Gejala Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gejala Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Namanya mungkin kurang populer, tetapi limfogranuloma venereum adalah penyakit menular seksual yang perlu diwaspadai. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis jenis tertentu, karena penyakit ini termasuk penyakit endemik di daerah tropis, khususnya Asia Tenggara, Afrika, India, Amerika Selatan, dan Karibia. 

Limfogranuloma sering terjadi pada pasangan homoseksual, terutama pasangan sesama pria. Penyakit ini ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening di daerah lipat paha dan luka pada area genital, yang bisa sembuh dengan sendirinya. 

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual pada Pria yang Perlu Diketahui

Pun, limfogranuloma venereum dapat muncul bersamaan dengan infeksi menular seksual lainnya, seperti misalnya pada pengidap HIV. Munculnya infeksi ini dapat dideteksi dengan gejala diare yang diakibatkan oleh peradangan, luka, dan penyempitan di daerah anus dan rektum. 

Kondisi ini sering kali muncul pada orang yang menerima seks anal pada pasangan sesama jenis, dan ditandai dengan munculnya nyeri pada area anus disertai keluarnya nanah dan darah. Namun, hal ini kerap disangka sebagai gejala infeksi saluran pencernaan

Waspadai 3 Tahapan Gejalanya

Gejala lymphogranuloma venereum dapat muncul dalam 3 tahap. Tahap 1 terjadi sekitar 3 hari hingga 3 minggu setelah terinfeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Gejala tahap 1 biasanya ditandai dengan:

  • Munculnya ulkus dangkal atau papul yang tidak terasa sakit pada organ genital luar.

  • Timbul lesi yang mirip dengan lesi akibat herpes.

  • Munculnya gejala peradangan uretra atau saluran kemih.

  • Timbul pembesaran kelenjar getah bening di daerah lipat paha yang dapat pecah serta membentuk rongga.

Baca juga: 3 Penyakit Menular Seksual yang Berbahaya

Tahap selanjutnya, tahap 2, terjadi pada 10-30 hari setelah terinfeksi. Namun, gejala pada tahap ini dapat berkembang selama berbulan-bulan. Adapun gejala yang dirasakan adalah:

  • Munculnya gejala infeksi sistemik seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas dan nyeri sendi.

  • Munculnya pembesaran kelenjar getah bening yang tidak hanya di lipat paha, namun di daerah panggul dan dalam perut. Pembesaran ini terasa nyeri dan sekelilingnya terlihat kemerahan. Jika terjadi pada daerah mulut akibat seks oral, pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi di leher. Pembesaran kelenjar getah bening dapat pecah membentuk rongga (sinus) atau saluran abnormal (fistula).

  • Kulit menjadi kemerahan.

Kemudian tahap 3 terjadi hingga 20 tahun setelah infeksi terjadi. Tahap ini sering kali terjadi pada wanita, akibat tidak teridentifikasinya gejala pada tahap 1 dan 2. Gejala-gejala pada tahap 3 ini adalah:

  • Munculnya proktokolitis, yaitu infeksi anus, rektum, dan usus besar.

  • Gatal-gatal pada anus.

  • Keluarnya darah dan nanah dari anus.

  • Nyeri daerah anus dan tenesmus, yaitu rasa tidak puas setelah buang air besar dan ingin buang air besar walaupun setelah dilakukan.

  • Konstipasi dan berat badan turun.

  • Pembengkakan dan kemerahan di daerah rektum seperti hemoroid akibat penyumbatan pembuluh getah bening.

  • Dinding anus terasa kasar saat pemeriksaan colok dubur.

  • Dapat terjadi penyempitan pada rektum serta pembengkakan pada genital

Pada wanita, gejala tahap 3 dapat ditandai dengan pembesaran, penebalan dan luka yang terjadi pada labia. Selain itu, gejala limfogranuloma venereum tahap 3 pada wanita dapat menyebabkan gejala sistemik seperti:

  • Demam.

  • Nyeri.

  • Gatal-gatal.

  • Nyeri pada saat buang air kecil.

  • Diare yang mengandung darah atau nanah.

Baca juga: Sudah Diobati, Bisakah Chlamydia Kambuh Kembali?

Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko

Di awal telah disebutkan bahwa penyebab dari limfogranuloma venereum adalah infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, terutama jenis L1, L2, L3. Infeksi ini dapat meningkat risikonya jika:

  • Berjenis kelamin pria.

  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman.

  • Menjadi penerima hubungan seks anal.

  • Menjalani hubungan seks oral.

  • Seorang pekerja seksual.

  • Melakukan hubungan intim dengan seseorang dari daerah endemik.

  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

Itulah sedikit penjelasan tentang limfogranuloma venereum. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!