Dapatkah Stroke Hemoragik Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Dapatkah Stroke Hemoragik Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta - Kebiasaan buruk seseorang dapat menyebabkan berbagai gangguan penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Salah satu penyakit yang terjadi akibat kebiasaan buruk adalah stroke. Seseorang yang terserang gangguan ini dapat kehilangan nyawanya.

Gangguan stroke terjadi ketika terdapat kerusakan di dalam otak yang disebabkan aliran darah terganggu karena suatu kelainan. Salah satu jenis stroke yang terjadi pada otak adalah stroke hemoragik. Hal ini menyebabkan terganggunya fungsi otak. Apakah gangguan ini dapat disembuhkan? Cari tahu di sini!

Baca juga: Inilah Perbedaan antara Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik

Apakah Stroke Hemoragik Dapat Disembuhkan?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak kamu berkurang atau terputus. Saat terjadi, otak kekurangan oksigen karena kekurangan asupan darah. Hal ini menyebabkan sel-sel otak dapat mati dengan cepat dan menyebab kerusakan otak permanen. Gangguan ini menyebabkan gangguan yang kecil hingga kematian.

Salah satu gangguan stroke yang mungkin terjadi pada seseorang adalah stroke hemoragik. Hal ini terjadi disebabkan pecahnya pembuluh darah pada otak. Walau begitu, gangguan ini terbilang jarang terjadi dibandingkan stroke iskemik. Namun, ketika terjadi, hal ini dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

Stroke hemoragik, atau disebut juga perdarahan intraserebral, terjadi ketika pembuluh darah pecah dan menumpuk sehingga jaringan sekitarnya pecah. Hal ini memberi tekanan lebih pada otak dan menyebabkan kehilangan darah pada area sekitarnya yang membutuhkan darah dan oksigen.

Hingga saat ini, belum ada obat yang mengatasi stroke hemoragik. Penyakit ini membutuhkan perhatian medis darurat, bahkan ketika dilakukan perawatan dini, seseorang mungkin saja mengalami gangguan yang fatal. Perdarahan yang parah di otak juga dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti masalah fisik dan ingatan.

Selain itu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait penyakit yang menyebabkan perdarahan pada otak ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya, yaitu dengan download aplikasi Halodoc ke smartphone kamu! Juga, kamu dapat membeli obat secara online melalui aplikasi itu juga!

Penyebab Seseorang Alami Stroke Hemoragik

Seseorang dapat mengalami pecah pembuluh darah di otak kemungkinan disebabkan dua hal, yaitu aneurisma dan ICH. Penyebab yang paling umum ada aneurisma. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah membesar karena tekanan darah kronis dan dinding pembuluh darah menjadi lemah. Penumpukkan ini membuat dinding menjadi tipis dan akhirnya pecah.

Penyebab yang lebih jarang terjadi adalah ICH, yaitu malformasi arteriovenous. Hal ini terjadi ketika arteri dan vena terhubung secara tidak normal tanpa kapiler sebagai penyambungnya. Gangguan ini bersifat bawaan, yang berarti telah terjadi sejak lahir tetapi tidak turun temurun. Namun, belum diketahui bagaimana seseorang mengalami hal ini.

Baca juga: Apakah Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Stroke Hemoragik?

Pengobatan untuk Mengatasi Stroke Hemoragik

Saat seseorang mengalami stroke hemoragik, berarti perdarahan besar terjadi pada otak atau sekitarnya, yang berarti menyebabkan bahaya. Hal ini disebabkan tekanan yang meningkat di dalam tengkorak. Umumnya, hal yang dilakukan untuk merawat gangguan tersebut agar lebih baik adalah dengan penurunan tekanan pada otak.

Salah satu obat yang digunakan adalah manitol gula. Hal ini menarik cairan otak ke dalam aliran darah agar tekanan pada tengkorak mengalami penurunan. Seseorang yang mengalami penyakit ini mungkin dihubungkan ke ventilator mekanik agar terjadi hiperventilasi untuk menurunkan tekanan pada otak.

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Stroke Hemoragik atau Iskemik?

Dokter mungkin memotong tulang tengkorak kamu untuk mengurangi tekanan pada jaringan otak. Pada beberapa kasus, pembedahan perlu dilakukan untuk mengeluarkan sebagian besar bekuan darah setelah perdarahan terjadi. Walau umumnya, tubuh menyerap kembali darah yang tersumbat dengan sendirinya.

 

Referensi:
Healthline.Diakses pada 2019.Hemorrhagic Stroke
Harvard Health Publishing.Diakses pada 2019.Hemorrhagic Stroke