Benarkah Memiliki Warna Mata Biru Berisiko Idap Kanker Mata?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Memiliki Warna Mata Biru Berisiko Idap Kanker Mata?

Halodoc, Jakarta - Bola mata berwarna biru kerap dimiliki oleh orang-orang keturunan Eropa. Warna mata bisa berbeda-beda tergantung pada jumlah pigmen (Melanin) yang terdapat di iris mata. Pembentukan warna mata dipengaruhi oleh pigmentasi iris mata dan ketergantungan frekuensi hamburan cahaya. Jumlah melanin yang sedikit dan frekuensi hamburan cahaya ini yang menghasilkan warna lebih terang, yaitu biru. Namun, tahukah kamu bahwa mereka yang memiliki mata biru ternyata memiliki risiko tinggi terkena kanker mata?

Meski peneliti belum mengetahui apa yang menyebabkan hal ini. Tidak hanya pemilik mata biru, mereka yang memiliki mata hijau dan abu-abu memiliki risiko tinggi terkena kanker mata melanoma.

Kanker ini terjadi pada sel-sel melanosit mata yang berfungsi untuk memproduksi melanin. Melanin adalah pigmen yang menghasilkan warna pada kulit, rambut, dan mata. Melanoma pada mata umumnya tumbuh di jaringan uvea mata, yang meliputi jaringan iris mata, badan siliaris, dan jaringan koroid. Seringkali kanker mata melanoma terjadi pada bagian mata yang tidak tampak ketika bercermin.

Selain itu, kanker ini jarang menimbulkan gejala-gejala spesifik pada stadium awal. Kedua hal tersebut menyebabkan kanker mata melanoma sulit terdeteksi pada stadium awal, dan biasanya ditemukan tanpa sengaja pada saat pemeriksaan mata rutin. Pada saat jaringan kanker membesar akan menyebabkan perubahan bentuk pada pupil, penglihatan kabur, dan penurunan kemampuan penglihatan.

Baca Juga:  4 Jenis Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Gejala Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma memang sulit dideteksi. Terdapat indikasi yang muncul dan wajib kamu periksakan ke dokter sebelum kanker berkemabng semakin ganas. Beberapa gejala yang terjadi, antara lain:

  • Muncul bintik hitam pada iris mata.
  • Rasa seperti melihat kilatan cahaya.
  • Terasa ada bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan.
  • Pandangan kabur atau kehilangan kemampuan penglihatan.
  • Perubahan bentuk pupil.
  • Pembengkakan pada salah satu mata.
  • Benjolan pada kelopak atau bola mata yang makin membesar.

Apa Penyebabnya?

Penyakit ini diduga terjadi lantaran adanya perubahan atau mutasi DNA pada sel melanosit mata yang mengakibatkan pertumbuhan sel tidak terkendali. Jaringan melanoma yang mengalami pertumbuhan tidak terkontrol ini menyebabkan kerusakan jaringan mata yang sehat.

Kanker mata ini dapat terjadi di berbagai area mata, baik di bagian depan mata seperti iris dan badan siliaris, maupun di bagian belakang atau tepatnya di jaringan koroid. Pada kasus yang jarang terjadi, kanker melanoma dapat tumbuh pada bagian paling depan mata, yaitu di bagian konjungtiva.

Baca Juga: Benarkah Paparan Sinar Ultra Violet Matahari Picu Kanker Mata?

Langkah Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Karena bisa menyebabkan kebutaan jika tidak mendapatkan penanganan serius, maka kamu pengidapnya wajib menjalani beberapa jenis langkah pengobatan. Jenis pengobatan yang akan dianjurkan oleh dokter ditentukan berdasarkan jenis kanker, ukuran tumor, dan tingkat penyebaran. Usia dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan berpengaruh besar dalam menentukan jenis pengobatan. Beberapa metode pengobatan kanker mata melanoma yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Bedah. Dokter mengangkat jaringan melanoma dengan cara pembedahan. Apabila kanker berukuran kecil, pembedahan yang dilakukan hanya mengangkat jaringan kanker tersebut dan sedikit jaringan sehat di sekeliling kanker. Sementara kanker yang berukuran besar, pembedahan dilakukan dengan mengangkat seluruh bola mata (enukleasi). Pada bagian mata yang bola matanya sudah diangkat dapat ditanam bola mata palsu (prostetik) sebagai pengganti bola mata sebelumnya.
  • Radioterapi. Dokter menembakkan sinar radiasi berenergi tinggi ke jaringan kanker mata yang berukuran sedang.
  • Krioterapi. Ini merupakan metode pengobatan kanker mata dengan membekukan jaringan kanker sehingga rusak dan mati.
  • Terapi laser. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar berfrekuensi khusus. Salah satu contohnya adalah termoterapi yang mengobati kanker mata melanoma dengan menggunakan sinar inframerah.
  • Kemoterapi. Kemoterapi untuk mengobati kanker mata melanoma dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Namun metode ini lebih jarang dipilih oleh dokter.

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Segera tanyakan pada dokter apabila kamu mengalami gejala aneh pada mata. Kamu bisa tanyakan melalui dokter di Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.