19 March 2019

Ensefalopati Akibat Gagal Ginjal, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ensefalopati Akibat Gagal Ginjal, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Halodoc, Jakarta - Menjadi salah satu organ penting penunjang kesehatan tubuh, ginjal memiliki fungsi untuk menyaring limbah dan membuangnya dalam bentuk urine. Terjadinya kerusakan menyebabkan organ ini tidak bisa berfungsi dengan baik, dan jika tidak segera mendapatkan penanganan, komplikasi yang muncul bisa lebih membahayakan. Salah satunya adalah ensefalopati uremikum.

Sebenarnya, Apa Itu Ensefalopati Uremikum?

Ensefalopati uremikum adalah sindrom toksik yang berhubungan dengan otak. Ini adalah komplikasi pada pengidap gangguan ginjal yang terjadi ketika ginjal mulai kehilangan fungsi utamanya untuk menyaring racun dalam tubuh. Gangguan kesehatan ini dikaitkan dengan kelesuan dan kebingungan akut yang berkembang menjadi kejang, koma, atau keduanya.

Bagaimana Gejala dari Ensefalopati Uremikum?

Gejala dari ensefalopati uremikum sangat bervariasi, bisa muncul dari tahapan yang ringan dan berkembang menjadi kasus berat, seperti kejang dan koma. Keparahan gejala bergantung pada seberapa cepat ginjal mengalami penurunan fungsi.

Inilah mengapa penting tahu cara mencegah ensefalopati. Adapun gejala dalam fase ringan yang sering terjadi seperti:

  • Mual.

  • Sangat sulit berkonsentrasi.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Tubuh mudah lelah dan sering mengantuk.

  • Melambatnya fungsi kognitif, seperti berpikir dan berbicara.

Baca juga: Diet Rendah Protein Bagi Pengidap Gagal Ginjal

Sementara itu, gejala berkembang menjadi lebih buruk jika tidak segera ditangani, seperti:

  • Kejang, koma, atau bahkan keduanya bisa terjadi bersamaan.

  • Muntah.

  • Linglung atau mengalami disorientasi.

Hubungan antara Ginjal dan Otak

Lalu, mengapa pengidap gangguan ginjal turut mengalami komplikasi yang berujung pada otak? Ketika seseorang mengalami gagal ginjal, maka terjadi peningkatan kadar urea dalam tubuh, karena ginjal mulai kehilangan fungsinya untuk membuang urea melalui urine. Akibatnya, tentu dapat terjadi penumpukan urea.

Urea yang menumpuk terlalu banyak inilah yang kemudian disebut dengan uremia. Akibatnya, akan turut terjadi gangguan produksi senyawa kimia alami yang terbentuk di otak, yaitu penurunan neurotransmitter jenis gamma-aminobutyric acid. Jadi, jangan sepelekan setiap gejalanya, karena ginjal yang rusak berdampak pada kinerja tubuh lainnya, tak terkecuali otak yang letaknya cukup jauh dari ginjal.

Baca juga: Idap Gagal Ginjal Kronis, Perlukah Transplantasi Ginjal?

Bagaimana Tindakan Penanganan dan Pencegahannya?

Pengobatan utama untuk pengidap gagal ginjal yang menuju pada ensefalopati uremikum adalah cuci darah atau dialisis. Tentu saja, semakin cepat dilakukan dialisis, maka mencegah ensefalopati bukan lagi menjadi hal yang tidak mungkin. Tidak hanya itu, dokter turut memberikan pengobatan lainnya bergantung pada kondisi kesehatan.

Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah ensefalopati dengan membiasakan hidup sehat. Pastikan kesehatan ginjal tetap terjaga dengan asupan air harian yang cukup, menjalani diet sehat dan berolahraga. Hindari semua hal yang memicu terjadinya kerusakan ginjal, dan jaga berat badan tubuh tetap ideal.

Baca juga: Tanpa Cuci Darah, Apakah Penyakit Gagal Ginjal Kronis Bisa Diobati?

Jangan abaikan segala gejala yang terasa aneh di tubuh kamu. Selalu berikan waktu untuk kamu lebih memperhatikan kondisi tubuh. Termasuk dengan bertanya pada dokter jika kamu memiliki keluhan atau gejala penyakit tertentu, tentu saja agar tidak salah diagnosis. Kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc, sehingga tanya jawab dengan dokter semakin mudah. Yuk, segera pakai Halodoc!