29 October 2018

Gangguan Kepribadian dengan Ledakan Amarah

Gangguan Kepribadian dengan Ledakan Amarah

Halodoc, Jakarta - Emosi terbagi menjadi dua, yaitu emosi positif (seperti bahagia) dan emosi negatif (seperti marah). Kedua emosi ini adalah respons alami manusia menghadapi situasi tertentu. Siapa saja berhak mengeluarkan emosi yang dirasakan, asal tidak berlebihan. Emosi yang berlebihan bukan hanya berdampak negatif pada diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Salah satu emosi yang perlu dikendalikan adalah amarah. Alasannya karena marah yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya gangguan kepribadian seperti Intermittent Explosive Disorder (IED).

Apa Penyebab Gangguan Ledakan Marah (IED)?

Marah adalah respons wajar saat seseorang menghadapi situasi mengecewakan. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengendalikan emosi negatif ini. Bahkan, pengidap IED cenderung mudah marah karena masalah "sepele" dan menunjukkannya dengan cara berlebihan. Pengidap IED mungkin akan membanting barang di sekitarnya, mengumpat, hingga menjerit hanya untuk mengekspresikan amarah yang dirasakan.

Penyebab IED diduga berasal dari kelainan mekanisme otak untuk mengatur produksi serotonin (hormon bahagia) dan kortisol (hormon stres), sehingga memengaruhi tingkat emosi pengidapnya. Faktor lain yang diduga menjadi penyebab IED adalah faktor genetik, faktor lingkungan dan kebiasaan memendam amarah.

Mengapa Ada Orang yang Sulit Mengontrol Amarah?

Jika ledakan amarah yang timbul bukan karena IED, faktor ini dapat menjadi alasan seseorang sulit mengendalikan amarah yang dirasakan:

1. Kurang Tidur

Sebuah studi dari Journal of Applied Social Psychology menjelaskan kurang tidur membuat seseorang kesulitan berpikir jernih dan mengendalikan emosi. Para ahli menyebutkan saat seseorang kurang tidur, terdapat peningkatan aktivitas amigdala, yaitu bagian otak yang mengatur emosi. Kondisi ini bukan hanya mendorong munculnya emosi negatif (seperti marah), tapi juga membuat kamu sulit mengendalikan perasaan negatif yang muncul.

2. Stres dan Depresi

Studi terbaru menunjukkan stres ringan bisa mengganggu kemampuan seseorang untuk mengendalikan emosi. Alasannya saat stres terjadi, bagian otak yang berperan penting dalam fungsi kognitif (korteks prefrontal) menjadi sensitif. Depresi membuat seseorang mudah marah karena sulit mengendalikan emosi dan cenderung berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitar.

3. Masalah Kesehatan

Masalah kesehatan seperti hipertiroidisme bisa membuat seseorang mudah marah. Alasannya kadar hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh membuat seseorang gelisah dan sulit berkonsentrasi, sehingga memengaruhi kemampuannya dalam mengendalikan emosi. Obat statin yang dikonsumsi bisa menurunkan serotonin dalam tubuh, sehingga membuat seseorang rentan depresi dan menjadi emosional.

Bagaimana Cara Mengendalikan Amarah?

Jika kamu sulit mengendalikan amarah, berikut ini cara yang bisa dicoba:

1. Latihan Relaksasi

Latihan ini dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Cara ini bertujuan menenangkan sistem saraf, meningkatkan fokus, serta mengurangi stres dan emosi yang dirasakan.

2. Mengubah Reaksi

Alih-alih menunjukkan amarah dengan suara yang meninggi, kamu bisa belajar menunjukkan amarah dengan cara yang bijak. Misalnya dengan mengatakan yang dirasakan seperti, "Aku enggak suka kalau sikapmu seperti itu" atau "Sepertinya kamu bisa bersikap lebih baik dari ini" dan cara lain yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

3. Ceritakan pada Orang Lain

Tidak ada salahnya menceritakan perasaan kamu pada orang lain seperti sahabat atau keluarga. Kamu bisa menceritakan pada mereka tentang hal yang membuatmu kesal dan marah, sehingga cara ini membantu melegakan perasaan dan mengurangi amarah yang kamu rasakan.

Jika cara di atas belum bisa mengendalikan emosi yang kamu rasakan, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk menemukan rekomendasi saran terpercaya. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: