Denyut Nadi Tidak Normal? Hati-hati Aritmia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Denyut Nadi Tidak Normal? Hati-hati Aritmia

Halodoc, Jakarta – Denyut nadi setiap orang akan berbeda-beda. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi frekuensi denyut nadi setiap orang. Diantaranya adalah usia, aktivitas fisik, tingkat kebugaran, suhu udara, emosi, posisi dan ukuran tubuh, serta konsumsi obat-obatan tertentu. Namun, denyut nadi orang dewasa umumnya adalah 60-100 kali per menit.

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Denyut nadi bukan sekadar menggambarkan frekuensi arteri yang mengembang dan berkontraksi, melainkan bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Alasannya, denyut nadi tidak normal bisa menjadi tanda gangguan pada irama jantung, yaitu aritmia.

Apa Itu Aritmia?

Melansir dari MedlinePlus, aritmia adalah ketidakteraturan irama jantung, yaitu kondisi saat irama jantung berdetak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Kondisi ini terjadi akibat impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Aritmia terbagi dalam beberapa jenis. Dilansir dari NHS, berikut ini jenis aritmia yang perlu diwaspadai:

  • Bradikardia. Kondisi ini terjadi ketika jantung pengidapnya berdetak lebih lambat dari kondisi normal, yaitu di bawah 60 kali per menit.

  • Blok jantung (AV block).  Kondisi ini terjadi ketika sinyal listrik tidak berjalan normal di jantung. Jantung masih bisa memompa darah, namun detaknya lebih lambat dan kurang efisien dibanding jantung yang normal.

  • Takikardia supraventrikular. Kondisi ini disebabkan ketidaknormalan rangkaian hantaran elektrik pada jantung (umumnya sudah terjadi ketika lahir).

  • Fibrilasi atrium. Kondisi ini terjadi ketika detak jantung berdetak sangat cepat, bahkan pada saat sedang beristirahat. Kondisi ini terjadi akibat kacaunya impuls elektrik pada atrium (serambi) jantung.

  • Fibrasi ventrikel. Ini adalah jenis aritmia yang menyebabkan pengidapnya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak akibat detak jantung yang tidak teratur dan terlalu cepat.

Apa Saja Tanda dan Gejala Aritmia?

Aritmia bisa terjadi tanpa disertai tanda dan gejala. Namun secara umum, tanda dan gejala aritmia berupa jantung berdetak lebih cepat (takikardia) atau lebih lambat dari biasanya (bradikardia), kelelahan, pusing, sesak napas, nyeri dada, hingga kehilangan kesadaran (pingsan).

Jika kamu merasakan gejala tersebut, segera periksakan dokter. Sebab, aritmia yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi berupa: gagal jantung, strok, bahkan bisa berujung kematian. Itulah risiko aritmia akibat denyut nadi yang tidak normal.

Jika kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Apa Penyebab Aritmia?

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan aritmia, antara lain:

  • Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah.

  • Gaya hidup tidak sehat, seperti: kebiasaan merokok, terlalu banyak minum kafein dan alkohol, efek samping obat-obatan, dan penggunaan narkoba.

  • Masalah kesehatan tertentu, seperti: gangguan kelenjar tiroid, sleep apnea, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner.

Pengobatan dan Pencegahan Aritmia

Diagnosis aritmia didasarkan pada pemeriksaan denyut jantung ataupun pemeriksaan fisik khusus. Diagnosis ini dilakukan untuk memudahkan dokter dalam menentukan jenis pengobatan yang sesuai. Melansir dari NHS, pengobatan aritmia secara umum dilakukan dengan pemberian obat-obatan khusus, pemasangan alat picu jantung dan implantable cardioverter defibrillator (ICD), kardioversi (pengobatan dengan aliran listrik), hingga ablasi kateter (prosedur non-bedah).

Pencegahan aritmia bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, antara lain dengan menghindari atau mengurangi stres, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat, membatasi konsumsi alkohol, berolahraga teratur, dan berhenti merokok.

Referensi :
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Arrhythmia.
NHS. Diakses pada 2019. Arrhythmia.