• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diagnosis Kanker Kelenjar Air Liur dengan 5 Cara Ini

Diagnosis Kanker Kelenjar Air Liur dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Air liur terdapat di mulut, leher, dan tenggorokan. Sedangkan kelenjarnya sendiri berfungsi untuk menghasilkan air liur yang digunakan untuk membantu proses pencernaan, menjaga mulut tetap basah, serta menjaga gigi agar tetap sehat. Ada tiga kelenjar air liur utama, yaitu:

  1. Kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur terbesar yang terdapat di bawah telinga kanan dan kiri.

  2. Kelenjar sublingual, yaitu kelenjar air liur yang terdapat di bawah lidah dan di dasar mulut.

  3. Kelenjar submandibular, yaitu kelenjar air liur yang terdapat di bawah tulang rahang.

Kanker kelenjar air liur dapat terjadi karena adanya sel-sel abnormal pada kelenjar-kelenjar tersebut, sehingga sel-sel tumbuh di luar kendali. Berikut adalah diagnosis yang akan dilakukan dokter untuk mendeteksi adanya kanker kelenjar air liur pada seseorang.

Baca juga: Diabaikan Kanker Kelenjar Air Liur Sulit Dideteksi

Langkah Diagnosis Kanker Kelenjar Air Liur 

Berikut serangkaian pemeriksaan guna mendiagnosis adanya kanker kelenjar air liur pada pengidap:

  1. Dokter akan melakukan sesi tanya jawab dengan lebih dulu menanyakan gejala yang dialami, faktor risiko yang dimiliki, serta ada atau tidaknya riwayat kanker kelenjar air liur pada keluarga.

  2. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan mulut, tenggorokan serta kulit (jika pengidap mengalami kelumpuhan saraf di area wajah).

  3. Biopsi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor pada salah satu kelenjar air liur yang dicurigai mengalami pertumbuhan sel-sel abnormal. Sampel jaringan ini kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

  4. Endoskopi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan alat khusus berbentuk selang kecil yang dimasukkan melalui mulut dan ditujukan pada organ yang ingin diperiksa.

  5. Pemindaian, yaitu prosedur yang dilakukan untuk mengetahui letak kanker dan sejauh mana penyebaran yang telah terjadi. Pemindaian ini akan dilakukan dengan foto Rontgen, CT scan, atau MRI.

Sebelum melakukannya, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mencegah kekeliruan yang bisa saja terjadi. Tanya dengan jelas apa yang harus dan tidak boleh dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah prosedur dilakukan.

Baca juga: Kanker Kelenjar Air Liur Terjadi Akibat Tumor Ganas

Perhatikan Gejala yang Muncul

Pada beberapa orang yang mengalami penyakit ini, kanker kelenjar air liur dapat muncul tanpa adanya gejala. Seiring dengan berjalannya waktu, kanker akan semakin berkembang dan menyebabkan timbulnya gejala, seperti:

  • Pembengkakan atau benjolan di sekitar leher, mulut, atau rahang.

  • Pembengkakan pada bagian pipi atau rahang.

  • Mati rasa pada sebagian wajah.

  • Cairan yang keluar terus-menerus dari dalam telinga.

  • Kesulitan dalam menelan makanan dan minuman, bahkan ketika ingin membuka mulut.

Hal yang perlu kamu lakukan adalah segera menemui dokter jika kamu merasakan adanya benjolan pada area rahang guna memastikan penyakit yang kamu alami. Pasalnya, pembengkakan di area kelenjar air liur tidak selalu menjadi pertanda kanker. 

Baca juga: Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan

Lakukan beberapa hal berikut ini guna mencegah terjadinya kanker kelenjar air liur:

  • Jaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik dengan rajin menyikat gigi.

  • Setelah makan, bilas mulut dengan air garam. Air garam mengandung antibakteri dan antiinflamasi yang baik bagi kesehatan mulut.

  • Jaga kelembapan mulut dengan baik dengan banyak minum air putih dan konsumsi permen karet bebas gula.

Langkah pencegahan tak hanya dilakukan dengan beberapa hal tersebut. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan rasa pedas dan asam. Makanan jenis ini diketahui dapat mengiritasi mulut dan memicu terjadinya kanker kelenjar air liur. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2019. What Is Salivary Gland Cancer?
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Salivary Gland Cancer?