk kering yang cukup menyakitkan. Jika laringitis bersifat kronis, bisa muncul benjolan atau polip di bagian pita suara. 

Pengobatan Laringitis

Jangan paksakan untuk bicara jika kamu sedang mengalami laringitis, karena hal itu justru membuat pita suara kamu semakin rusak. Kalau kamu merasa gangguan kesehatan ini sudah membuat tidak nyaman, segera saja buat janji dengan dokter langganan di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Biasanya, dokter akan memberikan obat berupa antibiotik dan kortikosteroid. 

Pemberian antibiotik dilakukan jika laringitis yang kamu alami terjadi karena infeksi bakteri. Sementara itu, obat kortikosteroid membantu meringankan peradangan, sehingga pembengkakan pun akan mereda. Kalau untuk laringitis yang terjadi karena infeksi virus, biasanya tidak diperlukan pengobatan khusus karena dapat membaik dengan sendirinya jika flu yang kamu alami juga membaik. 

Baca juga: Mengidap Laringitis, Tubuh akan Mengalami Ini



Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Laryngitis.
Columbia University Irving Medical Center. Diakses pada 2019. Laryngitis: Acute or Chronic.
NHS Choice UK. Diakses pada 2019. Laryngitis.