Ketahui 7 Efek Samping Cuci Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui 7 Efek Samping Cuci Darah

Halodoc, Jakarta - Ketika seseorang mengalami gagal ginjal kronis, ia membutuhkan cuci darah untuk menggantikan ginjal yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Prosedur ini terbilang wajib dilakukan, agar pengidap gagal ginjal kronis bisa bertahan hidup, dan terhindar dari berbagai komplikasi, seperti penumpukan racun, zat sisa metabolisme, dan cairan berlebih dalam tubuh. Meski membawa manfaat, perlu diketahui bahwa ada beberapa efek samping cuci darah yang perlu diwaspadai, lho.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa metode cuci darah atau terbagi atas 2, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal. Efek samping cuci darah yang dapat dirasakan pun akan tergantung pada metode cuci darah apa yang dilakukan. Umumnya, efek samping cuci darah adalah rasa lemas yang berkepanjangan. Meski demikian, masing-masing cuci darah memiliki efek samping cuci darah yang berbeda.

Baca juga: Gagal Ginjal Kronis Perlu Cuci Darah

Pada metode cuci darah hemodialisis, cuci darah hanya dapat dilakukan di rumah sakit dan dapat dilakukan hingga tiga kali dalam seminggu. Efek samping dari cuci darah ini meliputi:

1. Tekanan Darah Terlalu Rendah atau Tinggi

Efek samping paling umum dari hemodialisis adalah penurunan tekanan darah, terutama bagi pengidap gagal ginjal kronis yang juga mengidap diabetes. Gejala lain yang mungkin terjadi yaitu sesak napas, kram perut, kram otot, mual atau muntah. Sebaliknya, tekanan darah juga bisa melonjak terlalu tinggi, terutama jika disertai riwayat hipertensi yang masih mengonsumsi garam atau air berlebihan.

2. Anemia

Anemia atau kondisi yang sering disebut dengan kurang darah ini, merupakan salah satu efek samping yang cukup umum terjadi, berkaitan dengan pengaruh penyakit ginjal maupun tindakan cuci darah.

3. Kulit gatal

Adanya penumpukan fosfor akibat dari hemodialisis dapat menyebabkan kulit menjadi gatal. Kondisi ini memang umum terjadi namun untuk mencegah atau meringankan gejala kulit gatal, pengidap gagal ginjal mungkin perlu untuk menjalani pola makan khusus dan mengonsumsi pengikat fosfat secara teratur sesuai anjuran dokter.

Baca juga: Cuci Darah Bisa Sebabkan Kerusakan Tulang, Benarkah?

4. Kram otot

Meskipun penyebabnya tidak jelas, kram otot selama hemodialisis dilakukan biasanya dapat terjadi. Pemanasan atau pemberian kompres hangat di area tersebut, dapat dilakukan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan meredam kram otot yang dirasakan. Sementara pada metode cuci darah dialisis peritoneal, dapat dilakukan di rumah dengan pengawasan dan arahan dari dokter. Hanya saja, metode cuci darah ini harus dilakukan setiap hari secara rutin. Sebagaimana hemodialisis, cuci darah dialisis peritoneal juga memiliki efek samping, meski berbeda.

5. Peritonitis

Peritonitis merupakan komplikasi yang umum terjadi akibat dialisis peritoneal. Infeksi ini dapat terjadi ketika alat dialisis yang digunakan tidak steril, sehingga kemungkinan kuman atau bakteri menyebar ke peritoneum atau lapisan perut bisa saja terjadi. Jadi sebelum menggunakan peralatan dialisis, pastikan bahwa peralatan tersebut telah steril.

6. Kenaikan berat badan

Pada dialisis peritoneal, cairan dialisis yang digunakan umumnya mengandung gula sehingga kemungkinan gula terserap oleh tubuh. Hal ini dapat meningkatkan asupan kalori pada tubuh. Bagi pengidap yang menjalani tindak medis ini, konsultasikan kepada dokter terkait diet dan olahraga yang disarankan agar berat badan dapat terkontrol dengan baik.

7. Hernia

Orang yang menjalani dialisis peritoneal memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia. Hal ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan selama berjam-jam pada rongga peritoneal yang menyebabkan terjadinya ketegangan otot perut. Hal ini dapat yang memicu terjadinya hernia.

Baca juga: Perlu Diketahui, Ini 5 Komplikasi Gagal Ginjal Kronis

Efek samping cuci darah terbilang beragam pada setiap orang. Meski demikian, tindakan ini dinilai penting dijalani pada pengidap penyakit ginjal, untuk membantu menggantikan fungsi ginjal sehingga bisa menjalankan metabolisme dengan baik. Konsultasi ke dokter secara berkala untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalani cuci darah serta mendapatkan penanganan efek samping cuci darah yang tepat dan efektif.

Itulah sedikit penjelasan tentang efek samping cuci darah yang perlu diketahui. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!