19 November 2018

Gejala-Gejala Ensefalopati, Penyakit Kelainan Otak

Gejala-Gejala Ensefalopati, Penyakit Kelainan Otak

Halodoc, Jakarta - Ensefalopati adalah terjadinya kerusakan pada otak. Arti kata dari ensefalopati sebenarnya terbagi dalam dua kata, yaitu "ensefalo" yang berarti jaringan otak dan "pati" yang artinya penyakit atau kelainan. Ensefalopati bukalah sebuah nama penyakit, melainkan gambaran tentang suatu kelainan pada otak. Ensefalopati dapat juga berarti kerusakan otak yang sifatnya sementara, kambuhan, atau pun yang permanen.

Gejala dari ensefalopati sangat luas, mulai dari yang ringan seperti kehilangan ingatan atau perubahan kepribadian yang masih dalam tahap sedikit. Lalu pada tahap parah, seperti demensia, kejang, koma, bahkan kematian. Umumnya, ensefalopati digambarkan sebagai keadaan mental yang kadang-kadang berubah bersamaan dengan manifestasi fisik, seperti koordinasi gerakan yang buruk.

Gejala ketika Seseorang Mengidap Ensefalopati

Penyebab terjadinya ensefalopati bermacam-macam. Namun, dari semua kasus, setidaknya satu gejala yang sama terjadi yaitu keadaan mental yang mengalami perubahan. Keadaan mental yang berubah mungkin masih lambat dan berkembang dengan perlahan selama bertahun-tahun atau pun berkembang dengan cepat. Selain itu, pengidapnya mungkin mengalami kehilangan konsentrasi dan kehilangan daya pikir untuk memutuskan sesuatu.

Pada contoh yang lambat, yaitu hepatitis, kondisi tersebut menurunkan kemampuan seseorang untuk menggambar desain sederhana. Lalu, pada contoh yang cepat, yaitu penyakit anoksia pada otak, dapat menyebabkan koma atau pun kematian dalam beberapa menit. Walaupun begitu, sering kali gejala-gejala status mental yang berubah dapat muncul berupa perspektif yang buruk dan koordinasi gerakan yang buruk.

Pengidap ensefalopati tahap awal mungkin akan mengalami gejala seperti:

  • Flu ringan.

  • Sakit kepala.

  • Demam.

  • Otot atau sendi terasa sakit.

Gejala serius lainnya yang dapat terjadi pada seseorang yang mengidap ensefalopati, adalah:

  • Selalu merasa lesu.

  • Demensia.

  • Kejang.

  • Tremor.

  • Kebingungan atau halusinasi.

  • Hilang kesadaran.

  • Otot sering mengalami kedutan dan mialgia.

  • Pola pernapasan yang mengalami perubahan.

  • Sulit menelan atau bicara.

  • Koma.

Beberapa gejala mungkin tidak terlalu terlihat dan biasanya dikarenakan cedera berulang pada otak. Contohnya yaitu ensefalopati traumatik kronis (CTE) yang disebabkan oleh cedera, seperti gegar otak yang terjadi beberapa kali. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada pemain sepak bola dan olahraga lain yang memerlukan kontak fisik dan dapat menyebabkan sulit untuk diagnosis. Cedera ini dapat menyebabkan depresi kronis atau perubahan kepribadian yang dapat berdampak negatif pada hidup yang mengidapnya.

Pada bayi dan anak-anak yang mengidap ensefalopati, gejala tersebut dapat terjadi pada periode perinatal. Selain itu, anak-anak mungkin saja mengidap rasmussen ensefalitis. Kondisi tersebut merupakan penyakit langka yang terjadi pada anak-anak dan berkembang menjadi kejang yang parah apabila tidak mendapatkan pengobatan. Hal ini mungkin terjadi karena perkembangan auto-antibodi.

Hal lainnya yang jarang terjadi dari ensefalopati pada seseorang dengan usia 4 hingga 20 tahun, adalah sindrom MELAS (Mitokondrial Ensefalopati, Lactic Acidosis, Stroke). Kondisi tersebut terjadi karena kesalahan pada DNA di bagian kecil pada sel yang berfungsi untuk konversi energi atau mitokondria.

Pengobatan Ensefalopati

Ensefalopati dapat diobati dengan berbagai macam pengobatan, tergantung pada penyebabnya. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah pemberian obat-obatan dan suplemen, hingga dilakukannya operasi yang sesuai dengan pemicu kondisi tersebut.

Selain itu, jika hal ini disebabkan oleh kekurangan oksigen di otak, langkan penanganan yang direkomendasikan dapat berupa terapi oksigen. Sedangkan pada ensefalopati yang disebabkan oleh gagal ginjal, tindakan yang harus dilakukan adalah operasi transplantasi ginjal.

Itu lah gejala-gejala yang mungkin terjadi pada pengidap ensefalopati. Apabila kamu mempunyai pertanyaan lanjutan tentang hal ini, dokter-dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya hanya download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho! Pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam.

Baca juga: