27 January 2019

Cegukan Tak Kunjung Berhenti? Awas Gejala Penyakit Ini

Cegukan Tak Kunjung Berhenti? Awas Gejala Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta – Cegukan adalah kondisi yang umum muncul setiap kali baru menyelesaikan santap makan. Diafragma hampir selalu berfungsi dengan sempurna. Ketika seseorang menarik napas, diafragma akan tertarik ke bawah untuk membantu menarik udara ke paru-paru. Saat kamu mengeluarkan napas, diafragma akan menjadi rileks dan udara mengalir keluar dari paru-paru kembali melalui hidung dan mulut.

Namun terkadang, ada situasi di mana diafragma mengalami gangguan. Ini terjadi ketika diafragma menarik ke bawah dengan cara tersentak-sentak yang membuat kamu menyedot udara ke tenggorokan secara tiba-tiba. Ketika udara mengalir masuk ke kotak suara, pita suara tiba-tiba menutup dan tersendat.

Beberapa hal yang membuat diafragma mengalami gangguan adalah ketika kamu makan terlalu cepat atau terlalu banyak, terjadi iritasi di perut atau tenggorokan, dan merasa gugup atau bersemangat.

Baca juga: Wajib ke Dokter Jika Alami Cegukan Ini

Hampir semua kasus cegukan hanya berlangsung beberapa menit. Beberapa kasus cegukan dapat berlangsung berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, tetapi ini sangat tidak biasa yang biasanya merupakan tanda masalah medis lain.

Untuk situasi cegukan yang umum, biasanya dapat diatasi dengan menahan napas dan menghitung sampai 10 atau minum air hangat. Menempatkan gula di bawah lidah juga bisa menjadi pilihan. Dan satu lagi adalah mendapat kejutan dari seseorang yang sebenarnya tidak disarankan buat orang yang mengidap gangguan jantung.

Ketika Cegukan Menjadi Tanda Suatu Penyakit

Terkadang cegukan adalah gejala dari masalah kesehatan serius yang mendasarinya. Ini kemungkinan besar terjadi ketika episode cegukan sangat sering terjadi, berlangsung berhari-hari, ataupun terjadi saat tidur.

Banyak gangguan serius yang memengaruhi tenggorokan, kerongkongan, lambung, paru-paru, ataupun otak dapat menyebabkan cegukan. Ini karena refleks yang menyebabkan cegukan dapat dipicu oleh saraf di semua lokasi tersebut.

Cegukan yang tidak umum kerap dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan (steroid, dopamin, azitromisin, cefotetan, benzodiazepine, propofol), kelainan SSP (tumor dan anomali vaskuler, sklerosis, dan kejang multipel), penyakit paru-paru (kanker paru-paru), penyakit lambung dan kanker kerongkongan (GERD, herpes esofagitis), volvulus lambung, dan kondisi kelainan jantung (infark miokard, cedera kepala, alat pacu jantung), masalah psikologis, seperti histeria, syok, ketakutan dan gangguan kepribadian, kelainan hati, serta gangguan ginjal.

Baca juga: Begini 8 Cara Simpel Atasi Cegukan

Ketika orangtua merasa ada yang aneh dengan cegukan anak maka hal-hal yang harus diperhatikan orangtua adalah:

  • Ketika apa anak mendapat cegukan?

  • Berapa lama episode cegukan ini bertahan?

  • Apakah anak baru saja makan sesuatu yang panas atau pedas?

  • Apakah anak baru saja minum-minuman berkarbonasi?

  • Apakah anak pernah terpapar asap?

  • Apa yang dilakukan orangtua untuk meredakan cegukan?

  • Seberapa efektif upaya tersebut?

  • Apakah cegukan berhenti untuk sementara waktu dan kemudian memulai lagi?

  • Apakah anak memiliki gejala lain?

Baca juga: 2 Tips Mengatasi Cegukan pada Bayi

Ada baiknya orangtua memeriksakan anak ke dokter ketika cegukan sangat sering terjadi, bertahan selama lebih dari 24 jam, ataupun mengganggu kegiatan anak. Apalagi kalau anak punya persoalan dengan upaya menambah berat badan, memiliki gejala GERD, atau memiliki gejala kemungkinan gangguan medis yang mendasari tenggorokan, kerongkongan, perut, paru-paru, dan otak.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai gejala penyakit yang bisa menyertai cegukan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.