Efek Panik Baca Berita Corona, Waspada Gejala Psikosomatis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Efek Panik Baca Berita Corona, Waspada Gejala Psikosomatis

Halodoc, Jakarta - Setiap hari, semua portal berita akan memberikan kabar terkini terkait virus corona. Penyakit ini pun sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Sampai saat ini (26/3), COVID-19 pun sudah merenggut 58 nyawa di Indonesia. 

Wajar apabila seseorang merasa takut disebabkan banyak berita yang buruk terkait virus corona. Seseorang yang panik dan takut mungkin saja akan merasakan reaksi sugesti yang mirip dengan gejala virus corona. Gangguan ini disebut juga dengan psikosomatis. Supaya lebih jelas, simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Fakta Baru, Virus Corona Mampu Bertahan di Udara

Gejala Psikosomatis Timbul Karena Rasa Cemas

Selama pandemi dari virus corona terjadi, kecemasan masyarakat menyebar lebih cepat dibandingkan dengan penyakit itu sendiri. Hal tersebut membuat kepanikan tersendiri dan terkadang beberapa orang mulai merasakan gejala yang dapat timbul ketika seseorang mengidap COVID-19. Padahal, hal ini wajar terjadi disebabkan oleh gejala psikosomatis.

Gangguan psikosomatis terjadi ketika kecemasan dan rasa panik terjadi pada pikiran dan tubuh. Beberapa penyakit yang dianggap sedang marak terjadi akan membuat tubuh merasakan gejala dari gangguan tersebut disebabkan buruknya faktor mental, seperti stres dan rasa cemas. Keadaan mental seseorang dapat memengaruhi seberapa buruk gejala yang timbul.

Psikosomatis dapat menular melalui emosional baik secara pribadi maupun ketika orang-orang di sekitarmu berbicara tentang rasa cemas tersebut melalui platform media sosial. Maka dari itu, penting untuk membatasi interaksi sosial yang dapat menimbulkan rasa cemas dan ketakutan pada dirimu, sehingga menimbulkan psikosomatis menyerang.

Tidak perlu merasa panik, karena sakit yang kamu rasakan belum tentu disebabkan oleh virus corona. Untuk memastikannya, kamu dapat bertanya pada dokter di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, diskusi dengan dokter dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga di App Store atau Google Play!

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Bagaimana Cara Psikosomatis Terjadi pada Tubuh?

Rasa takut adalah respons yang normal terjadi pada tubuh dan akan timbul ketika merasakan ancaman, yang terbentuk untuk menjaga rasa aman. Hal tersebut dapat terjadi karena ancaman secara emosional, sosial, hingga fisik. Respons ini terjadi ketika terdapat interaksi antara sistem limbik dengan otak kognitif seseorang.

Saat tubuh telah mengidentifikasi ancaman, respons pilihan untuk melawan atau lari dapat timbul. Hal ini adalah respons biologis tubuh terhadap rasa takut dan membuat tubuh penuh dengan adrenalin yang memastikan sebagai upaya untuk memastikan jika tubuh dapat melarikan diri atau mengalah terhadap ancaman apapun, seperti serangan hewan yang berbahaya.

Respons yang dapat timbul terkait psikosomatis yang berhubungan dengan serangan virus corona adalah merasakan gejala-gejala dari gangguan tersebut pada tubuhmu. Kamu mungkin akan merasa batuk-batuk kecil, tubuh yang terasa tidak nyaman hingga demam, hingga kepala yang pusing. Padahal, hal tersebut timbul disebabkan rasa takut dan panik karena faktor lingkungan.

Baca juga: Bisakah Psikoterapi Atasi Gangguan Psikosomatis?

Maka dari itu, selain menjaga kesehatan fisik agar sistem imun tetap terjaga, kesehatan mental pun juga perlu ditingkatkan. Pastikan tubuh kamu tetap bugar secara fisik dan mental agar benar-benar terhindar dari virus corona. Selain itu, cuci tangan dengan sabun dan agak menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain juga perlu dilakukan.

Referensi:
Science Alert. Diakses pada 2020. Coronavirus Anxiety? Here's How to Keep It From Spiralling Out of Control.
Patient. Diakses pada 2020. Psychosomatic Disorders.