Dianggap Sepele, Menahan Marah Pengaruhi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Dianggap Sepele, Menahan Marah Pengaruhi Kesehatan Mental

Halodoc, Jakarta - Rasa kesal dan marah adalah hal yang manusiawi terjadi. Walau begitu, ternyata perasaan marah yang terus kamu tahan akan menyebabkan banyak gangguan. Salah satu hal yang terpengaruh ketika kamu menahan marah adalah gangguan terhadap kesehatan mental seseorang.

Kesehatan mental dapat terganggu karena selalu menahan rasa frustasi, sakit hati, hingga kecewa. Memang, kemarahan yang timbul dapat diolah menjadi sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bagaimana rasa marah dapat mengganggu kesehatan mental? Ini ulasannya!

Baca juga: Emosi Meledak-Ledak, Tanda Mental yang Tidak Stabil?

Terlalu Sering Menahan Marah Pengaruhi Kesehatan Mental

Rasa marah memicu tubuh untuk memutuskan bertahan atau melawan. Perasaan emosi tersebut memicu respons, seperti ketakutan, kegembiraan, hingga kecemasan. Tubuh akan dipenuhi dengan hormon yang menyebabkan stres, seperti adrenalin dan kortisol.

Otak yang menyalurkan darah menjauh dari usus dan menuju otot, sehingga aktivitas fisik sudah siap untuk dilakukan. Selain itu, denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan juga dapat meningkat. Tidak hanya, suhu tubuh kamu akan naik dan kulit menjadi berkeringat karena menahan emosi.

Hormon adrenalin dan kortisol yang terlalu banyak secara konstan dan terjadinya perubahan metabolisme akan terjadi ketika kamu menahan marah. Sehingga, kerusakan pada sistem tubuh mungkin akan terjadi. Beberapa gangguan yang menyerang kesehatan mental, yaitu peningkatan rasa cemas dan depresi.

Selain itu, beberapa orang akan mengekspresikan kemarahan dengan cara yang berbeda. Orang tersebut mungkin akan mulai melukai diri sendiri atau orang lain yang berada di sekitarnya. Kemarahan juga dapat menjadi pertanda seseorang mengalami hal yang sedih, depresi, hingga gangguan kesehatan mental lainnya.

Jika kamu ingin tahu cara mengelola rasa marah agar tidak menyebabkan gangguan pada kesehatan mental, bisa tanya langsung ke dokter ahlinya dari aplikasi Halodoc. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Baca juga: Tak Hanya Fisik, Puasa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

Perlu diketahui juga, banyak orang yang mengekspresikan kemarahannya dengan cara yang tidak sewajarnya sehingga dapat menyebabkan bahaya, seperti:

  • Emosi yang meledak-ledak: Beberapa orang yang kesulitan untuk mengendalikan emosinya akan mengalami amarah yang meledak-ledak. Kemarahan tersebut menyebabkan kamu mengalami pelecehan fisik atau kekerasan. Kamu harus menghindari interaksi terlalu banyak dengan orang lain untuk menghindari emosi terpancing.

  • Represi Kemarahan: Beberapa orang menganggap apabila rasa marah adalah emosi yang tidak pantas diperlihatkan sehingga harus menahannya. Dengan menahan amarah, kamu mengubah perasaan tersebut menjadi depresi dan rasa cemas.

Cara untuk Mengelola Kemarahan

Kemarahan yang timbul umumnya akan terjadi tanpa aba-aba. Maka dari itu kamu harus mempersiapkan cara untuk mengatasinya sebelum terjadi. Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengelola kemarahan, yaitu:

  1. Ketika sudah mulai marah, coba untuk bernapas dalam-dalam lalu bicara pada diri sendiri sesuatu yang positif sehingga pikiran untuk marah dapat diredam. Tarik napas dalam-dalam sambil menenangkan diri sendiri.

  2. Hindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang yang dapat membuat kamu lebih impulsif dalam mengambil tindakan.

  3. Mengekspresikan kemarahan yang kamu rasakan lebih baik dibanding harus menahannya. Kemarahan harus diekspresikan dengan cara yang tepat. Ledakan kemarahan umumnya menyebabkan masalah yang lebih besar dengan orang lain.

Baca juga: Pikiran Negatif Memicu Gangguan Mental, Kok Bisa?

Itulah yang bisa dilakukan untuk mengelola rasa marah di dalam diri kamu. Tetap usahakan tenangkan diri dan hindari menahan marah karena nantinya hanya akan merugikan kesehatan kamu saja.

Referensi:
WebMD.Diakses pada 2019.Mental Health and Anger Management
Betterhealth.vic.gov.au .Diakses pada 2019.Anger - how it affects people