11 February 2019

Ini Cara Meluapkan Marah secara Sehat, Tanpa Harus Banting Barang

Ini Cara Meluapkan Marah secara Sehat, Tanpa Harus Banting Barang

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini media dihebohkan dengan pemberitaan seorang laki-laki yang marah karena ditilang polisi, di mana ia mengekspresikan amarah dengan membanting sepeda motornya. Peristiwa ini sempat menjadi viral dan diparodikan karena si laki-laki dianggap lebay karena membanting sepeda motor.

Tidak hanya berhenti disitu, si laki-laki ternyata merekam adegan dia membakar STNK karena marahnya masih berkelanjutan. Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, ternyata sepeda motor yang dibantingnya bukan miliknya dan sudah digadaikan.

Sejatinya, respons terhadap kemarahan adalah kebiasaan yang tertanam di otak. Tapi, ini bukan berarti kamu tidak bisa melatih otak secara konstruktif mengenai hal ini. Menurut Bernard Golden, PhD, semua kebiasaan tercermin dalam koneksi saraf di otak. Jika kita mengembangkan kebiasaan baru, maka kita membuat koneksi otak untuk kebiasaan itu menjadi lebih kuat dan menjadikannya respons yang lebih otomatis.

Baca juga: 5 Manfaat Meluapkan Amarah

Kemarahan adalah respons terhadap harapan yang tidak terpenuhi, ketika kamu mengharapkan sesuatu, namun malah yang terjadi kebalikannya. Emosi menyebabkan reaksi impulsif. Amigdala, satu bundel neuron jauh di dalam otak adalah pusat perilaku emosional. Ia mengirimkan impuls ke hipotalamus yang memicu respons stres melawan atau lari. Korteks prefrontal rasional mengevaluasi ancaman dan memutuskan apakah mereka memerlukan respons yang eksplosif. Tapi, kadang-kadang pusat emosi berjalan sebelum otak rasional dapat dimulai.

Memahami Kemarahan

Menurut Allan Schwartz, Ph.D, psikolog dari MentalHelp.net, mengatakan sebenarnya meluapkan amarah adalah reaksi yang baik. Karena amarah bukan suatu ekspresi yang sehat juga bila terlalu sering ditahan. Masalahnya, bagaimana meluapkan rasa marah secara positif adalah sesuatu yang harus dilakukan.

Amarah yang ditahan bisa menyebabkan ledakan emosi yang sangat terkait dengan aktivitas fisik, seperti membanting barang atau bahkan melakukan kekerasan dengan orang terdekat. Tidak hanya merugikan orang sekeliling dan mental saja, amarah yang meledak erat kaitannya dengan kesehatan fisik yang meliputi tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, serta risiko stroke dan serangan jantung. Dari sisi mental juga, terlanjur melampiaskan kemarahan secara tidak wajar juga bisa membuat kita menyesali untuk apa yang sudah dilakukan dan katakan saat marah.

Seperti yang diutarakan oleh Bernard Golden, semua perilaku, emosi, termasuk respons saat marah adalah kebiasaan yang sudah tertanam di dalam otak. Kamu bisa mengelola marah menjadi sesuatu yang positif dengan mempelajari dan terus-menerus melakukannya, sehingga tercipta kebiasaan yang positif dan normatif.

Baca juga: 8 Tips Mengontrol Kemarahan Agar Tidak Berlebihan

Dalam belajar mengatasi kemarahan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengungkapkan perasaan itu:

  1. Seberapa pentingkah bagi saya untuk mengekspresikan kemarahan saya? Jika itu hal kecil, saya mungkin lebih baik melepaskannya.

  2. Jika saya mengungkapkan kemarahan saya, bagaimana tanggapan orang lain? Akankah mereka merasa sakit atau akankah mereka membalas? Bisakah itu merusak hubungan?

  3. Apa cara terbaik bagi saya untuk mengungkapkan kekecewaan saya? Berteriak tidak baik untukku atau orang lain. Saya tahu saya perlu membicarakannya, namun dengan cara yang tenang dan tegas.

  4. Dapatkah saya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran saya dengan cara-cara yang tegas dan menghormati batas-batas saya serta orang lain?

Baca juga: Jangan Lakukan Ini Saat Marah

Pada akhirnya, tidak ada yang sempurna dan masing-masing orang sejatinya memiliki sisi agresivitas. Untuk itulah banyak ahli psikologi yang menyarankan orang untuk melakoni hobi supaya punya media menyalurkan emosinya.

Apakah kamu termasuk orang yang senang membanting barang saat marah atau punya gangguan psikologi tertentu yang menyebabkan emosi lebih gampang meledak? Kamu bisa menanyakan gangguan kesehatan apapun ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.