25 September 2018

Efek Samping Konsumsi Obat Antibiotik dalam Waktu Lama

obat antibiotik,efek samping antibiotik,antibiotik

Halodoc, Jakarta – Dokter biasanya akan memberi kamu obat antibiotik ketika kamu memeriksakan kondisi kesehatanmu ke rumah sakit. Namun, tahukah kamu bahwa mengonsumsi antibiotik dalam waktu lama memiliki efek samping bagi tubuh?

Antibiotik atau obat-obatan merupakan segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang memiliki efek menekan dan menghambat proses biokimia dalam organisme. Antibiotik biasanya dipergunakan untuk mengatasi rasa sakit pada organ tubuh. Namun, bahaya dan efek samping obat antibiotik dalam jangka panjang ternyata sangat mematikan.

Cara kerja Obat Antibiotik

Cara kerjanya yaitu dengan menghambat pertumbuhan bakteri, serta mikroorganisme lainnya yang menjadi penyebab timbulnya rasa sakit yang berkembang di dalam tubuh. Misalnya seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, serta infeksi sinus. Antibiotik juga bisa digunakan dalam  proses pengobatan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur dan protozoa.

Antibiotik yang pertama kali ditemukan di dunia farmasi adalah penicillin. Seiring berkembangnya teknologi, akhirnya produk antibiotik telah banyak berkembang dan dipasarkan di era sekarang ini.

Jangka waktu seorang pasien yang harus mengonsumsi antibiotik dan obat-obatan tergantung pada jenis penyakit yang diidapnya. Misalnya seseorang yang menderita pusing, batuk, atau pilek mungkin hanya akan memerlukan waktu beberapa hari untuk mengonsumsi obat-obatan. Namun, bagi pengidap penyakit kronis seperti kencing manis atau TBC, tentunya akan memerlukan waktu yang panjang mengonsumsi antibiotik dan obat-obatan.

Efek Samping

Berikut adalah beberapa efek samping/ bahaya yang bisa ditimbulkan akibat mengonsumsi antibiotik dan obat-obatan dalam jangka waktu lama:

1. Infeksi Organ Intim

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Pemakaian antibiotik dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri candida secara berlebihan. Bakteri candida adalah sumber dari terjadinya keputihan. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa gatal, keputihan, serta bau pada daerah Miss V.

2. Gangguan Pencernaan

Hal yang paling umum terjadi akibat mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang panjang adalah terjadinya mual, diare, kram, dan nyeri pada perut.

3. Muncul Alergi

Sebagian orang akan mengalami gejala ini, seperti gatal-gatal dan pembengkakan di mulut dan tenggorokan. Terkadang juga muncul bintik-bintik pada kulit.

4. Gangguan Fungsi Jantung

Gejalanya ditandai dengan jantung berdebar-debar dan sakit pada kepala.

5. Sistem Kekebalan Tubuh Terganggu

Biasanya nafsu makan akan berkurang. Beberapa jaringan tubuh seperti kulit, selaput lendir, dan usus merupakan tempat berkembang biaknya mikroorganisme dan bakteri yang baik bagi tubuh. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat memberantas serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kekurangan vitamin pada tubuh, terutama vitamin K dan B12. Akibatnya, kondisi tersebut juga akan berdampak pada rentannya tubuh terhadap serangan penyakit menular.

6. Menimbulkan Efek Resistensi

Terlalu sering mengonsumsi antibiotik dapat mengakibatkan efek resistensi terhadap jenis obat itu sendiri. Setelah pemakaian obat dihentikan, tidak menutup kemungkinan suatu saat orang tersebut akan terkena kembali penyakit yang sama. Pada saat pengidap mengonsumsi antibiotik yang sama seperti sebelumnya, ternyata antibiotik itu tidak mempan lagi membantu meredakan sakit yang diidapnya. Akhirnya, pengidap memerlukan antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi.

7. Muncul Gangguan Penyakit yang Lebih Serius

Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan fungsi organ tubuh yang lebih serius. Misalnya seperti gangguan pada fungsi hati, kerusakan hati, penurunan jumlah produksi sel darah putih, gangguan fungsi jantung, koma, pembengkakan, iritasi pada usus besar, dan kebocoran pada usus yang bisa berakibat pada kematian.

Sama halnya dengan efek samping obat penenang, efek samping antibiotik juga cukup berpengaruh pada kesehatan tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk itu jadilah konsumen yang cerdas dalam memilih antibiotik yang kamu perlukan, agar risiko-risiko berbahaya yang nantinya timbul bisa terhindarkan.

Antibiotik dapat mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, tetapi tidak oleh virus. Untuk itu, sebelum menggunakan obat-obatan, ada baiknya jika kamu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berkomunikasi via Chat atau Voice/Video Call untuk mengikuti petunjuk dokter kapan pun dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

 

Baca juga: