Elektrokardiogram untuk Deteksi Penyakit Apa Saja?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Elektrokardiogram untuk Deteksi Penyakit Apa Saja?

Halodoc, Jakarta – Elektrokardiogram atau EKG adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk merekam atau mengukur aktivitas yang terjadi pada jantung. Tes ini dilakukan dengan menggunakan mesin untuk mendeteksi adanya impuls listrik yang dinamakan elektrokardiograf. Nantinya, elektrokardiograf akan mengartikan impuls listrik yang terekam menjadi sebuah grafik yang tergambar pada layar pemantau.

Pada dasarnya, tes EKG tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien karena proses ini tidak menggunakan aliran listrik dan sayatan apapun seperti pada proses pembedahan, sehingga tidak menimbulkan bekas luka. Pada prosesnya, dokter akan menempelkan alat berupa elektroda yang berjumlah antara 10 hingga 12 buah. Alat ini dibuat dari berbahan plastik dengan ukuran kecil.

Alat ini akan ditempelkan pada bagian dada, tungkai, dan lengan. Pada salah satu sisinya, akan dihubungkan dengan kabel pada mesin elektrokardiograf. Hasil penangkapan gambar akan direkam pada mesin EKG untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim dokter.

Baca juga: Alasan Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan Elektrokardiogram

Pada umumnya, tes kesehatan ini memiliki keterkaitan langsung dengan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan jantung, seperti:

  • Penyakit jantung koroner.

  • Serangan jantung.

  • Keracunan dan efek samping penggunaan obat-obatan.

  • Evaluasi dari hasil kerja alat pacu jantung.

  • Gangguan elektrolit pada tubuh.

Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan prosedur kesehatan ini untuk pasien yang mengalami gejala seperti sulit bernapas, nyeri pada bagian dada, gangguan pada irama jantung, jantung berdebar-debar, serta tubuh yang mudah lelah dan lemas.

Hal yang Perlu Diketahui

Prosedur pemeriksaan menggunakan elektrokardiogram sendiri berlangsung dalam waktu antara 5 hingga 8 menit. Biasanya, kamu akan diminta untuk melepaskan pakaian bagian atas dan melepaskan aksesori atau benda yang disimpan dalam kantong pakaian, terlebih jika benda tersebut berbahan dasar logam.

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

Setelah pasien berbaring, maka perawat akan menempelkan kabel-kabel elektrode dan menghubungkannya langsung dengan mesin EKG. Selama proses perekaman jejak jantung sedang berlangsung, sebaiknya kamu tidak banyak bicara atau melakukan gerakan karena memengaruhi hasil perekaman.

Tidak ada persiapan khusus yang dibutuhkan atau perlu dilakukan sebelum menjalani prosedur tes elektrokardiogram. Bahkan, tes ini juga digunakan pada kondisi gawat darurat untuk mengidentifikasi adanya serangan jantung atau mengetahui kinerja jantung pada pasien.

Meski begitu, apabila kamu dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dengan prosedur ini, kamu tidak boleh menggunakan losion, bedak, atau minyak pada tubuh, terlebih pada bagian dada. Apabila terdapat bulu pada bagian dada, sebaiknya hilangkan dengan cara dicukur untuk memudahkan proses pemindaian.

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

Jangan lupa, informasikan pula pada dokter dan petugas medis yang bersangkutan tentang riwayat kesehatan kamu, seperti apakah kamu memiliki alergi terhadap zat tertentu, apakah kamu sedang konsumsi obat-obatan, atau bahkan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bicarakan semuanya agar tidak terjadi kesalahan yang membahayakan.

Nah, itu tadi informasi tentang jenis penyakit yang bisa terdeteksi dengan mesin elektrokardiogram berikut beberapa hal yang perlu kamu tahu. Kamu bisa langsung menanyakan pada dokter tentang kondisi kesehatanmu melalui aplikasi Halodoc. Jadi, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!