28 September 2018

Daging Tumbuh di Kulit Bisa Jadi Pertanda Kanker

daging tumbuh,tanda kanker,daging tumbuh tanda kanker,lipoma,kista,melanoma

Halodoc, Jakarta – Kamu tidak perlu kaget dulu ketika melihat ada benjolan atau daging tumbuh karena itu belum tentu tumor atau kanker. Tidak semua daging tumbuh di kulit itu berbahaya. Daging tumbuh ini bertekstur lembut, bergelambir, dan berwarna seperti daging atau sedikit lebih gelap.

Semua orang bisa memiliki daging tumbuh. Namun, umumnya daging tumbuh terjadi pada orang dewasa, lansia, sering bergesekan, dan juga orang yang mengalami obesitas atau diabetes. Pertumbuhan kulit jinak ini sering muncul setelah usia pertengahan.

Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa yang jadi penyebab daging tumbuh ini. Daging tumbuh bisa memiliki tangkai kecil yang terhubung dengan permukaan kulit. Pertumbuhan kulit ini biasanya tidak menimbulkan nyeri, tidak bisa membesar, dan tidak menunjukkan perubahan tertentu.

Perlu diketahui, tidak selamanya daging tumbuh merupakan hal yang berbahaya. Daging tumbuh di kulit perlu diperhitungkan lokasinya karena beberapa penyakit kulit memiliki lokasinya. Selain itu, beberapa penyakit kulit memiliki lokasi yang khas seperti mata ikan.

Mata ikan hanya dapat tumbuh pada kaki yang sering mendapatkan tekanan dan gesekan terus menerus. Sementara daging tumbuh di punggung atau wajah bisa disebabkan oleh:

1. Lipoma yakni benjolan berisi lemak.

2. Kista yakni benjolan berisi air.

3. Melanoma yakni kanker kulit.

Daging tumbuh ini biasanya memiliki ukuran kecil yakni sekitar 2-5 milimeter dan dapat membesar. Daging tumbuh bisa muncul di bagian tubuh mana saja, seperti ketiak, paha, kelopak mata, leher, dada, di bawah payudara, dan juga di bawah lipatan bokong. Namun, lebih sering tumbuh di area ketiak dan leher.

Daging tumbuh terbentuk dari jaringan serat kolagen yang telah mengendur dan pembuluh darah yang dikelilingi oleh kulit.

Terbentuknya daging tumbuh diduga dipicu oleh seringnya gesekan kulit dengan pakaian atau bagian tubuh tertentu. Pada umumnya, daging tumbuh memiliki warna yang serupa dengan warna kulit kamu. Namun, bagian ini bisa saja berwarna lebih gelap.

Meskipun sering dianggap mirip dengan kutil, tetapi faktanya mereka berbeda. Daging kutil cenderung memiliki tekstur yang agak kasar, sedangkan daging tumbuh tidak. Selain itu, daging tumbuh seperti benjolan, sedangkan kutil tidak.

Pengobatan Daging Tumbuh

Pada dasarnya, langkah untuk menyembuhkan daging tumbuh tergantung dari penyebabnya. Apabila disebabkan oleh infeksi sehingga menimbulkan nanah dan abses, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik.

Tidak semua daging tumbuh harus dioperasi, tergantung dari karakteristik dan penyebabnya, serta apakah dirasakan mengganggu atau tidak. Hindari memencet atau mengikis daging tumbuh karena dapat berisiko terjadinya infeksi serta komplikasi lainnya yang tidak diinginkan.

Daging tumbuh yang berukuran sangat kecil, biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika berukuran lebih besar, kamu memerlukan bantuan dokter spesialis kulit untuk menghilangkannya.

Berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan daging tumbuh yang harus kamu ketahui, antara lain:

1. Ligase, dengan benang bedah untuk memotong aliran darah menuju jaringan daging tumbuh.

2. Krioterapi atau terapi beku, dengan membekukan daging tumbuh menggunakan nitrogen cair.

3. Operasi pengangkatan, dengan memotong daging tumbuh menggunakan gunting atau pisau bedah.

4. Bedah listrik, dengan membakar jaringan pada daging tumbuh menggunakan energi listrik berfrekuensi tinggi.

Perlu diketahui, daging tumbuh bukanlah sesuatu yang menular. Namun, daging tumbuh dapat muncul kembali meskipun telah dihilangkan dengan beberapa cara yang sudah dijelaskan di atas.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, diskusikan kondisimu dengan dokter kulit di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu akan mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter. Konsultasi menjadi lebih praktis via Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: