Gejala-Gejala Degenerasi Makula yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gejala-Gejala Degenerasi Makula yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Degenerasi makula adalah sebuah kondisi yang memengaruhi visi mata. Degenerasi makula berisiko menghilangkan penglihatan utama pengidapnya. Padahal, penglihatan utama kita berfungsi untuk melihat objek ketika menatap lurus ke depan. Sedangkan penglihatan tepi adalah apa yang kita lihat di samping saat menatap lurus ke depan. Meski memengaruhi penglihatan utama, degenerasi makula tidak berpotensi menimbulkan kebutaan total pengidapnya,

Baca Juga: Benarkah Memiliki Warna Mata Biru Berisiko Idap Kanker Mata?

Penyebab degenerasi makula diduga berkaitan dengan bertambahnya usia. Namun, penyebab kompleksnya bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau lingkungan. Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya degenerasi makula meliputi lansia yang berusia diatas 65 tahun, keturunan kaukasia, memiliki riwayat keluarga yang mengidap degenerasi makula, obesitas, merokok sampai mengidap penyakit jantung. 

Degenerasi makula juga terbagi atas dua jenis, yakni degenerasi makula kering dan degenerasi makula basah. Berikut penjelasan tentang keduanya.

1. Degenerasi Makula Kering

Bentuk degenerasi makula yang sering terjadi adalah degenerasi makula kering. Bentuk ini terjadi ketika timbul endapan kuning kecil yang disebut drusen yang berkembang di bawah makula. Timbulnya drusen bisa menimbulkan kerusakan pada retina dan kehilangan penglihatan pada penglihatan utama.

2. Degenerasi Makula Basah

Sedangkan degenerasi makula basah, lebih jarang terjadi ketimbang jenis yang satunya. Bentuk ini terjadi ketika pembuluh darah malah berkembang di bawah retina dan makula. Hal ini menyebabkan pengidapnya melihat bintik hitam pada penglihatan utama atau ditengah penglihatan yang disebabkan oleh pembuluh darah abnormal atau cairan bocor.

Lantas, Seperti Apa Gejala Dari Degenerasi Makula?

Degenerasi makula berkembang secara progresif dan bisa semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Pada awalnya, pengidap degenerasi makula mungkin tidak merasakan gejala apapun. Bahkan, tidak ada gangguan penglihatan. Namun, seiring bertambahnya waktu, gejala akan muncul secara perlahan seperti

Baca Juga: 4 Jenis Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Gejala Degenerasi Makula Kering

  • Bidang penglihatan mengalami distorsi garis lurus;

  • Mengalami gangguan penglihatan pada penglihatan utama;

  • Pengidap membutuhkan pencahayaan yang lebih terang untuk melihat secara normal;

  • Sulit menyesuaikan ketika dalam dalam pencahayaan yang rendah;

  • Penglihatan kabur; dan

  • Sulit mengenali wajah

Pada degenerasi makula basah sebenarnya mirip seperti degenerasi makula kering. Tetap ada pula gejala-gejala yang berbeda, seperti muncul bura, di penglihatan, penglihatan kabur dan gejalanya cenderung memburuk dengan cepat. Makula basah dan kering tidak akan mempengaruhi penglihatan tepi. 

Tahapan Degenerasi Makula

Degenerasi makula memiliki tiga tahap yang berkaitan dengan bertambahnya umur pengidapnya, yakni:

  • Degenerasi Makula Dini. Pada tahap ini, pengidapnya tidak mengalami kehilangan penglihatan pada tahap awalnya. Maka dari itu, pengidapnya perlu melakukan pengujian mata terutama jika memiliki lebih dari satu faktor risiko. Biasanya pada tahap awal, penyakit ini bisa didiagnosis  dengan adanya drusen berukuran sedang.

  • Degenerasi Makula Menengah. Pada tahap ini, pengidapnya mungkin mengalami kehilangan penglihatan, tetapi gejalanya belum terlihat dengan jelas. Pemeriksaan mata komprehensif dengan tes khusus untuk mencari drusen yang lebih besar atau perubahan pigmen di retina mungkin diperlukan

  • Degenerasi Makula Terlambat. Pada tahap ini, gejala gangguan penglihatan lebih jelas terlihat.

Baca Juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Kalau kamu mengalami gangguan penglihatan, tanya ke dokter mata Halodoc untuk mengetahui penyebabnya. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!