24 January 2019

Sesak Napas dan Nyeri Dada? Hati-Hati Bradikardia Mengintai

sesak napas dan nyeri dada hati hati bradikardia mengintai

Halodoc, Jakarta – Seberapa cepat jantung berdetak ternyata bisa memengaruhi kesehatan seseorang lho. Salah satu contoh kelainan detak jantung yang bisa terjadi adalah bradikardia. Bradikardia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari normalnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Beberapa gejala yang menandakan bradikardia adalah sesak napas dan nyeri dada. Jadi, hati-hati bila kamu sering mengalami kedua gejala tersebut, karena bisa jadi ada bahaya bradikardia yang mengintai kamu.

Apa Itu Bradikardia?

Detak jantung normal seseorang memang berbeda-beda, karena hal itu tergantung usia. Namun, umumnya, jantung orang dewasa yang sehat berdetak sekitar 60–100 kali dalam satu menit. Sementara pada anak-anak berusia 1–12 tahun, jantungnya berdetak 80–110 kali dalam satu menit. Pada bayi di bawah satu tahun, jantung berdetak lebih cepat, yaitu 100–160 kali dalam semenit. Tapi, pada kasus bradikardia, detak jantung seseorang berada di bawah 60 denyut per menit.

Detak jantung yang lambat, sebenarnya masih dianggap normal dan sehat jika dialami oleh:

  • Orang dewasa yang aktif secara fisik dan sering mengalami detak jantung yang lebih pelan dari 60 kali per menit, tapi tidak menyebabkan masalah.

  • Orang yang sedang tidur nyenyak, karena saat tertidur pulas, detak jantung memang mungkin melambat di bawah 60 kali per menit.

  • Orang lanjut usia.

Meski demikian, kamu sebaiknya tidak menyepelekan bradikardia, karena kondisi ini bisa menjadi pertanda dari adanya masalah pada sistem elektrik jantung. Untuk mengetahui normal atau tidaknya detak jantung, kamu bisa menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama 1 menit. Namun, pemeriksaan ke dokter lebih dianjurkan karena bisa mengukur detak jantung secara akurat.

Baca juga: Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

Gejala Bradikardia

Melambatnya detak jantung, sebenarnya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, bila kondisi ini sering terjadi dan disertai dengan gangguan irama jantung (aritmia), maka bradikardia akan menyebabkan organ dan jaringan tubuh lain tidak bisa mendapatkan pasokan darah yang cukup. Akibatnya, enggak hanya sesak napas dan nyeri dada, pasokan darah ke organ dan jaringan tubuh yang terganggu juga akan menimbulkan gejala-gejala berikut:

  • Pusing

  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik

  • Pingsan

  • Kebingungan

  • Kulit menjadi pucat

  • Sianosis, yaitu warna kulit menjadi kebiruan

  • Perut terasa nyeri

  • Gangguan penglihatan

  • Sakit kepala

  • Rahang atau lengan juga terasa sakit

  • Lemas.

Jadi, bila kamu sering mengalami sesak napas atau sakit pada dada selama beberapa menit, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Cara Mendiagnosis Bradikardia

Bila kamu mencurigai adanya tanda-tanda bradikardia, kamu sebenarnya bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri terlebih dahulu sebelum pergi ke dokter. Caranya adalah dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama satu menit untuk mengetahui apakah detak jantung kamu normal atau tidak.

Selain di pergelangan tangan, kamu juga bisa memeriksa denyut nadi yang ada di leher. Sebaiknya, pemeriksaan ini dilakukan ketika kamu sedang dalam kondisi beristirahat. Namun, untuk hasil yang lebih akurat, kamu tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Begini Cara Periksa Denyut Nadi Normal di Rumah

Sebelum mulai melakukan pemeriksaan, pertama-tama dokter akan menanyakan gejala yang kamu alami, riwayat penyakit yang pernah dimiliki, riwayat kesehatan keluarga, dan obat-obatan yang kamu konsumsi. Kemudian, baru dokter akan memeriksa tekanan darah dan detak jantung dengan menggunakan stetoskop.

Mendeteksi bradikardia tidak lah mudah, karena detak jantung yang melambat tidak terjadi sepanjang waktu. Oleh karena itu, dokter mungkin juga perlu melakukan tes elektrokardiografi (EKG). Tes ini tidak menyebabkan rasa sakit dan mampu memeriksa aliran listrik yang ada pada jantung.

Bila hasil tes melalui EKG menunjukkan kondisi normal, tapi kamu masih mengalami gejala-gejala bradikardia, maka dokter akan menganjurkan kamu untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan holter monitoring. Alat ini memungkinkan dokter untuk melihat aliran listrik pada jantung pengidap selama satu harian penuh saat pengidap beraktivitas. Namun, holter monitoring sebaiknya dilakukan atas anjuran dan diawasi oleh dokter agar bisa mendapatkan hasil sesuai kebutuhan.

Nah, itulah beberapa gejala bradikardia yang perlu kamu tahu. Bradikardia sebaiknya segera diobati, karena bila melambatnya detak jantung sudah parah dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka bisa menyebabkan komplikasi serius. Salah satunya adalah gagal jantung.

Baca juga: Dampak Bradikardia, Gangguan Jantung pada Lansia

Punya keluhan jantung? Jangan dibiarkan saja. Segera minta bantuan atau saran kesehatan dari ahli dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Lewat Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa membicarakan masalah kesehatanmu tanpa perlu keluar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.