12 February 2018

Gaya Hidup Enggak Sehat, Waspada Penyakit Jantung Turunan

Gaya Hidup Enggak Sehat, Waspada Penyakit Jantung Turunan

Halodoc, Jakarta – Penyakit jantung sering disebut-sebut sebagai “penyakit warisan”. Sebab banyak orang percaya bahwa anak yang lahir dari orang tua dengan kelainan jantung, pasti akan mengalami kondisi yang sama pula. Namun, benarkah pendapat itu?

Jawabannya adalah tidak sepenuhnya benar. Meski ada kemungkinan dari genetik alias keturunan, tetapi sebenarnya sakit jantung juga merupakan jenis penyakit yang bisa berdiri sendiri. Artinya bisa menyerang siapa saja yang memiliki faktor risiko. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung termasuk gaya hidup yang tak sehat, pola makan sembarangan, tidak berolahraga dan faktor keturunan.

Sedangkan, ada juga beberapa penyakit yang bisa meningkatkan faktor risiko penyakit jantung seperti tingkat kolesterol dalam darah, tekanan darah tinggi dan obesitas. Ada pula faktor usia, riwayat keluarga dan kebiasaan merokok yang sama-sama bisa meningkatkan risiko.

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner yang berperan dalam mengatur aliran oksigen dan nutrisi bagi sel-sel otot jantung. Penyempitan terjadi akibat plak aterosklerosis.

Pada proses inilah terkadang faktor genetik menjadi penentu dalam penularan penyakit dari orang tua ke anak. Faktor genetik akan memengaruhi respon sel-sel tubuh seseorang terhadap faktor atau kondisi yang dapat memicu penyakit. Seperti rusaknya pembuluh darah atau kecepatan pertumbuhan plak, yang tentu berbeda dari satu orang dengan orang lain.

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini biasanya akan memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk ikut mengalami sakit yang sama. Keluarga yang dimaksudkan dalam hal ini adalah ayah atau ibu kandung dan saudara kandung.

Kendati demikian, risiko masih bisa ditekan dan dikontrol dengan cara menjalankan pola hidup sehat sedini mungkin. Pasalnya, sebuah studi menunjukkan bahwa gaya hidup sehat terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Dan sayangnya, saat ini justru semakin banyak orang yang menjalankan pola hidup tidak sehat.

Mulai Ubah Gaya Hidup Lebih Sehat

Sejauh ini penyakit jantung koroner disebut sebagai penyebab kematian nomor tiga di Indonesia. Berita buruknya, kesadaran terhadap bahaya penyakit ini masih tergolong rendah dan sering diabaikan. Tak jarang seseorang baru menyadari penyakit jantung setelah masuk dalam tahap yang lebih parah.

Agar tidak mengalami penyakit ini, dan tak menurunkannya pada buah hati kelak, bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Nyatanya, gaya hidup sehat berperan penting dalam menurunkan risiko seseorang terserang penyakit.

Gaya hidup sehat bisa dimulai dengan mengatur pola makan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, cukup beristirahat dan rutin melakukan pengecekan kesehatan. Hal ini penting untuk pencegahan dan mendeteksi sejumlah faktor risiko sedini mungkin.

Kamu bisa mengajak orang-orang tersayang untuk mulai melakukan kebiasaan baik, dan pakai aplikasi Halodoc dalam merencanakan lab test untuk menghindari risiko penyakit. Beraktivitas fisik dan hidup sehat bersama keluarga tentunya akan menjadi lebih menyenangkan dan bisa jadi lebih efektif. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang, setidaknya 150 menit dalam satu minggu.

Jauhkan pula kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Karena jenis asupan tersebut telah terbukti bisa memperparah gangguan kesehatan. Jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, sebisa mungkin kamu harus menjaga berat bada tetap seimbang karena memiliki berat badan berlebih bisa meningkatkan peluang penyakit menyerang.  

Download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play untuk menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat di mana saja dan kapan saja. Bisa juga digunakan untuk membeli obat dan produk kesehatan lainnya. Lebih mudah karena pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam.