Donor Darah saat Menstruasi, Bolehkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Donor Darah saat Menstruasi, Bolehkah?

Halodoc, Jakarta – Bisa jadi ini pertanyaan semua orang? Faktanya, kamu bisa saja mendonorkan darah ketika sedang menstruasi. Namun, disarankan untuk tidak melakukannya ketika periode menstruasi begitu berat, sehingga badan lemas. 

Ini dikarenakan segala bentuk kehilangan darah, termasuk menstruasi, dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh, sehingga berpotensi membuat tubuh merasa tidak sehat. Ingin mengetahui aturan donor darah seperti apa, baca penjelasannya di sini. 

Jika Periode Berat, Sebaiknya Jangan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Health Sciences Authority, sebaiknya jangan mendonorkan darah ketika aliran menstruasi terasa berat, deras, apalagi kalau kamu mengalami kram perut. 

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Penyebab Menstruasi Enggak Lancar

Selain sedang menjalani periode menstruasi, ibu hamil juga tidak disarankan untuk mendonorkan darah. Ibu dapat melakukannya 6 minggu setelah persalinan normal, asalkan sedang tidak menyusui anak. Ini dilakukan untuk mencegah anemia defisiensi besi. Aturan apalagi yang perlu diketahui terkait kegiatan mendonorkan darah? Berikut ini persyaratannya:

  1. Kamu bisa mendonorkan darah kalau berat badan setidaknya 50 kilogram dan berusia di atas 17 tahun.

  2. Kamu tidak bisa mendonorkan darah jika:

  • Pernah menggunakan obat yang disuntikkan sendiri (tanpa resep).

  • Mengalami hepatitis.

  • Berada dalam kelompok berisiko kesehatan tinggi seperti AIDS.

Menurut Food and Drug Administration juga menyatakan bahwa laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dilarang mendonorkan darah. Beberapa pertimbangan kesehatan atau pengobatan mungkin diperlukan sebelum seseorang melakukan donor darah. 

Demikian juga halnya bila tekanan darahmu di bawah 180/100. Jika seseorang sedang pilek dan flu, demam, apalagi batuk berdahak tidak disarankan untuk donasi darah. Sebaiknya, tunggu sampai tubuhnya sehat.

Sebenarnya pengidap diabetes juga berisiko, tetapi selama gula darahnya terkontrol dengan baik, maka bisa melakukan donor. Pun, sebelum mendonorkan darah juga disarankan mengonsumsi makanan sehat dan minum banyak cairan.

Kalau ingin tahu informasi mengenai donor darah lebih lengkap lagi, bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol kapan dan di mana saja lewat Video/Voice Call atau Chat.

Biasanya, pendonor tidak akan merasakan sesuatu yang berbeda setelah melakukan donor darah. Namun, kadang-kadang orang mungkin merasa ingin pingsan (pusing, panas, berkeringat, gemetar, gemetar, atau mual) dan jika kamu mengalaminya, segeralah berbaring. 

Istirahat sampai kamu merasa lebih baik dan minum banyak cairan. Memar apa pun biasanya tidak berbahaya dan akan hilang seiring waktu. Kamu akan diberikan informasi untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan vitalitas tubuh. 

Baca juga: Menstruasi Tidak Teratur, Apa yang Harus Dilakukan?

Makanya, hindari olahraga yang berat setidaknya beberapa jam setelahnya. Pun, selama beberapa hari berikutnya, ingatlah untuk minum cairan, makanlah dengan baik, dan banyak istirahat.

Bahkan sebelum melakukan donor darah, disarankan untuk menghindari melakukan latihan keras atau mengangkat berat, termasuk melakukan hubungan seks. Ini dilakukan supaya tubuh dalam keadaan istirahat selama donasi dilakukan. Ini dapat membantu tubuh pulih dengan cepat. 

Butuh beberapa minggu bagi tubuh untuk mengganti semua sel darah dan sedikit lebih lama untuk mengembalikan kadar zat besi. Karenanya kalau kamu mau melakukan donor darah lagi, ambillah jeda setidaknya 56 hari setelah melakukan donor yang pertama. 

Sebagai informasi tambahan, umumnya golongan darah yang paling umum available adalah O positif, kemudian A positif. Paling jarang adalah AB negatif. O negatif adalah golongan darah yang paling banyak dicari, karena dapat diberikan kepada siapa saja. 

 

Referensi:

UCI Health Live Well. Diakses pada 2019. Life Saving Blood Donation.
WHO.INT. Diakses pada 2019. Blood Donor Selection.
Give Blood.id. Diakses pada 2019. Menstruating/Period.