Dampak Makan Gorengan Terlalu Banyak Saat Berbuka

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Dampak Makan Gorengan Terlalu Banyak Saat Berbuka

Halodoc, Jakarta - Selain kolak dan kurma, gorengan juga menjadi menu “wajib” untuk sebagian orang saat berbuka puasa. Namun, dibalik rasanya yang menggugah selera, gorengan memiliki berbagai dampak negatif bila kita mengasupnya terlampau banyak.

Lalu, apa sih dampak makanan gorengan terlalu banyak saat berbuka puasa?

Baca juga: Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan

1. Sistem Pencernaan Terganggu

Gorengan banyak mengandung lemak dan minyak yang membuat makanan tersebut jadi sulit dicerna tubuh. Apalagi bila gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan saat berbuka. Pasalnya, ketika perut seharian kosong saat berpuasa, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan.

Nah, inilah yang bisa mengganggu kinerja saluran pencernaan. Pastinya, saluran pencernaan akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. Selain itu, hal ini juga bisa memperlambat tubuh untuk memproses zat gizi yang diperoleh dari makanan lain.

2. Tenggorokan Gatal

Dampak makan gorengan terlalu banyak saat berbuka, terkadang juga bisa membuat tenggorokan terasa gatal. Ini disebabkan akrolein yang terkandung di dalamnya. Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah berkali-kali dipakai. Penyebab gorengan termasuk menu yang tidak menyehatkan  terletak pada minyak goreng yang digunakan untuk menggorengnya.

3. Berat Badan Meningkat

Enggak cuma minuman manis saja yang bisa membuat bobot tubuh meningkat. Dampak makan gorengan terlalu banyak saat berbuka juga bisa memicu masalah berat badan selama puasa. Alasannya, makanan berminyak rentan diolah oleh perut. Ujung-ujungnya akan menjadi timbunan lemak yang membandel di perut. Maka dari itu, hindarilah terlalu banyak mengonsumsi gorengan, seperti pastel, bakwan goreng, tahu goreng, dan sebagainya.

Baca juga: Cara Memasak Sehat Tanpa Minyak

Yang perlu diketahui, menu yang satu ini termasuk makanan yang tinggi kalori, lho. Satu gram minyak goreng setara dengan 10 gram kalori. Maka dari itu, bila kamu sering mengonsumsi gorengan dalam jangka waktu lama, maka enggak menutup kemungkinan akan  terjadinya kenaikan berat badan.

4. Asam Lambung Naik

Pada dasarnya, mengasup terlalu banyak gorengan ketika berbuka bisa menimbulkan keluhan yang berbeda pada setiap orang. Bila kamu memiliki saluran pencernaan yang sensitif, makanan ini bisa merangsang naiknya asam lambung, sehingga menyebabkan heartburn, alias rasa panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas.

Enggak cuma itu, banyaknya lemak dan minimnya kandungan serat dalam gorengan juga bisa menyebabkan masalah konstipasi atau sembelit.

Imbangi dengan Buah-buahan

Bagi kamu yang sulit menghindari gorengan untuk berbuka puasa, ada trik yang perlu kamu coba. Trik ini bermanfaat untuk mengimbangi asupan kolesterol yang banyak terkandung di dalamnya. Misalnya, dengan mengonsumsi buah delima.

Buah ini cukup ampuh untuk membantu penurunan penyerapan kolesterol dalam darah. Pasalnya, fitosterol yang terkandung di dalam delima bisa menghambat penyerapan kolesterol dan meningkatkan pengeluaran garam empedu.

Nah, ketika garam empedu berkurang, otomatis kolesterol yang ada di hati dan pembuluh darah juga akan berkurang. Kok bisa? Alasannya sederhana, sebab garam empedu itu bahan dasarnya adalah kolesterol.

Baca juga: 5 Tips Tetap Kuat Tahan Lapar Saat Puasa Tanpa Kekurangan Nutrisi

Bagi kamu yang enggak terlalu menyukai delima, bisa kok memilih buah melon. Kandungan adenosis di dalamnya juga mampu menghentikan penggumpalan darah. Enggak cuma itu, buah alpukat juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) karena asam lemak tak jenuh yang ada di dalamnya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!