08 March 2019

Dikenal Sebagai Muntaber, Apa Itu Gastroenteritis?

Dikenal Sebagai Muntaber, Apa Itu Gastroenteritis?

Halodoc, Jakarta – Gastroenteritis atau muntaber merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada lambung dan usus. Penyebabnya bisa virus, makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri, efek samping dari obat-obatan, atau reaksi terhadap makanan. Penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, bayi yang disusui bisa mengalami gastroenteritis akibat perubahan diet sang ibu.

Meski gejala gastroenteritis mirip dengan diare, terdapat ciri khas muntaber, antara lain mual, muntah, diare, kram perut, dan demam. Gejala bisa berlangsung selama satu hari atau bahkan satu minggu, tergantung pada penyebab peradangan. Muntaber umumnya sembuh dalam kurun waktu kurang dari satu minggu setelah infeksi pertama, jika penyebabnya adalah infeksi virus. Namun jika penyebabnya adalah virus, muntaber membutuhkan waktu lama untuk sembuh hingga berminggu-minggu.

Baca Juga : 2 Cara Penularan Gastroenteritis

Penanganan Pertama untuk Gastroenteritis

Jika kamu mengalami muntaber, berikut penanganan pertama yang bisa dilakukan.

1. Berhenti Makan

Ketika infeksi terjadi, pengidap muntaber akan mengalami muntah terus menerus sehingga makanan yang masuk dikeluarkan kembali. Sebaiknya, berhenti memasukan makanan ke dalam perut dalam beberapa jam agar perut menjadi tenang.

2. Minum Banyak Cairan

Konsumsi banyak cairan seperti minum air putih atau minuman isotonik untuk mencegah dehidrasi. Disarankan agar tidak minum cairan terlalu cepat karena dikhawatirkan bisa memperburuk mual dan muntah. Cobalah minum sesekali dalam beberapa jam.

Selain asupan cairan, coba perhatikan warna urine. Warna urine yang baik adalah ringan dan jernih. Namun jika warna urine gelap, bisa menjadi tanda dehidrasi. Pusing juga merupakan tanda-tanda dehidrasi.

3. Sering Makan

Jika mengalami mual, usahakan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah kecil sesering mungkin. Konsumsi makanan yang mudah dikonsumsi dan mudah dicerna seperti biskuit, roti, pisang, nasi, dan ayam. Berhenti makan jika mual datang kembali. Hindari susu dan produk olahan susu, kafein, alkohol, nikotin, dan makanan berlemak.

4. Konsumsi Obat

Konsumsi acetaminophen atau ibuprofen bisa membantu menghilangkan rasa tidak nyaman. Bagi pengidap penyakit hati, disarankan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tersebut. Setelah minum obat, sebaiknya banyak beristirahat karena dehidrasi membuat tubuh lemah dan lelah.

Baca Juga : Enggak Selalu Lalat, Ini Penyebab Terjadinya Muntaber

Gastroenteritis Pada Anak

Penanganan anak yang mengalami muntaber sebenarnya sama seperti orang dewasa. Biarkan ia banyak beristirahat. Ketika muntah sudah berhenti, cobalah tawarkan sejumlah kecil larutan rehidrasi oral. Minum cairan terlalu cepat dapat memperburuk mual dan muntah, jadi cobalah untuk minum sedikit tapi sesering mungkin selama beberapa jam.

Berikan anak makanan hambar dan mudah dicerna seperti roti, nasi, pisang, dan kentang secara bertahap. Hindari pemberian produk susu berlemak seperti susu murni, es krim, dan makanan manis. Pasalnya makanan tersebut bisa memperburuk diare. Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman, berikan acetaminophen. Hindari pemberian aspirin pada anak.

Jika ibu sedang menyusui, biarkan bayi tetap menyusu. Jika bayi diberi susu botol, berikan sedikit larutan rehidrasi oral atau susu formula biasa. Segera cari bantuan medis apabila anak mengalami hal berikut:

  • Mudah mengantuk.

  • Muntah darah.

  • Diare berdarah.

  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut dan kulit kering, rasa haus, mata cekung, atau menangis tanpa air mata.

  • Pada bayi, waspadai titik lunak di bagian atas kepala yang cekung dan popok yang tetap kering selama lebih dari tiga jam.

  • Mengalami demam yang berlangsung lebih dari satu hari pada anak berusia di bawah dua tahun.

  • Memiliki demam yang berlangsung lebih dari tiga hari pada anak berusia di atas dua tahun.

Baca Juga : Manfaat Jahe untuk Mengobati Gastroenteritis

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar gastroenteritis, jangan ragu bertanya ke dokter Halodoc. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!