13 August 2018

Deteksi 9 Penyakit Serius Ini Melalui Kesehatan Kuku

tanda penyakit dari kuku

Halodoc, Jakarta – Kuku merupakan bagian paling penting untuk menunjang penampilan, terutama bagi wanita. Enggak heran kalau wanita pun hobi mengecat kuku menjadi warna-warni.

Selain menjadi sesuatu yang bisa menjadi penunjang penampilan, “penampakkan” kuku kamu pun bisa menandakan adanya infeksi bakteri atau cedera, lho. Selain itu, pertumbuhan kuku juga bisa memberi informasi mengenai kondisi kesehatan tubuh kamu. Misalnya, kuku jari yang sehat biasanya tumbuh kira-kira 3,5 mm per bulannya. Ini dipengaruhi oleh asupan nutrisi obat-obatan, trauma, penyakit, dan proses penuaan tubuh.

Berikut ini ada 9 tanda perubahan kuku yang ada kaitannya dengan indikasi penyakit serius yang perlu kamu waspadai:

1. Kuku Kuning
Umumnya dipengaruhi oleh faktor penuaan dan penggunaan kuteks yang terlalu sering. Atau bisa juga akibat merokok yang juga meninggalkan noda kekuningan pada permukaan kuku jari. Apabila kuku jari kamu menebal, rapuh, dan berwarna kekuningan, maka penyebab utamanya adalah infeksi jamur. Sedangkan, untuk indikasi penyakit yang ditunjukkan oleh kuku yang menguning adalah penyakit tiroid, diabetes, psoriasis, atau masalah pernapasan (bronkitis kronis atau sinusitis).

2. Kuku Kering, Pecah-Pecah, atau Rapuh
Kuku kering dan mudah rapuh walau sudah diobati bisa jadi indikasi dari efek samping hipotiroidisme. Namun, umumnya kuku yang lembek dan rapuh dialami oleh orang yang sering berenang, menggunakan aseton terlalu sering, atau selalu berada di lingkungan rumah yang kering. Akibatnya kuku kekurangan asupan vitamin A, B, dan C.

Penyebab lain yang mungkin terjadi yaitu karena seringnya terpapar zat-zat kimia dalam produk pembersih (deterjen, sabun pencuci piring) atau penuaan. Cara mengatasinya bisa menggunakan krim pelembab tangan. Walaupun teksturnya keras, kuku adalah organ tubuh yang mudah menyerap cairan, layaknya kulit. Jadi jika kuku kering, kamu bisa mengaplikasikan pelembab tangan yang mengandung hyaluraconic acid, glycerine, atau shea butter. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi pil biotin, suplemen non-resep yang menunjang pertumbuhan kuku sehat.

Baca juga: Ini Alasan Pelembab Tubuh dan Tangan Harus Beda

3. Clubbing
Kuku clubbing terjadi disebabkan jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat dan membengkak. Ujung kuku tumbuh ke arah dalam mengikuti bentuk ujung jari.

Clubbing diduga sebagai hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari yang merupakan kondisi turunan dan tidak berbahaya. Namun, jika kamu tiba-tiba menyadari ada yang “aneh” dari kondisi ini, bisa jadi merupakan tanda kurangnya kadar oksigen dalam darah. Kalau sudah begini, maka bisa dikaitkan dengan penyakit paru-paru, sirosis, atau kanker. Yang paling parah penyakit yang ditunjukan dari clubbing adalah penyakit hati, jantung, ginjal, dan AIDS.

4. Garis Putih Horizontal
Garis-garis horizontal berwarna pada kuku biasanya disebut Meel’s lines, indikasi penyakit pada kondisi kuku yang seperti ini adalah tanda dan gejala dari keracunan arsenik, penyakit Hodgkin, malaria, lepra/ kusta, atau keracunan karbon monoksida.

Namun, umumnya kemunculan garis putih horizontal di permukaan kuku bisa jadi diakibatkan oleh trauma atau penyakit yang diikuti oleh demam tinggi, seperti scarlet fever atau pneumonia. Kondisi ini disebabkan system respon yang menunda pertumbuhan kuku karena tubuh lebih memprioritaskan proses pemulihan terhadap masalah lain yang mungkin diidap oleh tubuh.

5. Kuku Sendok (Koilonychia)
Kuku jari seperti ini ditandai dari kuku terlihat seperti sendok, lempeng permukaan kuku menjorok ke dalam dan ujung-ujungnya bertumbuh ke arah luar. Jika kamu memiliki kuku dengan tanda seperti ini. Bisa jadi kamu mengidap anemia tipe defisiensi zat besi, hemokromatosis (penyerapan zat besi berlebih), penyakit jantung, lupus, penyakit Raynaud, atau hipotiroidisme.

6. Kuku Berlubang atau Berlekuk
Jika kamu memiliki tanda-tanda kuku seperti lubang-lubang kecil atau lekukan tidak rata di permukaan kuku, bisa jadi menjadi tanda dari psoriasis, eksim, alopecia areata, atau artritis reaktif.

7. Kuku Menghitam
Biasanya kuku yang menghitam terjadi karena ada darah di bawahnya, ini diakibatkan luka alias trauma yang diakibatkan cedera. Akan tetapi jika warna hitam ada langsung di atas permukaan kuku dan diikuti oleh pertumbuhan kuku yang menyakitkan. Kemungkinan ini pertanda dari penyakit melanoma, kanker kulit yang paling mematikan.

Pada umumnya, melanoma subungual hanya memengaruhi satu kuku. Melanoma juga menyebabkan garis-garis hitam tersebut berubah (misalnya, menghitam atau semakin lebar) dan pigmentasi yang mempengaruhi kulit adri jari di sekitar kuku tersebut.

8. Kuku Putih dan Kecoklatan
Tanda seseorang mengidap gagal ginjal salah satunya bisa dilihat dari kuku yang berwarna putih dan kecoklatan. Kemungkinan ini diperkirakan hingga 40 persen. Walaupun dokter belum bisa mengetahui pasti hubungan antar keduanya. Salah satu teorinya yaitu gagal ginjal menyebabkan perubahan kimiawi dalam darah yang mendorong melanin dilepaskan ke dasar kuku. Kemungkinan lainnya bahwa gagal ginjal menyebabkan peningkatan jumlah pembuluh dara kecil di kuku. Kondisi yang sama juga ditunjukkan oleh penderita AIDS dan penderita kanker yang menjalankan kemoterapi.

9. Kuku Putih
Kuku putih atau Terry’s nail adalah kondisi dimana kuku berwarna putih dengan ujung berwarna kemerahan atau gelap. Hal ini diakibatkan dari sirosis hati, gagal jantung, atau ginjal, diabetes, anemia tipe defisiensi zat besi, reaksi kemoterapi, hipertiroidisme, atau malnutrisi.
Baca j

Baca juga: 6 Merawat Kuku yang Simpel dan Gampang Diaplikasikan

Nah, jika kamu menyadari adanya perubahan yang cukup berarti dan aneh pada kuku, termasuk pembengkakan, perubahan warna, atau perubahan bentuk dan ketebalan kuku, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter ahli sesegera mungkin. Gejala-gejala pada artikel ini mungkin tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, tapi kemungkinan lainnya bisa juga menunjukkan suatu kondisi kesehatan tertentu.

Daripada menduga-duga kamu bisa bertanya-tanya pada dokter di Halodoc, kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, atau Video Call. Cukup dengan download aplikasi di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Contact Doctor untuk bisa bertanya. Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!