Dampak Negatif Marahi Anak di Depan Orang Lain

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
dampak-negatif-marahi-anak-di-depan-orang-lain-halodoc

Halodoc, Jakarta - Pola asuh orangtua menentukan perkembangan psikologis anak ke depannya. Usia kanak-kanak adalah fase ketika anak suka melakukan imitasi dan mencoba hal baru. Anak pun sering berbuat hal yang tidak sesuai dan melakukan kesalahan. Fase ini banyak dianggap rawan dan membahayakan untuk anak jika tidak diawasi dengan baik.

Akibatnya, tidak jarang kita melihat anak yang sedang ditegur atau dimarahi orangtuanya di tempat umum sampai dilihat orang lain. Menegur anak mungkin menjadi ungkapan rasa sayang dari orangtua, namun menegur anak di depan orang lain dapat memberikan dampak negatif pada psikologis anak, lho.

Baca juga: Fakta Soal Anak ADHD yang Harus Orang Tua Tahu

  1. Anak Tidak Percaya Diri

Orangtua yang sering memarahi anak di depan orang lain dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri. Hal ini juga bisa disebabkan karena rasa trauma yang bisa berlanjut sampai anak tersebut berusia dewasa. Akibatnya, anak menjadi tidak berani untuk melakukan hal baru, atau takut menyatakan pendapatnya. Anak menjadi seseorang yang tidak berani untuk mengambil risiko. Anak juga dapat merasa tertekan, mudah dipengaruhi orang lain, dan kurang mempunyai pendirian. Kurangnya rasa percaya diri pada anak membuat ia kesulitan untuk bergaul. Selain itu, sikap pesimis bisa muncul karena anak terlalu sering merasa dirinya melakukan kesalahan.

  1. Anak Menganggapnya Sebagai Hinaan

Terkadang anak sering melakukan hal yang tidak diinginkan ketika berkumpul bersama keluarga besar. Umumnya, orangtua merasa malu karena takut dianggap tidak bisa mendidik anak oleh orang lain. Akibatnya, orangtua mengambil tindakan represif untuk memberikan peringatan kepada anaknya. Meskipun respon setiap anak berbeda, namun dimarahi di depan umum memicu respon yang negatif pada anak. Anak dapat memiliki perilaku yang agresif akibat merasa pernah atau sering dihina oleh orangtua.

  1. Anak Merasa Tidak Diinginkan

Kebiasaan memarahi anak di depan orang lain dapat membuat anak merasa tersakiti. Anak bisa berpikir bahwa dirinya tidak disayang oleh orangtua atau merasa tidak diinginkan. Hal ini disebabkan oleh timbulnya asumsi penolakan dari orangtua terhadap anak. Anggapan tersebut dapat membuat anak masuk ke pergaulan yang negatif ketika beranjak remaja.

  1. Anak Bisa Jadi Pembohong

Dampak negatif lainnya dari memarahi anak di depan orang lain adalah membuat anak menjadi seorang pembohong. Hal ini disebabkan oleh enggannya anak untuk jujur kepada orangtua. Perilaku ini didorong oleh rasa takut untuk mengakui kesalahannya. Anak akan berpikir apabila ia mengakui kesalahan, akibatnya akan dimarahi oleh orangtuanya.

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

  1. Timbul Rasa Dendam Pada Anak

Akibat kesal dimarahi di depan umum dapat menimbulkan rasa dendam pada diri anak. Rasa dendam tersebut memicu anak untuk melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Ia bisa tumbuh dewasa sebagai seseorang yang sulit mengakui kesalahannya, selalu menyalahkan orang lain, dan mudah membenci orang lain.

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

 Terlepas dari apa pun kesalahan anak, orangtua seharusnya bersikap asertif dan adil tanpa harus memarahi anaknya di depan orang lain. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar pola asuh yang baik dalam membentuk kepribadian anak, kamu bisa menghubungi psikolog di Halodoc, lho! Orangtua pasti mengusahakan yang terbaik untuk anaknya, termasuk menerapkan pola asuh yang tepat agar karakter anak terbentuk dengan baik.

Referensi: 

Healthline.com. Diakses pada 2019. Parenthood The Long-Lasting Effects of Yelling at Your Kids
Webmd.com. Diakses pada 2019. Stop Yelling At Your Kids
Nytimes.com. Diakses pada 2019. Why You Should Stop Yelling at Your Kids