Awas, Ini Dampak Gangguan Jantung Bradikardia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Ini Dampak Gangguan Jantung Bradikardia

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami jantung berdetak lebih lambat dari biasanya? Bila pernah, rasanya kamu mesti harap-harap cemas. Sebab, kondisi ini bisa saja menandai adanya gangguan jantung bradikardia.

Detak jantung seseorang sebenarnya memang dipengaruhi oleh usia dan aktivitas hariannya. Contohnya, orang yang sedang bersantai tentunya memiliki detak jantung yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang usai berolahraga. 

Nah, yang mesti diketahui, bila jumlah denyut jantung yang berlebihan atau berdetak lebih lambat dari biasanya bisa menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh. 

Lantas, apa jadinya bila jantung berdetak lebih lambat dari biasanya? Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan bradikardia. Seseorang yang mengidapnya umumnya tak merasakan keanehan atau gejala.  Namun,  bila lambatnya detak jantung sering terjadi dan diiringi gangguan irama jantung, ini yang mesti diperhatikan. Sebab, kondisi ini bisa berdampak pada organ dan jaringan tubuh lain yang tidak terpenuhi pasokan darah. 

Kembali ke pertanyaan di atas, kira-kira apa dampaknya bila bradikardia bagi tubuh? 

Baca juga: Harus Tahu, Fakta-Fakta Penting Mengenai Bradikardia

Dari Sesak Napas hingga Pingsan

Seperti penjelasan di atas, umumnya bradikardia tak menimbulkan gejala. Namun, sebagian kasusnya bisa berbeda alias menimbulkan berbagai keluhan pada pengidapnya. Misalnya: 

  • Sesak napas.

  • Kelelahan.

  • Linglung atau masalah pada ingatan. 

  • Pusing.

  • Nyeri pada dada.

  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik.

  • Kelemahan.

  • Hampir pingsan atau pingsan. 

Segeralah temui dokter bila kamu mengalami gejala-gejala di atas. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lalu, apa jadinya bila bradikardia dibiarkan tanpa penanganan? 

Dari Gangguan Jantung hingga Komplikasi

Jantung yang berdetak melambat pada remaja, atlet, ataupun orang yang sedang tidur, memang dapat terjadi dan hal tersebut normal. Namun, bila kondisi ini sering terjadi, maka bisa menimbulkan gejala berupa pusing atau sesak napas. Nah, hal ini bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan aktivitas listrik pada jantung, yang berperan sebagai pengatur detak jantung. 

Penyebab gangguan listrik di jantung ini bisa berbeda-beda pada tiap orang. Salah satu contohnya, kebiasaan merokok atau penyalahgunaan obat-obatan yang bisa memicu terjadinya gangguan pada listrik jantung. Nah, hal inilah yang bisa menyebabkan detak jantung melambat. 

Baca juga: Ketahui Prosedur Tes EKG untuk Diagnosis Bradikardia

Nah, hal yang mesti diwaspadai, kondisi bradikardia yang parah dan tak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai dari hipertensi, hipotensi, sinkop (pingsan), angina pektoris, hingga gagal jantung. 

Tak cuma itu saja dampaknya. Dalam tahap yang parah, dampak bradikardia bisa menyebabkan kematian. Nah, karena seseorang yang memasuki usia 65 tahun atau lebih cenderung memiliki detak jantung yang lambat dan lemah, makanya para lansia membutuhkan penanganan dan perawatan khusus.

Gegara Infeksi Sampai Hipertensi

Selain hal-hal di atas, ada pula faktor-faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya bradikardia. Misalnya: 

  • Adanya infeksi pada jaringan jantung.

  • Komplikasi dari operasi jantung.

  • Terjadinya kerusakan jaringan jantung, terkait penuaan. 

  • Sleep apnea obstruktif, gangguan pernapasan berulang selama tidur. 

  • Rusaknya jaringan jantung karena penyakit jantung atau serangan jantung. 

  • Cacat jantung kongenital, kelainan jantung bawaan lahir. 

  • Penumpukan zat besi pada organ (hemokromatis).

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What is Brdycardia? 
American Heart Association. Diakses pada 2019. Bradycardia: Slow Heart Rate.