• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Seks Oral Berisiko Picu Kanker Tenggorokan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Seks Oral Berisiko Picu Kanker Tenggorokan?

Cek Fakta: Seks Oral Berisiko Picu Kanker Tenggorokan?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 September 2021

“Seks oral faktanya bisa menjadi penyebab utama kanker tenggorokan. Oleh sebab itu, batasi pasangan seksual dan hindari kebiasaan merokok untuk menurunkan risikonya.”

Cek Fakta: Seks Oral Berisiko Picu Kanker Tenggorokan?

Halodoc, Jakarta – Kanker tenggorokan seringkali dikaitkan dengan kebiasaan merokok, minum alkohol atau kurang menjaga kesehatan mulut. Namun, nyatanya tak sedikit kasus kanker tenggorokan yang disebabkan oleh human papiloma virus (HPV). HPV adalah jenis virus yang paling sering menyebabkan kanker serviks melalui hubungan seksual. 

Virus menular seksual ini ternyata juga bisa menjadi penyebab utama kanker tenggorokan dan menyebar dari orang ke orang melalui seks oral. Melansir dari laman Cleveland Clinic, ahli bedah kepala dan leher Brandon Prendes, MD, mengatakan bahwa penelitian saat ini menunjukkan bahwa HPV berhubungan langsung dengan beberapa kasus kanker tenggorokan. 

Baca juga: Ketahui Fakta Mengenai Kanker Tenggorokan

Fakta, Seks Oral Bisa Memicu Kanker Tenggorokan

Menurut dokter Prendes, risiko penularan HPV melalui seks oral akan semakin meningkat apabila orang tersebut punya banyak pasangan seks oral. Apabila perilaku ini diiringi dengan kebiasaan merokok, maka risiko kanker tenggorokan bisa bertambah berkali-kali lipat. Kebiasaan merokok bahkan dapat menurunkan respons terhadap pengobatan pada pengidap kanker tenggorokan akibat HPV.

Kanker tenggorokan yang disebabkan oleh HPV sebenarnya lambat berkembang. Meskipun cenderung lambat, tapi penyebaran ke organ lainnya bisa sangat cepat. Kanker tenggorokan umumnya menyebar dengan cepat ke kelenjar getah bening. Ini karena, tubuh memiliki respon imun di lokasi kelenjar getah bening. Itu sebabnya, saat kanker mencapai daerah ini, kelenjar menjadi bengkak dan sedikit menonjol. 

Karena alasan tersebut, kanker tenggorokan sering didiagnosis ketika sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi kanker di kemudian hari. Dokter Prendes menyatakan, kanker tenggorokan akibat HPV merespon baik terhadap pembedahan dan radiasi.  Sebanyak 90-95 persen kasus kanker yang terdiagnosis dini memiliki tingkat kelangsungan hidup bebas penyakit selama lima tahun. 

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Tenggorokan

Langkah Pencegahan Kanker Tenggorokan Akibat HPV

Meskipun kanker tenggorokan memiliki respon yang baik terhadap pembedahan dan radiasi, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah pencegahan kanker tenggorokan yang perlu kamu lakukan:

  • Batasi jumlah pasangan seksual seumur hidup. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, risiko kanker tenggorokan akan semakin meningkat pada individu yang punya banyak pasangan seksual. 
  • Lakukan vaksinasi. Walaupun tidak mencegah sepenuhnya, tetapi vaksinasi tetap dapat menurunkan risiko kanker akibat HPV.  
  • Skrining rutin. Penting untuk melakukan skrining rutin untuk mendeteksi kanker lebih awal. Dokter biasanya akan meraba leher, memeriksa mulut sampai tenggorokan.
  • Kunjungi dokter gigi. Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur karena dokter gigi sering kali menjadi dokter pertama yang melihat kelainan pada lidah dan amandel.
  • Batasi merokok dan alkohol. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko segala jenis kanker. 

Waspadai Gejala Kanker Tenggorokan

Gejala kanker tenggorokan terkait HPV sering kali diabaikan. Padahal, deteksi sedini mungkin dapat memaksimalkan pengobatan dan meningkatkan peluang kesembuhan. Berikut gejala kanker tenggorokan yang perlu kamu ketahui:

  • Pembengkakan di bagian leher.
  • Sakit telinga.
  • Sakit saat menelan, seperti ada sesuatu yang tersangkut di bagian belakang tenggorokan.
  • Mendengkur.
  • Penurunan berat badan.
  • Kesulitan makan.
  • Perubahan vokal (suara serak).
  • Sakit tenggorokan.

Baca juga: Sering Konsumsi Minuman Panas Sebabkan Kanker Tenggorokan, Benarkah?

Jangan tunda untuk memeriksakan diri bila mengalami gejala-gejala di atas. Sebelum mengunjungi dokter, kini kamu bisa membuat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Praktis dan mudah sekali bukan? Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2021. Can oral sex give you cancer?.