06 January 2019

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Akibat Gangguan Ginjal

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Akibat Gangguan Ginjal

Halodoc, Jakarta – Ensefalopati uremikum adalah kelainan fungsi otak yang dapat terjadi pada pengidap gangguan ginjal. Komplikasi ini terjadi saat ada gangguan pada otak akibat ketidakmampuan ginjal dalam menyaring zat beracun dalam tubuh. Gejala umumnya berupa penurunan nafsu makan, mual, muntah, mudah lelah, sering mengantuk, sulit konsentrasi, penurunan fungsi kognitif, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Baca Juga: Gejala-Gejala Ensefalopati, Penyakit Kelainan Otak

Gangguan Ginjal Perlu Mendapatkan Penanganan Segera

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam menyaring darah dari racun, zat sisa, dan kelebihan cairan. Fungsi lainnya adalah menjaga keseimbangan garam dan mineral dalam darah, mengatur tekanan darah, menghasilkan eritropoietin untuk memproduksi sel darah merah, dan menghasilkan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang. Apabila mengalami kerusakan, proses penyaringan darah dari zat berbahaya terganggu. Akibatnya, produk limbah dan cairan menumpuk dalam darah dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti pembengkakan di pergelangan kaki, muntah, mudah lelah, sulit tidur, dan sesak napas.

Gangguan ginjal didiagnosis melalui pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan kadar elektrolit darah untuk mendeteksi gangguan elektrolit dalam darah, dan pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi peningkatan sel darah putih yang menjadi tanda adanya infeksi penyakit (seperti anemia).

Baca Juga: Inilah 10 Penyakit yang Termasuk Kelainan Otak Ensefalopati

Ensefalopati Uremikum, Kelainan Otak Akibat Gangguan Ginjal

Kerusakan otak pada pengidap ensefalopati bisa bersifat sementara, kambuhan, atau permanen. Penyebabnya bervariasi, salah satunya disebabkan oleh gagal ginjal. Kebanyakan kasus ensefalopati tidak bisa disembuhkan, tapi penanganan sedini mungkin membantu mengendalikan gejala hingga menyembuhkan. Gejala ensefalopati umumnya berupa kejang, tremor, lemah otot di salah satu bagian tubuh, sulit menelan atau berbicara, bagian tubuh berkedut, dan penurunan kesadaran.

Diagnosis ensefalopati diawali menanyakan gejala dan kondisi kesehatan sebelumnya. Jika diperlukan, dokter melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes darah lengkap, X-ray, CT scan, MRI scan, dan tes pungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan tulang belakang. Pengobatan disesuaikan dengan penyebab terjadinya ensefalopati. Pada kasus gagal ginjal, ensefalopati diobati dengan cuci darah. Transfusi darah mungkin dilakukan jika kadar hemoglobin rendah.

Cegah Ensefalopati Uremikum dengan Gaya Hidup Sehat

Ensefalopati bisa dicegah dengan mengobati penyebabnya, salah satunya dengan mengobati gagal ginjal. Berikut ini pengobatan gangguan ginjal yang bisa dilakukan di rumah:

  • Rutin periksa kesehatan, termasuk cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

  • Konsumsi obat-obatan. Tujuannya untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi kadar protein dalam urine. Antibiotik diresepkan untuk menghambat dan melawan pertumbuhan bakteri. Beberapa obat yang dikonsumsi untuk mengobati gangguan ginjal adalah ACE inhibitors (seperti captopril, enalapril, dan fosinopril), atau ARBs (seperti azilsartan, eprosartan, irbesartan, olmesartan, valsartan, dan losartan).

  • Perhatikan pola makan. Pengidap gangguan ginjal dianjurkan melakukan diet rendah garam, protein, kalium, dan sebagaimnya. Pengidap perlu membatasi asupan cairan agar tidak menumpuk dalam tubuh.

  • Rutin berolahraga. Selain meningkatkan kebugaran dan kesehatan, olahraga membantu menjaga berat badan agar tetap ideal.

Baca Juga: Ensefalopati Kelainan Otak yang Bisa Pengaruhi Kondisi Kejiwaan

Kalau kamu mengalami gejala gangguan ginjal, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!