• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Mendeteksi kanker serviks sejak dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan, guna meningkatkan peluang kesembuhan. Untuk mendeteksinya, pemeriksaan yang paling efektif untuk dilakukan adalah pap smear dan kolposkopi. Namun, apa sih bedanya kedua pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks itu? Berikut akan dijelaskan satu persatu.

Pap Smear

Dianjurkan untuk dilakukan secara berkala bagi wanita yang telah aktif secara seksual, pap smear merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Selain untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, pap smear juga biasanya dilakukan untuk menilai kesehatan organ kewanitaan pada tingkat seluler.

Baca juga: Penting, Begini Cara Mendeteksi Kanker pada Anak Sejak Dini

Dalam pelaksanaannya, pengambilan sampel dalam pemeriksaan pap smear dibantu dengan alat bernama spekulum, yang dimasukkan melalui mulut vagina. Alat ini berfungsi untuk memperluas pandang dengan membuka mulut vagina, sehingga area serviks dan vagina bisa terlihat lebih jelas.

Kemudian, sampel sel-sel pada serviks akan diambil dengan menggunakan spatula plastik dan sikat kecil. Sampel ini lalu akan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Prosedur pengambilan sampel dalam pemeriksaan pap smear biasanya cukup singkat, yaitu sekitar 5 menit. Selama prosedur dilakukan, pasien diharapkan untuk tetap dalam keadaan relaks agar lebih nyaman.

Agar hasil pemeriksaan pap smear akurat, sebaiknya hindari untuk melakukan hubungan seksual, membersihkan vagina atau menggunakan obat dan krim pada vagina, selama 2 hari sebelum tes dilakukan. Lebih jelasnya, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, tentang pap smear dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjalaninya.

Baca juga: Kolposkopi dan Biopsi Serviks, Apa Bedanya?

Kolposkopi

Sama-sama memeriksa serviks dan vagina, kolposkopi bisa dibilang merupakan pemeriksaan lanjut dari pap smear atau jika hasil pemeriksaan pap smear kurang baik. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh dokter jika dicurigai ada sel-sel abnormal pada serviks atau vagina, sekaligus untuk mengetahui adanya kutil kelamin, peradangan serviks, dan tanda-tanda kanker di sekitar vagina.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kolposkopi dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kolposkop. Alat ini akan digunakan untuk meneropong kondisi di dalam vagina hingga mulut rahim. Jika dalam prosedur dokter mencurigai adanya sel yang tidak normal, prosedur ini dilanjutkan dengan biopsi atau pengambilan sampel jaringan, untuk diperiksa lebih lanjut.

Berbeda dengan pap smear, prosedur kolposkopi berlangsung lebih lama, yaitu 15 menit. Selama prosedur, kamu mungkin akan merasa kurang nyaman ketika kolposkop dimasukkan, dan terasa sedikit kram ketika sampel jaringan diambil. Jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian vulva, dokter biasanya akan memberi anestesi untuk mencegah rasa nyeri. 

Baca juga: Ketahui Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi

Namun, jika jaringan yang diambil adalah pada bagian leher rahim, rasa tidak nyaman akan terasa, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit, kok. Setelah prosedur dilakukan, efek yang dirasakan pasien dapat berbeda-beda. Jika pengambilan sampel jaringan tidak dilakukan, pasien biasanya dapat langsung beraktivitas seperti biasa. 

Kemungkinan, efek samping umum yang terjadi adalah keluarnya bercak darah, tetapi hanya sedikit dan tidak akan menimbulkan hal serius. Namun, jika biopsi dilakukan, pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri pada vagina atau vulva selama beberapa hari.

Bercak darah yang keluar juga bisa agak banyak, dan berlangsung selama beberapa hari. Kamu bisa mengantisipasi efek samping ini dengan menggunakan pembalut. Penting untuk diingat, hindari penggunaan cairan pembersih vagina atau berhubungan seksual selama seminggu setelah prosedur kolposkopi dilakukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pap smear
WebMD. Diakses pada 2019. What’s Colposcopy?