Cegah Neutropenia dengan Lakukan 7 Langkah Pencegahan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
cara mencegah neutropenia, manfaat mencuci tangan, gangguan sel darah putih, gangguan neutrofil

Halodoc, Jakarta - Neutropenia merupakan kondisi abnormal pada neutrofil. Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang mencegah infeksi bakteri. Pada tubuh pengidap neutropenia, jumlah neutrofil dalam darah sangat rendah. Neutrofil  merupakan sel dalam sistem imun yang menyerang bakteri dan organisme lain saat memasuki tubuh seseorang. Sumsum tulang membuat sel neutrofil ini menuju aliran darah dan bergerak ke area tubuh yang terinfeksi. Neutrofil akan melepaskan zat kimia untuk membunuh bakteri atau organisme yang menyerang tubuh.

Pada orang dewasa, terdapat kurang dari 1.500 neutrofil per mikroliter darah, dan dikategorikan sebagai neutropenia. Untuk anak-anak, jumlah sel yang mengindikasikan neutropenia bervariasi sesuai dengan usia. Ada pula beberapa orang yang memiliki jumlah neutrofil di bawah rata-rata, tetapi tidak memiliki risiko infeksi.

Pada kondisi tersebut, neutropenia bukanlah suatu hal yang berbahaya. Neutrofil dengan jumlah kurang dari 1.000 neutrofil per mikroliter dan kurang dari 500 neutrofil per mikroliter dapat tergolong sebagai Neutropenia, yaitu ketika bakteri normal yang terdapat pada mulut dan sistem pencernaan bisa menyebabkan infeksi serius.

Neutrofil dibagi menjadi neutrofil segmen atau tersegmentasi dan banded neutrophils. Neutrofil tipe ini membentuk bagian dari keluarga sel polimorfonuklear (PMN) bersama dengan basofil dan eosinofil.

Baca juga: Neuropati Perifer Lebih Rentan Terjadi pada Wanita, Benarkah?

Kondisi ini dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

  1. Membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, makan, dan selesai menggunakan kamar mandi.
  2. Membersihkan diri setiap hari. Salah satunya dengan mencukur kumis atau jenggot menggunakan pencukur elektronik untuk menghindari luka.
  3. Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan sikat gigi dengan perlahan, supaya rongga mulut tidak terluka.
  4. Hindari keramaian dan orang-orang sekitar yang sedang sakit. Hindari pula air liur, urine, dan kotoran hewan. Minta seseorang untuk membersihkan kandang hewan peliharaanmu secara teratur.
  5. Cuci buah dan sayuran dengan benar. Selain itu, masak daging dan telur hingga matang.
  6. Apabila kamu mengalami konstipasi, hindari menggunakan supositoria atau enema. Penggunaan alat tersebut dapat mengakibatkan luka pada anus dan membuat jamur masuk dan memperparah infeksi.
  7. Rutin menggunakan vaksin untuk flu dan pneumonia. Vaksin untuk flu biasanya diberikan setiap tahun. Sementara itu, vaksin untuk pneumonia diberikan setiap 5 tahun sekali.

Baca juga: Waspada Neuropati Dapat Menyerang Ibu Hamil

Tidak seluruh kondisi neutropenia menunjukkan gejala khusus. Beberapa kasus neutropenia bahkan diketahui pada pemeriksaan darah karena kondisi lain. Apabila muncul gejala, biasanya karena adanya komplikasi atau akibat kondisi penyebab neutropenia. Gejala yang muncul dapat tergolong ringan hingga berat. Semakin rendah tingkat neutrofil, gejala yang muncul dapat semakin berat atau banyak.

Demam merupakan salah satu gejala yang muncul pada keadaan neutropenia, biasanya merupakan salah satu pertanda infeksi. Infeksi yang muncul berupa ruam, abses, atau luka yang tidak segera sembuh. Di samping itu, neutropenia juga dapat berkaitan dengan kondisi lain seperti:

  • Infeksi telinga.
  • Sinusitis.
  • Radang gusi.
  • Pneumonia.

Baca juga: 6 Gejala yang Dapat Mendeteksi Neuropati Perifer

Pada pengidap neutropenia kongenital berat, biasanya akan muncul gejala yang serius karena infeksi bakteri. Infeksi ini bisa menyerang kulit, sistem pencernaan, maupun pernapasan. Apabila kamu mencurigai adanya gejala yang terjadi pada tubuh kamu, segeralah untuk mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.