Enggak Hanya Orang Dewasa, Si Kecil Bisa Terkena Abses Otak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Enggak Hanya Orang Dewasa, Si Kecil Bisa Terkena Abses Otak

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah abses dalam dunia kesehatan? Kalau belum, bagaimana dengan nanah? Nah, abses merupakan sekumpulan nanah yang terkumpul pada satu titik di bagian tubuh tertentu. Hmm, nanah yang terkumpul pada kulit mungkin belum membuat banyak orang cemas, tapi apa jadinya bila terjadinya di bagian otak?

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan abses otak. Abses otak ini merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan penimbunan nanah di dalam otak. Awas, kondisi ini juga bisa menimbulkan pembengkakan otak. 

Proses terjadinya abses otak terbilang cukup kompleks. Awalnya sistem imun dan lapisan jaringan sekitar akan melindungi otak dari infeksi. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan beberapa bakteri dan organisme bisa melewati benteng pertahanan ini, sehingga menyebabkan infeksi. Ketika jaringan otak terserang bakteri atau jamur, maka akan menimbulkan reaksi peradangan yang menghasilkan nanah.

Baca juga: Jangan Diabaikan Sinusitis, karena Berisiko Idap Abses Otak

Abses otak sendiri sebenarnya kondisi yang jarang terjadi. Namun, sekalinya terjadi, penyakit ini bisa membahayakan nyawa dan perlu segera ditangani. 

Nah, meski kebanyakan kasus abses otak terjadi pada orang-orang dengan usia 30–45 tahun, tapi penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Nah, berikut  ini beberapa gejala dan dampak yang bisa terjadi pada anak-anak. 

Kenali Penyebab dan Gejalanya

Menurut ahli dari University Rochester Medical Center, kebanyakan abses otak pada anak disebabkan oleh infeksi virus, jamur, dan bakteri. Namun, bakteri merupakan penyebab yang paling umum. Nah, bakteri dan virus ini bisa menginfeksi otak dalam tiga cara. 

Pertama, infeksi menyebar dari area tubuh lain, biasanya di dekat telinga (infeksi telinga, sinus, atau gigi). Kedua, infeksi menyebar melalui aliran darah dari paru-paru atau daerah dada (jantung) ke otak. Terakhir, virus atau bakteri memasuki otak melalui luka di kepala.

Lalu, bagaimana dengan gejala abses otak pada bayi atau anak-anak? Nah, ketika Si Kecil mengidap penyakit ini, biasanya dirinya akan mengalami gejala berupa:

Gejala pada Bayi dan Anak Kecil

  • Abses otak pada bayi bisa membuat fontanel atau bagian lunak pada puncak kepala mereka menonjol;

  • Demam;

  • Kantuk yang tidak biasa atau kurang waspada dari biasanya;

  • Menangis dengan nada tinggi;

  • Kejang-kejang;

  • Otot tubuh terlihat kaku; dan 

  • Muntah. 

Gejala abses otak pada anak yang lebih besar berupa:

  • Keluhan sakit kepala parah;

  • Masalah berjalan;
  • Demam;
  • Perubahan perilaku atau kepribadian; 
  • Penurunan gerak di lengan atau kaki (lumpuh atau lemah);
  • Perubahan perilaku atau kepribadian; dan
  • Perubahan bicara.

Baca juga: Awas, Pengidap Meningitis Rentan Terkena Abses Otak

Awasi Sederet Komplikasinya

Jangan anggap remeh kondisi yang satu ini. Pasalnya, abses otak yang tak ditangani dengan cepat dan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi. 

Untuk anak-anak, meningitis merupakan komplikasi yang umum terjadi. Meningitis ini merupakan peradangan pada meninges (lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang). Munculnya benjolan di kepala, merupakan tanda umum meningitis pada bayi di bawah 2 tahun. 

Selain itu, beberapa anak-anak juga bisa mengalami masalah pada sistem saraf. Contohnya, kesulitan bicara atau bergerak. 

Abses otak bisa saja menimbulkan komplikasi lainnya. Nah, berikut ini komplikasi yang bisa terjadi pada pengidap abses otak (baik orang dewasa atau anak-anak). 

  • Sinusitis;

  • Epilepsi atau kejang-kejang;

  • Kambuhnya abses;

  • Kerusakan otak; dan

  • Mastoiditis, infeksi tulang di belakang telinga.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!