Ketahui Prosedur Tes EKG untuk Diagnosis Bradikardia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ketahui-prosedur-tes-ekg-untuk-diagnosis-bradikardia-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bradikardia adalah salah satu jenis gangguan detak jantung di mana jantung berdetak lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga seringkali tidak disadari. Namun, bila sampai tidak terdeteksi, bradikardia bisa semakin memburuk dan menyebabkan komplikasi.

Karena itu, penting untuk memeriksa detak jantung secara berkala dengan memeriksakan diri ke dokter. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis bradikardia adalah dengan melakukan tes elektrokardiogram (EKG). Yuk, ketahui bagaimana prosedur tes EKG dilakukan untuk mendiagnosis bradikardia di sini.

Apa Itu Bradikardia?

Detak jantung normal tiap orang memang berbeda-beda, karena hal ini tergantung usia. Namun, umumnya, jantung orang dewasa yang sehat berdetak sekitar 60–100 kali dalam satu menit. Sementara pada anak-anak berusia 1–12 tahun, jantung berdetak 80–110 kali dalam satu menit.

Pada bayi di bawah satu tahun, jantung berdetak lebih cepat, yaitu 100–160 kali dalam semenit. Nah, seseorang bisa dikatakan mengalami bradikardia bila detak jantungnya berada di bawah 60 denyut per menit.

Baca juga: Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

Gejala Bradikardia

Sayangnya, bradikardia umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, bila melambatnya detak jantung terjadi bersamaan dengan gangguan irama jantung (aritmia), maka bradikardia akan menyebabkan organ dan jaringan tubuh yang lain tidak bisa mendapatkan pasokan darah yang cukup. Ketika pasokan darah ke organ dan jaringan tubuh terganggu, pengidap bisa mengalami sejumlah gejala berikut:

  • Pusing

  • Sesak napas

  • Nyeri dada

  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik

  • Pingsan

  • Kebingungan

  • Kulit menjadi pucat

  • Sianosis, yaitu warna kulit menjadi kebiruan

  • Perut terasa nyeri

  • Gangguan penglihatan

  • Sakit kepala

  • Rahang atau lengan juga terasa sakit

  • Lemas.

Cara Mendiagnosis Bradikardia

Bila kamu mengalami gejala bradikardia seperti di atas, kamu sebenarnya bisa melakukan pemeriksaan detak jantung secara mandiri terlebih dahulu sebelum pergi ke dokter. Caranya adalah dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama satu menit untuk mengetahui apakah detak jantung kamu normal atau tidak.

Selain di pergelangan tangan, kamu juga bisa memeriksa denyut nadi yang ada di leher. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan ketika kamu sedang dalam kondisi beristirahat. Namun, untuk hasil yang lebih akurat, kamu tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Begini Cara Periksa Denyut Nadi Normal di Rumah

Mendiagnosis bradikardia tidaklah mudah, karena detak jantung yang melambat tidak terjadi sepanjang waktu. Itulah mengapa dokter perlu melakukan tes elektrokardiogram (EKG) untuk membantu mendiagnosis gangguan detak jantung ini. Tes ini tidak menyebabkan rasa sakit dan mampu memeriksa aliran listrik yang ada pada jantung.

Prosedur Tes EKG

Pertama-tama, kamu akan diminta untuk melepaskan pakaian atas, serta melepas aksesoris atau mengeluarkan benda-benda yang ada di dalam kantong pakaian yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan. Kemudian, kamu akan diminta berbaring di atas tempat tidur, lalu dokter akan menempelkan elektrode-elektrode di dada, lengan, dan kaki kamu. Sebaiknya jangan berbicara dan menggerakkan anggota tubuh selama tes berlangsung, karena bisa mengacaukan hasil tes.

Setiap kabel elektrode yang sudah dipasang di tubuh kamu, tersambung ke mesin EKG dan akan merekam aktivitas aliran listrik jantung. Dokter kemudian akan menginterpretasi aktivitas aliran listrik jantung ini berdasarkan gelombang yang ditampilkan di layar pemantau dan mencetak hasilnya pada kertas.

Pemeriksaan elektrokardiogram hanya memakan waktu yang singkat, yaitu sekitar 5–8 menit. Setelah tes selesai, kamu sudah bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa. Sedangkan hasil dari tes EKG, bisa didiskusikan langsung saat itu juga oleh dokter atau dibuatkan janji kembali untuk bertemu dokter di lain waktu. Bila hasil tes EKG menunjukkan kelainan detak jantung atau penyakit lainnya yang dicurigai dokter, maka kamu perlu menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: Dianggap Aman, Adakah Efek Samping dari Elektrokardiogram?

Nah, seperti itulah prosedur tes EKG untuk mendiagnosis bradikardia. Bila kamu ingin tahu lebih banyak mengenai tes EKG yang bermanfaat untuk mendiagnosis kelainan detak jantung, tanyakan saja langsung ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.