Ini Alasan Terapi Psikologi Bantu Pulihkan Disfungsi Seksual

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
 Ini Alasan Terapi Psikologi Bantu Pulihkan Disfungsi Seksual

Halodoc, Jakarta - Keharmonisan dalam hubungan rumah tangga tidak lepas dari kepuasan secara seksual pada pasangan. Disfungsi seksual bisa menjadi masalah yang tidak dapat dianggap sepele. Disfungsi seksual adalah kondisi yang menyebabkan seseorang terhalang untuk memiliki hasrat seksual atau mendapat kepuasan secara seksual. Tidak hanya menimpa wanita, kondisi ini bisa dirasakan oleh pria. Kondisi semacam ini tidak dapat diabaikan, karena menyebabkan pasangan menjadi kurang harmonis. 

Jenis disfungsi seksual yang dirasakan wanita bisa meliputi masalah dalam respon seksual, orgasme dan rasa nyeri  saat hendak berhubungan intim. Sementara itu pada pria, masalah seksual berupa disfungsi ereksi atau impotensi, gangguan ejakulasi, dan kehilangan gairah seksual. 

Baca Juga: Kenali Lebih Dalam Mengenai Gangguan Seksual Pedofilia

Apa Saja Jenis Gejala Disfungsi Seksual?

Disfungsi seksual antara laki-laki dan wanita berbeda, gejalanya juga berbeda. Gejala disfungsi seksual pada wanita, yaitu: 

  • Hasrat seksual yang rendah. Jenis disfungsi seksual ini paling umum diidap wanita, ditandai dengan hilangnya hasrat atau keinginan untuk berhubungan seksual.

  • Gangguan rangsangan seksual. Dalam kondisi ini, hasrat berhubungan seksual tetap ada, tapi seorang wanita sulit untuk terangsang dan mempertahankan rangsangan selama kegiatan seksual.

  • Gangguan nyeri seksual/dyspareunia. Gejalanya adalah timbul rasa nyeri saat melakukan kontak Miss V atau stimulasi seksual. Banyak hal yang memicu rasa nyeri dalam hubungan seksual, seperti vaginismus, pelumas yang tidak memadai, serta otot Miss V yang kaku.

  • Gangguan orgasme, yaitu kesulitan mencapai orgasme meski rangsangan dan stimulasi dilakukan terus menerus.

Sedangkan gejala disfungsi seksual pada pria adalah:

  • Disfungsi ereksi atau impotensi. Kondisi ini terjadi saat pria tidak mampu untuk ereksi atau mempertahankan ereksi yang dibutuhkan selama hubungan intim.

  • Penurunan hasrat berhubungan seksual (libido). Kondisi ini sering dikaitkan rendahnya jumlah hormon testosteron dalam tubuh. Apabila penurunan hasrat sudah parah, seorang pria sama sekali tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim.

  • Gangguan ejakulasi, Ada tiga jenis gangguan ejakulasi, yakni ejakulasi dini (ejakulasi yang terjadi sebelum penetrasi atau sesaat setelah penetrasi), ejakulasi yang lambat, serta ejakulasi berbalik (ejakulasi kembali ke kandung kemih dan bukan keluar di ujung penis melalui uretra).

Baca Juga: Waspada, 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Impotensi

Apa yang Menjadi Penyebab Disfungsi Seksual?

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain: 

  • Kondisi fisik atau medis yang mengganggu fungsi seksual. Kondisi ini berupa penyakit diabetes, jantung dan vaskuler, gangguan saraf, penyakit kronis, penyalahgunaan obat, dan efek samping dari obat-obatan tertentu (salah satunya adalah antidepresan yang mengganggu hasrat dan fungsi seksual).

  • Kondisi hormonal, seperti penurunan kadar hormon estrogen pada wanita, terutama setelah menopause dan hormon testosteron yang rendah pada pria sehingga mengurangi hasrat melakukan kegiatan seksual.

  • Faktor psikologi, terutama stres, dapat menyebabkan disfungsi seksual. Selain itu, kecemasan, kekhawatiran berlebihan akan performa seksualnya, masalah dalam hubungan atau pernikahan, depresi, perasaan bersalah, serta efek trauma masa lalu juga dapat berpengaruh.

Mengapa Terapi Psikologis Bisa Bantu Mengatasinya?

Faktor psikologi adalah penyebab kondisi ini terjadi, maka terapi psikologi pun bisa menjadi jawaban untuk bantu mengobati masalah ini. Terapi ini dilakukan oleh konselor terlatih untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan, rasa takut atau perasaan bersalah yang berdampak pada fungsi seksual. 

Pemahaman tentang seks dan tingkah laku seksual perlu dimiliki pengidapnya agar kegelisahan tentang kemampuan seksualnya dapat teratasi. Salah satu caranya adalah berbicara secara terbuka pada pasangan tentang kebutuhan dan kegelisahan pada dirinya untuk menghilangkan hambatan dalam kehidupan seks.

Baca Juga: Inilah yang Menyebabkan Kepuasan Seksual Menurun

Disfungsi seksual bisa diatasi dengan bantuan terapi psikologi. Jangan anggap sepele kondisi disfungsi seksual, karena dapat berpengaruh pada keharmonisan dengan pasangan. Kamu bisa periksa ke dokter untuk penanganan lebih pasti. Kini kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat Halodoc. Praktis, bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!