• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fungsi Jaringan Epitel dalam Tubuh Manusia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fungsi Jaringan Epitel dalam Tubuh Manusia

Fungsi Jaringan Epitel dalam Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Oktober 2021
Fungsi Jaringan Epitel dalam Tubuh Manusia

“Jaringan epitel dalam tubuh manusia memiliki beberapa fungsi, mulai dari perlindungan untuk jaringan di bawahnya dari radiasi, pengeringan, racun, dan trauma fisik, penyerapan zat di lapisan saluran pencernaan dengan modifikasi yang berbeda, pengaturan ekskresi bahan kimia antara jaringan di bawahnya dan rongga tubuh, sekresi hormon ke dalam sistem pembuluh darah, serta deteksi sensasi.”

Halodoc, Jakarta – Jaringan epitel adalah jaringan yang menutupi rongga dan permukaan organ tubuh. Sel epitel membantu melindungi atau menutup organ. Jaringan epitel memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda. Sebagian besar jaringan epitel menghasilkan lendir atau sekresi. 

Beberapa jenis sel epitel memiliki rambut kecil yang disebut silia, yang membantu menghilangkan zat asing. Sel epitel tersusun dalam satu atau beberapa lapisan, tergantung pada organ dan lokasinya. Seperti apa fungsi jaringan epitel dalam tubuh manusia?

Struktur Jaringan Epitel dan Fungsinya

Jaringan epitel adalah lapisan besar sel yang menutupi semua permukaan tubuh yang terpapar lingkungan eksternal dan juga melapisi rongga tubuh internal. Jaringan epitel bertanggung jawab untuk membentuk sebagian besar jaringan kelenjar yang ditemukan di tubuh manusia.

Jaringan epitel berasal dari ketiga lapisan embrionik utama. Jaringan epitel yang menyusun membran kulit berkembang dari ektoderm, jaringan epitel yang menyusun sebagian besar membran mukosa berasal dari endoderm, dan jaringan epitel yang melapisi pembuluh dan ruang terbuka di dalam tubuh yang berasal dari mesoderm. 

Baca juga: Ketahui Struktur dan Fungsi Jaringan Ikat pada Tubuh

Jaringan epitel yang melapisi pembuluh dalam sistem limfatik dan kardiovaskular disebut endotelium sedangkan jaringan epitel yang membentuk membran serosa yang melapisi rongga disebut mesothelium.

Terlepas dari lokasi dan fungsinya, semua jaringan epitel memiliki fitur struktural yang penting, yaitu: 

1. Jaringan epitel seluler, yaitu hanya sedikit atau tidak ada bahan ekstraseluler yang ada di antara sel. 

2. Sel-sel yang berdampingan membentuk hubungan antar sel khusus yang disebut sambungan sel.

3. Sel epitel menunjukkan polaritas dengan perbedaan struktur dan fungsi antara permukaan sel yang terbuka, atau apikal, dan permukaan basal yang paling dekat dengan jaringan di bawahnya. 

4. Jaringan epitel bersifat avaskuler di mana nutrisi harus masuk ke jaringan melalui penyerapan dari jaringan di bawahnya atau permukaan. 

5. Jaringan epitel mampu dengan cepat menggantikan sel-sel yang rusak dan mati sehubungan dengan lingkungan keras yang dihadapi jaringan ini.

Baca juga: Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Polip

Melindungi Organ Dalam dan Juga Deteksi Indra

Jadi, dari penjelasan tersebut sudah jelas bahwa jaringan epitel adalah perlindungan pertama tubuh dari kerusakan fisik, kimia, dan biologis. Sel-sel epitel bertindak sebagai penjaga gerbang tubuh, mengontrol permeabilitas (kemampuan meloloskan cairan) dengan memungkinkan transfer selektif bahan/cairan apapun untuk melintasi permukaannya. Sederhananya, semua zat yang masuk ke dalam tubuh harus melewati epitel.

Banyak sel epitel mampu mensekresi mukus dan senyawa kimia spesifik lainnya ke permukaan apikalnya. Misalnya, epitel usus halus melepaskan enzim pencernaan dan sel-sel yang melapisi saluran pernapasan mengeluarkan lendir yang menjebak mikroorganisme dan partikel yang masuk. Jaringan epitel juga berfungsi sebagai penerima rangsangan atau disebut epitel sensori. Kebanyakan epitel sensori ini berada di alat indra. 

Baca juga: Selain COVID-19, Ini 5 Penyebab Indra Penciuman dan Perasa Hilang

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi jaringan epitel dalam tubuh manusia secara sederhananya adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan untuk jaringan di bawahnya dari radiasi, pengeringan, racun, dan trauma fisik.

2. Penyerapan zat di lapisan saluran pencernaan dengan modifikasi yang berbeda.

3. Pengaturan i dan ekskresi bahan kimia antara jaringan di bawahnya dan rongga tubuh.

4. Sekresi hormon ke dalam sistem pembuluh darah, termasuk sekresi keringat, mukus, enzim, dan produk lain yang dibawa oleh saluran berasal dari epitel kelenjar.

5. Deteksi sensasi.

Itulah informasi mengenai jaringan epitel manusia yang perlu diketahui. Mau tahu informasi lebih detail lagi bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Ingin buat janji pemeriksaan tanpa harus antre di rumah sakit, bisa juga lewat Halodoc!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2021. Epithelium.
Oregon State University. Diakses pada 2021. Epithelial Tissue.
Lecturio.com. Diakses paa 2021. Epithelium — Functions and Types of Epithelial Tissue.