Mengidap Laringitis, Tubuh akan Alami Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Laringitis, Tubuh akan Alami Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami suara serak yang berlangsung lama? Kamu harus waspada, apabila gejala suara serak muncul bersamaan dengan nyeri tenggorokan, batuk, demam, atau bahkan mengalami kehilangan suara sama sekali. Semua ini adalah hal yang terjadi saat kamu mengidap laringitis, yakni peradangan yang menyerang laring atau kotak pita suara di dalam tenggorokan.

Gejala penyakit ini bisa muncul mendadak dan memburuk selama dua sampai tiga hari. Namun jangan khawatir, pada banyak kasus, kondisi ini bisa pulih dalam waktu satu minggu tanpa pengobatan. Kecuali jika kondisi ini tidak mengalami perbaikan, maka kamu wajib segera menemui dokter. Buat janji dengan dokter kini lebih mudah menggunakan aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Harus Tahu Infeksi Jamur yang Bisa Sebabkan Suara Serak

Apa Saja Jenis dan Penyebab Laringitis?

Laringitis adalah kondisi yang umum terjadi. Namun, berdasarkan rentang waktu timbulnya gejala, laringitis dibagi dua jenis, yaitu:

  • Laringitis jangka pendek (akut). Hal yang dapat muncul akibat infeksi virus atau bakteri, serta pita suara yang menegang.

  • Laringitis jangka panjang (kronis). Kondisi umum yang muncul akibat sinusitis kronis, reaksi alergi, iritasi dari asam lambung, asap rokok, atau minuman keras.

Terjadinya radang atau pembengkakan pada laring disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Gangguan pada Pita Suara. Biasanya gangguan muncul saat adanya getaran yang melebihi batas ketahanan. Ini bisa terjadi pada orang yang sering berteriak, atau bernyanyi dengan suara yang tinggi. Selain itu, batuk berkepanjangan dan cedera fisik juga bisa menyebabkan kerusakan pita suara. 

  • Infeksi. Beberapa penyebab infeksi yang dapat berujung laringitis adalah virus, bakteri, dan jamur. Virus yang umum menyebabkan laringitis adalah virus influenza. Dari golongan bakteri salah satunya adalah bakteri penyakit difteri. Sedangkan dari jenis jamur adalah jamur Candida yang juga menyebabkan sariawan. Infeksi jamur dan bakteri pada kasus laringitis jarang terjadi dibandingkan infeksi virus. Infeksi jamur rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat efek samping obat kortikosteroid, kemoterapi, atau akibat penyakit HIV/AIDS.

  • Reaksi Alergi. Kondisi ini biasanya akibat paparan suatu zat kimia atau bahkan debu.

  • Gangguan Lambung. Saat asam lambung naik ke tenggorokan lewat kerongkongan pada kasus penyakit refluks gastroesofageal (GERD), ini menyebabkan tenggorokan mengalami iritasi. 

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Suara Serak

Bagaimana Langkah Tepat Mengatasi Laringitis?

Laringitis akut membaik sendirinya dalam waktu satu minggu atau lebih. Tindakan perawatan mandiri dapat membantu memperbaiki gejala. Sedangkan perawatan laringitis kronis ditujukan untuk mengobati penyebab yang mendasarinya, seperti mual, merokok atau penggunaan alkohol yang berlebihan. Sementara itu, obat-obatan yang digunakan dalam beberapa kasus meliputi:

  • Antibiotik. Pada hampir semua kasus laringitis, antibiotik tidak berguna karena penyebabnya biasanya virus. Jika kondisi ini karena infeksi bakteri, dokter dapat merekomendasikan antibiotik.

  • Kortikosteroid. Terkadang, kortikosteroid membantu mengurangi peradangan pita suara. Namun, perawatan ini digunakan ketika ada kebutuhan mendesak untuk mengobati radang tenggorokan, misalnya, ketika kamu perlu menggunakan suara untuk menyanyi atau memberikan pidato atau presentasi lisan. Dalam beberapa kasus, pengobatan ini diberikan ketika balita mengidap laringitis yang terkait croup.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini saat Mengalami Laringitis

Adakah Perawatan di Rumah yang Bisa Bantu Atasi Laringitis?

Terdapat beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang diterapkan untuk meringankan gejala laringitis dan mengurangi ketegangan pada pita suara. Caranya yaitu:

  • Hirup udara lembap. Gunakan pelembap udara untuk menjaga udara di seluruh rumah atau kantor tetap lembap. Tarik napas uap air dari mangkuk air panas atau mandi air panas.

  • Istirahatkan suara sebanyak mungkin. Hindari berbicara atau bernyanyi terlalu keras atau terlalu lama. Jika kamu perlu berbicara di depan kelompok besar, coba menggunakan mikrofon atau megafon.

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi (hindari alkohol dan kafein).

  • Lembapkan tenggorokan. Coba untuk mengisap tablet hisap, berkumur dengan air garam atau mengunyah permen karet.

  • Hindari dekongestan. Obat-obatan ini dapat mengeringkan tenggorokan.

  • Hindari berbisik. Ini membuat suara jadi lebih tegang daripada ucapan normal.