Hati-Hati, Enggak Bisa Buang Angin dan Air Besar Gejala Idap Obstruksi Usus

Hati-Hati, Enggak Bisa Buang Angin dan Air Besar Gejala Idap Obstruksi Usus

Halodoc, Jakarta – Obstruksi usus adalah penyumbatan yang membuat makanan atau cairan tidak melewati usus kecil atau usus besar. Penyebab obstruksi usus mungkin, termasuk pita jaringan fibrosa (adhesi) di perut yang terbentuk setelah operasi, usus yang meradang (penyakit Crohn), kantong yang terinfeksi di usus (divertikulitis), hernia, dan kanker usus besar.

Tanpa perawatan, bagian usus yang tersumbat bisa mati yang menyebabkan masalah serius. Beberapa tanda dari gejala obstruksi usus adalah tidak bisa buang angina dan air besar. Selain itu, gejala lainnya adalah nyeri perut kram yang datang dan pergi, kehilangan selera makan, sembelit, muntah, dan pembengkakan perut.

Baca juga: 5 Penyebab Obstruksi Usus Terjadi pada Anak-Anak

Penyebab paling umum dari obstruksi usus pada orang dewasa adalah:

  • Adhesi usus, pita jaringan fibrosa di rongga perut yang dapat terbentuk setelah operasi perut atau panggul

  • Kanker usus besar

  • Pada anak-anak, penyebab paling umum dari obstruksi usus adalah telescoping dari usus (intussusception).

  • Hernia, bagian usus yang menonjol ke bagian lain dari tubuh

  • Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn

  • Divertikulitis, suatu kondisi di mana kantong-kantong kecil yang menonjol (divertikula) di saluran pencernaan meradang atau terinfeksi

Penyakit dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko obstruksi usus termasuk:

  • Bedah perut atau panggul, yang sering menyebabkan perlengketan dan penyumbatan usus yang umum

  • Penyakit Crohn yang dapat menyebabkan dinding usus menebal dan mempersempit lorong

  • Kanker di perut, terutama jika kamu telah menjalani operasi untuk mengangkat tumor perut atau terapi radiasi

Obstruksi usus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa, termasuk:

Baca juga: Kenali Gejala dan Tanda Terkena Obstruksi Usus

  • Kematian jaringan. Obstruksi usus dapat memotong suplai darah ke bagian usus. Kekurangan darah menyebabkan dinding usus mati. Kematian jaringan dapat menyebabkan robekan (perforasi) di dinding usus yang dapat menyebabkan infeksi.

  • Infeksi. Peritonitis adalah istilah medis untuk infeksi di rongga perut. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa yang membutuhkan perhatian medis segera dan sering bedah.

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis obstruksi usus, meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan dan gejala. Lalu, ia juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai situasi tersebut. Dokter mungkin mencurigai obstruksi usus jika perutmu bengkak atau lunak atau ada benjolan di perut. Ia dapat mendengarkan suara usus dengan stetoskop.

  • Sinar-X

Untuk memastikan diagnosis obstruksi usus, dokter mungkin merekomendasikan rontgen perut. Tapi, beberapa penghalang usus tidak dapat dilihat menggunakan sinar-X standar.

  • Computerized Tomography (CT)

CT scan menggabungkan serangkaian gambar X-ray yang diambil dari sudut yang berbeda untuk menghasilkan gambar cross-sectional. Gambar-gambar ini lebih rinci daripada sinar-X standar dan lebih cenderung menunjukkan obstruksi usus.

  • Ultrasonografi

Ketika obstruksi usus terjadi pada anak-anak, USG sering menjadi jenis pencitraan yang disukai. Pada anak muda dengan intususepsi, USG biasanya akan menunjukkan "mata jantan", yang mewakili usus yang melingkar di dalam usus.

Baca juga: Pengobatan yang Bisa Dilakukan pada Pengidap Obstruksi Usus

  • Enema Udara atau Barium

Enema udara atau barium pada dasarnya meningkatkan pencitraan usus yang dapat dilakukan untuk dugaan penyebab obstruksi tertentu. Selama prosedur, dokter akan memasukkan udara atau cairan barium ke dalam usus besar melalui dubur. Untuk intususepsi pada anak-anak, enema udara atau barium sebenarnya dapat memperbaiki masalah sebagian besar waktu dan tidak diperlukan perawatan lebih lanjut.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai obstruksi usus, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.