18 April 2018

Mata Ikan, Enggak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah

Mata Ikan, Enggak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah

Halodoc, Jakarta – Muncul benjolan di kaki dan terasa sakit saat berjalan? Hati-hati, bisa jadi kakimu sudah terinfeksi oleh penyakit mata ikan. Penyakit yang kerap disebut dengan “kutil” ini memang lebih sering menyerang kaki, tetapi anggota tubuh lainnya seperti tangan atau wajah pun bisa turut terinfeksi.

Lalu, apa sih sebenarnya penyebab mata ikan itu? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Munculnya Mata Ikan

Clavus (istilah medis untuk penyakit mata ikan), merupakan penebalan pada bagian kulit yang mengalami gesekan dan tekanan berulang kali. Mata ikan memiliki ciri keras di bagian tengahnya tetapi berukuran lebih kecil dibandingkan dengan kapalan. Ciri khas penyakit ini adalah munculnya peradangan kulit pada luka.

Infeksi virus human papillomavirus (HPV) adalah penyebab mata ikan yang paling utama. Celakanya, HPV menjadi virus yang sama yang menyebabkan penyakit kanker serviks pada wanita. Meskipun demikian, virus ini memiliki banyak jenis, dan tentu saja HPV penyebab penyakit mata ikan dan kanker serviks jenisnya berbeda.

Biasanya, penyakit mata ikan lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena wanita lebih sering menggunakan sepatu yang tertutup dengan model yang kurang nyaman untuk dipakai beraktivitas, seperti sepatu berhak tinggi. Memakai sepatu tanpa kaos kaki pun bisa memicu munculnya mata ikan. Sementara itu, munculnya mata ikan di bagian tangan disebabkan karena terlalu sering memainkan alat musik atau perkakas menggunakan tangan.

Baca juga: Hati-Hati Pilih Alas Kaki agar Tak Kena Mata Ikan

Gejala Penyakit Mata Ikan

Gejala awal penyakit mata ikan yang sering muncul adalah kulit menjadi tebal dan keras serta menonjol. Pada beberapa kasus, kulit yang terkena mata ikan juga akan tampak berminyak, kering, hingga bersisik. Saat ditekan, kulit yang terkena mata ikan akan menimbulkan rasa nyeri. Lama kelamaan, terjadi peradangan kulit pada luka. Inilah yang membedakan penyakit mata ikan dan kapalan.

Penyakit Mata Ikan, Menularkah?

Seperti halnya kutu air, penyakit mata ikan bisa tertular jika bagian kulit yang terluka pecah atau rusak akibat gesekan dan garukan, Oleh karena itu, pengidap penyakit mata ikan harus menggunakan alas kaki saat berjalan meskipun di dalam rumah, agar virus HPV tidak mengkontaminasi lantai yang dipijaknya. Karena ini bisa menyebabkan menyebarnya virus ke orang lain.

Mengobati Penyakit Mata Ikan

Mata ikan memang mengganggu kenyamanan kaki, terutama saat berjalan. Namun, penyakit yang satu ini bisa disembuhkan, kok. Berikut beberapa alternatif yang sering digunakan oleh pengidap mata ikan:

  • Mengoleskan salep yang mengandung asam salisilat pada bagian kaki atau anggota tubuh lainnya yang terkena mata ikan. Asam salisilat memiliki fungsi untuk melunakkan lapisan kulit sehingga mudah dibersihkan. Oleh karena itu, obat krim ini banyak digunakan untuk mengobati mata ikan dan kapalan. Meskipun demikian, pemakaian asam salisilat tidak dianjurkan untuk orang yang memiliki penyakit diabetes. Hal ini disebabkan karena sifat asamnya yang justru akan merusak kulit, bahkan hingga ke saraf .
  • Menggunakan terapi imun yang dilakukan dengan menyuntik luka mata ikan dengan cairan antigen. Selain itu, kamu juga bisa melakukan vaksin khusus untuk virus HPV.
  • Melakukan operasi ringan berupa kuret atau pengambilan kutil. Cara ini banyak dipilih oleh para pengidap mata ikan. Meskipun demikian, melakukan kuret akan menimbulkan rasa sakit, sehingga diperlukan bius lokal.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

 

Demikian tadi informasi seputar penyebab mata ikan yang perlu diketahui. Jika kamu sedang mengalaminya dan membutuhkan saran dokter, download saja aplikasi Halodoc, karena lewat aplikasi ini, kamu bisa menanyakan semua masalah kesehatan tanpa perlu berkunjung. Tak hanya itu, aplikasi Halodoc juga bisa kamu gunakan untuk membeli obat mata ikan atau obat lainnya cukup dengan bermodal ponsel. Yuk, basmi mata ikan dan selalu jaga kesehatan!