• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Kesehatan Akibat Tidur dengan Lampu Menyala

Ini Dampak Kesehatan Akibat Tidur dengan Lampu Menyala

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu termasuk orang yang suka tidur dengan lampu padam atau lampu menyala? Sebagian besar orang mungkin lebih nyaman tidur dengan lampu padam. Namun, ada sejumlah orang yang takut dengan kegelapan, sehingga mereka lebih nyaman tidur dengan lampu menyala. Ternyata, tidur dengan lampu yang menyala bisa menimbulkan masalah kesehatan. 

Melansir dari Sleep foundation, paparan cahaya merangsang jalur saraf dari mata ke bagian otak yang mengontrol hormon, suhu tubuh, dan fungsi lain yang berperan untuk membuat kamu merasa mengantuk atau terjaga. Akibatnya, tidur dengan lampu menyala mempersulit kamu untuk tidur nyenyak. Selain itu, tidur dengan lampu menyala mendatangkan masalah kesehatan berikut ini. 

Baca juga: Waspada Vivid Dream Rentan Terjadi Selama Pandemi Corona

Efek Samping dari Tidur dengan Lampu Menyala

Paparan cahaya selama tidur membuat otak sulit untuk mencapai tidur yang lebih dalam. Selain dari mempengaruhi otak, kurang tidur nyenyak akibat lampu menyala dikaitkan dengan efek samping berikut ini:

  1. Depresi

Tidur dengan lampu menyala berkaitan langsung dengan depresi. Alasannya, cahaya biru dari perangkat elektronik menimbulkan efek negatif untuk suasana hati. Kurang tidur dapat menyebabkan kemurungan dan lekas marah pada orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak, kurang tidur bisa membuat mereka lebih hiperaktif.

  1. Obesitas

Studi yang dipublikasikan dalam National Institutes of Health menunjukan, obesitas cenderung dialami oleh wanita yang kerap tidur dengan televisi atau lampu menyala. Sebanyak 17 persen partisipan studi juga menunjukkan, berat badan bisa meningkat hampir lima kilo dalam satu tahun. Namun, lampu di luar ruangan tidak menimbulkan efek yang signifikan seperti lampu yang ada di dalam kamar.

Salah satu penyebab obesitas yang disebabkan oleh kurang tidur adalah asupan makanan. Semakin sedikit tidur yang didapatkan, maka semakin banyak makanan yang dikonsumsi. Hal ini dapat memengaruhi waktu makan, di mana seseorang cenderung makan larut malam yang otomatis dapat menambah berat badan.

Baca juga: Disebut Ketindihan, Ini Fakta Tentang Sleep Paralysis

  1. Kurang Waspada

Tidak mendapatkan tidur yang berkualitas juga bisa membuat seseorang kurang waspada. Hal ini tentu berbahaya jika seseorang perlu mengendarai mobil atau menggunakan jenis mesin lainnya. Pada lansia, mereka rentan terjatuh apabila kurang mendapatkan tidur yang berkualitas. 

  1. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

Tidur dengan lampu menyala dalam jangka panjang bisa menempatkan seseorang pada risiko penyakit kronis. Ini termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan diabetes melitus. 

Bagaimana Jika Seseorang Hanya Bisa Tidur dengan Lampu Menyala?

Meskipun berdampak pada kesehatan, sebagian besar orang lebih nyaman dan hanya bisa tidur dengan lampu menyala. Jika kamu salah satu orang yang sulit tidur dengan lampu padam, kamu bisa mulai dengan menggunakan lampu malam kecil yang memancarkan warna merah. Ketika kamu sudah terbiasa, cobalah untuk tidur dengan lampu padam. 

Melansir dari Healthline, bohlam lampu malam merah terbukti tidak memiliki efek merusak pada produksi melatonin layaknya bohlam berwarna lainnya. Penting juga untuk memasukkan kebiasaan tidur sehat lainnya ke dalam rutinitas harian, seperti:

  • Gunakan tirai kamar gelap.

  • Mulai matikan lampu atau gunakan lampu merah remang-remang sebelum tidur.

  • Pastikan untuk tidur di waktu yang sama setiap malam dan bangun di waktu yang sama setiap pagi.

  • Hindari penggunaan elektronik sebelum tidur.

  • Hindari tidur siang hari.

  • Berolahragalah di awal hari, seperti di pagi atau sore hari.

  • Hindari alkohol, kafein, dan makanan besar di malam hari.

  • Atur termostat atau pendingin ruangan (AC) ke suhu yang lebih dingin.

Baca juga: Kurang Tidur Pengaruhi Hubungan Intim Pasangan, Ini Faktanya

Saat kamu bangun di pagi hari, pastikan kamu mencari cahaya buatan atau alami secepat mungkin. Hal ini bertujuan untuk mengatur nada untuk tubuh agar mengenali terang sama dengan terjaga dan kegelapan berarti saatnya tidur. Apabila kamu punya masalah sulit tidur, bicarakan dengan dokter Halodoc terkait penanganannya. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi :
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Lights Out for a Good Night’s Sleep.
Healthline. Diakses pada 2020. Is Sleeping with the Lights On Good or Bad for You?.
National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Sleeping with artificial light at night associated with weight gain in women.