• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Korban Kekerasan Seksual

Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Korban Kekerasan Seksual

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual dapat memiliki dampak psikologis, emosional, dan fisik pada penyintas. Ada banyak reaksi emosional dan dampak psikologis kekerasan seksual yang dapat dialami oleh korban pelecehan dan pemerkosaan, depresi adalah salah satunya. Penyintas juga kerap mengalami kilas balik, di mana ingatan trauma masa lalu terasa seolah-olah terjadi pada saat sekarang.”

Halodoc, Jakarta –  Sejak pembebasan Saipul Jamil per 2 September 2021 setelah melewati masa tahanan karena kasus asusila dan penyuapan, media massa tidak berhenti menyorot Saipul. Bahkan di hari pembebasannya, Saipul Jamil disambut bak pahlawan dengan pemberian kalung bunga dan seolah dielu-elukan.

Pemberitaan media juga seolah-olah mem-framing Saipul sebagai korban. Pada beberapa berita di media, Ipul—demikian dia kerap disapa—malah mengatakan memaafkan pemuda yang membuatnya dijebloskan ke dalam penjara. Puncaknya, ketika salah satu stasiun TV swasta mengundang Saipul Jamil sebagai bintang tamu. 

Baca juga: Bentuk Pelecehan Seksual yang Perlu Diketahui

Situasi ini mendatangkan banyak protes dari kalangan masyarakat umum mulai dari khalayak awam, pendidik, public figure, sampai pakar kesehatan. Glorifikasi yang seolah mewajarkan (mantan) pelaku pelecehan seksual justru semakin melanggengkan kekerasan seksual di lini kehidupan.

Kekerasan seksual termasuk pelecehan, membawa dampak psikologis jangka panjang buat korban. Menormalkan bahkan mengglorifikasi pelaku justru membuka luka lama korban yang membuat traumanya berkepanjangan.

Self-Harm sampai Gangguan Kepribadian

Kekerasan seksual dapat memiliki dampak psikologis, emosional, dan fisik pada penyintas. Ada banyak reaksi emosional dan dampak psikologis yang dapat dialami oleh korban pemerkosaan dan kekerasan seksual, depresi adalah salah satunya.

Penyintas kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual juga kerap mengalami kilas balik, di mana ingatan trauma masa lalu terasa seolah-olah terjadi pada saat sekarang. Setelah peristiwa traumatis, penyintas biasanya memiliki perasaan cemas, stres, atau takut, sehingga sulit untuk menyesuaikan atau mengontrol diri. 

Baca juga: Waspada Self Injury pada Masa Remaja

Tak hanya itu saja, untuk jangka panjang, ada juga dampak psikologis kekerasan seksual bagi korban, seperti:

1. Self-Harm 

Sengaja melukai diri sendiri sebagai bentuk tekanan emosional yang dirasakan. Untuk melepaskan “tekanan emosional” tersebut, penyintas melukai diri. 

2. Infeksi Menular Seksual 

Bukan tak mungkin penyintas kekerasan seksual juga bisa terinfeksi penyakit menular seks dari pelaku.

Tidak hanya memerlukan perawatan fisik, terkadang orang dengan infeksi menular seks juga dibebani emosi negatif, apalagi ketika tahu penyakit seks tersebut diperoleh dari pelaku. 

3. Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang

Terkadang beban emosi dan perasaan negatif terhadap diri sendiri ingin dihilangkan dengan cara mengonsumsi obat-obatan terlarang. Awalnya mungkin hanya ingin coba-coba, namun bisa jadi ketagihan dan malah kecanduan. 

4. Disosiasi 

Disosiasi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri dengan cara memisahkan memori dengan keadaan diri yang sekarang. Perilaku disosiasi ini memicu gangguan kepribadian pada diri penyintas. 

5. Serangan Panik 

Serangan panik adalah munculnya ketakutan dan kecemasan yang intens dan terjadi dalam situasi ketika mungkin tidak ada bahaya langsung. Serangan panik cenderung dialami oleh mereka yang punya trauma, pernah mengalami pelecehan, atau tingkat stres yang tinggi.

Baca juga: Waspada, Remaja Perempuan Rentan Alami Gangguan Makan 

6. Gangguan Makan 

Kekerasan seksual dapat berpengaruh pada penyintas dalam banyak cara, termasuk persepsi tubuh dan perasaan kontrol diri saat makan.

7. Gangguan Tidur 

Gejala gangguan tidur dapat mencakup kesulitan untuk tertidur atau tetap tidur, tidur pada waktu yang tidak biasa, tidur lebih lama atau lebih singkat dari biasanya.

8. Bunuh diri 

Bunuh diri dapat dicegah dan pikiran untuk bunuh diri tidak permanen. Jika saat ini kamu berpikir untuk bunuh diri, segera dapatkan bantuan psikologis atau berbicara dengan orang yang dipercaya. Kamu bisa mengontak psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan dukungan medis.

Segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual dapat membawa dampak psikologis jangka panjang pada penyintas. Untuk memulihkannya, butuh waktu yang tidak sebentar. Peran kita sebagai masyarakat sipil untuk membantu korban dan menjaga orang-orang terdekat dari segala bentuk pelecehan adalah dengan ambil andil tidak menormalkan apa yang dilakukan pelaku.

Bukan berarti tidak ada pintu maaf, tetapi sanksi sosial tetap harus berjalan. Sanksi sosial ini juga sebagai peringatan pada predator untuk tidak coba-coba melakukan atau mengulangi tindakan kejinya. 

banner buat janji rumah sakit
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Sexual Assault Has Long-Term Mental, Physical Impact
Rain.org. Diakses pada 2021. Effects of Sexual Violence
Detik.com. Diakses pada 2021. Menolak Lupa, Ini Kasus Saipul Jamil Hingga Muncul Petisi Boikot