Diabetes Tipe 1 Bisa Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diabetes Tipe 1 Bisa Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Halodoc, Jakarta – Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi berbahaya yang dihadapi oleh pengidap diabetes yang terjadi ketika tubuh mulai kehabisan insulin. Ketoasidosis diabetik paling sering dikaitkan dengan diabetes tipe 1, tapi orang dengan diabetes tipe 2 yang memproduksi sangat sedikit insulin bisa juga mengalami kondisi ini.

Ketoasidosis adalah komplikasi jangka pendek yang serius yang dapat mengakibatkan koma atau bahkan kematian jika tidak diobati dengan cepat. Kondisi ini biasa terjadi ketika tubuh memiliki insulin yang tidak cukup untuk memungkinkan cukup glukosa untuk masuk ke dalam sel, karenanya tubuh beralih ke pembakaran asam lemak dan memproduksi tubuh keton asam. Tingkat tinggi badan keton dalam darah dapat menyebabkan penyakit yang sangat parah.

Gejala Ketoasidosis diabetik cukup khas, yaitu muntah, dehidrasi, bau yang tidak biasa pada napas, detak jantung yang cepat, kebingungan dan disorientasi, serta mengalami koma. Gejala ketoasidosis diabetik biasanya berkembang dalam periode 24 jam jika kadar glukosa darah menjadi dan tetap terlalu tinggi (hiperglikemia).

Baca juga: Hati-Hati, Inilah 8 Komplikasi dari Diabetes Tipe 1

Beberapa faktor dapat memicu ketoasidosis diabetik, yaitu:

  1. Memiliki kadar glukosa darah secara konsisten di atas 15 mmol/L

  2. Injeksi insulin tidak ada

  3. Terjadi kesalahan pada pena insulin atau pompa insulin

  4. Dipicu oleh penyakit atau infeksi

  5. Tingkat stres yang tinggi atau berkepanjangan

  6. Konsumsi alkohol berlebihan

  7. Penggunaan obat-obatan terlarang

  8. Dapat juga terjadi sebelum diagnosis diabetes tipe 1.

  9. Ketoasidosis kadang-kadang dapat terjadi pada kehamilan dan ini bisa sangat berbahaya bagi ibu dan anaknya.

Ketoasidosis diabetik biasanya didiagnosis menggunakan tes darah dan urine yang mengukur konsentrasi keton dalam darah atau urine. Selain menguji kadar keton, kadar kalium juga dapat diukur sebagai bagian dari pengobatan untuk memeriksa tanda-tanda hipokalemia (kadar kalium rendah). Kalium dapat habis sebagai akibat dari buang air kecil yang berlebihan.

Ketoasidosis diabetik adalah darurat medis yang serius. Tanpa perawatan segera, komplikasi diabetes ini dapat menyebabkan kematian. Dengan intervensi dan pengobatan yang memadai dan cepat, angka kematian diturunkan menjadi sekitar 5 persen. Jika seseorang dengan diabetes menunjukkan tanda-tanda ketoasidosis, situasinya harus diperlakukan sebagai keadaan darurat.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Diabetes Tipe 1

Pengobatan ketoasidosis diabetik melibatkan pemberian cairan intravena untuk memperbaiki dehidrasi dan mengganti garam yang mungkin hilang dari tubuh selama ketoasidosis melalui pengeluaran urine dalam jumlah berlebihan. Insulin juga diperlukan untuk menekan tubuh keton secara instan yang diproduksi oleh tubuh.

Jika infeksi telah menjadi penyebab ketoasidosis, kamu akan diberikan rencana hari sakit untuk membantu mengambil jumlah insulin yang tepat. Pengamatan yang ketat terhadap pasien untuk mengidentifikasi dan mencegah komplikasi dengan cepat adalah penting. Karena itu, kamu biasanya akan dirawat di rumah sakit sampai kadar keton telah stabil dan telah kembali makan secara normal.

Cara terbaik untuk mencegah ketoasidosis diabetik adalah menjaga kontrol glukosa darah yang baik setiap saat. Secara teratur menguji kadar gula darah di rumah akan membantumu mengelola kadar glukosa.

Baca juga: Kenalan dengan Hipoglikemia dan Cara Mengatasinya

Jika kamu mengalami kesulitan dalam mengendalikan diabetes, diskusikan dengan dokter umum yang dapat menyarankan atau mungkin merujukmu untuk mengikuti panduan edukasi diabetes terstruktur.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai ketoasidosis diabetik, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.