• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • COVID-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Ini Alasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • COVID-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Ini Alasannya

COVID-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Ini Alasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 November 2022

“Pengidap COVID-19 yang parah berisiko tinggi mengalami gagal ginjal. Sebab, virus tersebut bisa menginfeksi langsung sel-sel ginjal maupun menyebabkan dampak yang bisa menurunkan fungsi organ penting tersebut.”

COVID-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Ini AlasannyaCOVID-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 masih belum berakhir dan kita masih tetap perlu mewaspadainya. Pasalnya, virus berbahaya tersebut bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Salah satunya adalah gagal ginjal.

Ya, tidak hanya menyerang pernapasan, virus corona jenis terbaru ini juga bisa menyebabkan dampak buruk pada organ tubuh lainnya, termasuk ginjal. Dan bila seseorang sudah memiliki penyakit ginjal, ada kemungkinan virus tersebut bisa memperparah penyakitnya.

Alasan COVID-19 Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Beberapa orang yang mengalami COVID-19 yang parah menunjukkan tanda-tanda kerusakan ginjal, bahkan pada mereka yang tidak memiliki masalah ginjal sebelumnya. Tanda-tanda kerusakan ginjal tersebut, antara lain tingginya kadar protein atau darah dalam urine dan kinerja darah yang tidak normal.

Penelitian menunjukkan bahwa hingga setengah dari orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19, mengalami cedera ginjal akut. Itu adalah kasus kerusakan ginjal yang tiba-tiba, dan dalam beberapa kasus yang parah, gagal ginjal bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari. Kondisi Ini menyebabkan limbah menumpuk di dalam darah dan bisa berakibat fatal. 

Dampak COVID-19 pada ginjal sangatlah kompleks. Nah, berikut adalah beberapa kemungkinan alasan yang sedang dipelajari oleh para dokter dan peneliti:

1. Virus menyerang ginjal

Salah satu alasan COVID-19 bisa menyebabkan gagal ginjal adalah karena virus ini bisa menginfeksi sel-sel ginjal. Sel-sel ini memiliki reseptor yang memungkinkan virus corona baru untuk menempel padanya, menyerang dan berkembang biak, sehingga akhirnya merusak jaringan tersebut. 

Reseptor yang sama juga ditemukan pada sel paru-paru dan jantung, lokasi di mana virus corona baru terbukti menyebabkan kerusakan.

2. Minim oksigen sebabkan ginjal tidak berfungsi

Pada tingkat yang parah, COVID-19 bisa menyebabkan pneumonia yang akan menurunkan kadar oksigen dalam darah hingga batas tidak normal. 

Nah, ginjal yang tidak mendapatkan oksigen yang cukup, tidak bisa berfungsi dengan baik, sehingga fungsi organ tersebut akan menurun.

3. Badai sitokin bisa merusak jaringan ginjal

Reaksi tubuh terhadap infeksi virus corona mungkin juga bertanggung jawab terhadap berkembangnya gagal ginjal. Respon imun terhadap COVID-19 bisa menjadi ekstrem pada beberapa orang, yang berujung pada kondisi yang disebut badai sitokin.

Ketika itu terjadi, sistem kekebalan mengirimkan aliran sitokin ke dalam tubuh. Sitokin adalah protein kecil yang membantu sel berkomunikasi saat sistem kekebalan melawan infeksi. Namun, masuknya sitokin dalam jumlah besar yang tiba-tiba ini bisa menyebabkan peradangan parah. 

Dalam upaya membunuh virus yang menyerang, reaksi peradangan ini dapat merusak jaringan sehat, termasuk ginjal.

4. Pembekuan darah yang mungkin menyumbat ginjal

Ginjal seperti filter yang menyaring racun, kelebihan cairan dan produk limbah dari tubuh. COVID-19 bisa menyebabkan gumpalan kecil terbentuk di aliran darah, yang bisa menyumbat pembuluh darah terkecil di ginjal dan merusak fungsinya.

Waspadai Gejalanya

Baik yang memiliki masalah ginjal atau tidak, kamu perlu mewaspadai risiko gagal ginjal bila mengalami COVID-19 yang parah. Beberapa orang tidak mengalami gejala saat mengalami cedera ginjal akut, tapi penyakit tersebut bisa menimbulkan tanda-tanda berikut:

  • Buang air kecil sedikit.
  • Pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, dan sekitar mata.
  • Kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Merasa bingung.
  • Mual.
  • Kejang atau koma.
  • Tekanan atau nyeri dada.

Meski begitu, bukan berarti kasus gagal ginjal akut yang sudah menelan ratusan korban anak Indonesia disebabkan oleh COVID-19. Penyebab kasus tersebut sudah dipastikan, yaitu obat yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Namun, mengingat COVID-19 bisa menyebabkan gagal ginjal, penting bagi kamu untuk sangat mewaspadai penyakit tersebut. Mendapatkan vaksinasi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan kombinasi cara yang efektif untuk mencegah COVID-19. 

Bila kamu atau keluarga memiliki penyakit ginjal, penting untuk mengonsumsi obat dan menjalani perawatan secara teratur.

Untuk cek obat dan vitamin yang kamu butuhkan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, tinggal order lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. 

Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Coronavirus: Kidney Damage Caused by COVID-19.
WebMD. Diakses pada 2022. COVID-19 and Your Kidneys: What You Should Know.
CNN. Diakses pada 2022. IDAI: Covid-19 Juga Bisa Sebabkan Gagal Ginjal